Wednesday, February 1, 2017

Suka Duka Trimester Tiga

Sepertinya saya belum pernah tulis tentang pengalaman hamil trimester tiga. Gak apa-apa deh telat baru nulis sekarang daripada tidak pernah sama sekali. Nanggung soalnya sudah pernah nulis yang trimester pertama dan kedua. Hehehe.

Oke..

Apa saja yang terjadi selama trimester tiga?


Pertama, saya ucapkan selamat untuk ibu-ibu yang sudah menginjak tahap terakhir dari masa kehamilan. Ketahuilah, moms. Disini saat-saat yang (menurutku) baper. Segala perasaan tercurahkan di masa ini. Tidak terlalu memikirkan soal makan dan tidur seperti dua trimester lalu. Karena, it will happen automatically in your body. No need to control. No need to overthinking of it. As long as, both you and your baby is fine.

Iya, jadi disini saatnya perasaanmu tidak menentu. Dan mostly, bahagia dan takut bakal terjadi bersamaan.

Disaat kamu rasakan bayimu, yang tendangannya semakin keras. Yang gerakan nya semakin sering dan semakin terasa dibawah kulitmu. You will be so happy. Bahagia karena sebentar lagi, kamu akan ketemu dengan si calon bayi yang berbulan-bulan kamu carry didalam tubuh.

But, takut juga tidak terelakkan. You will be so frightened only with the process of birth. "Perut udah besar, ini keluarin bayinya gimanaaa? Bisa normal gak ya? Bakal kuat gak ya dengan rasa sakitnya? Atau gue langsung sesar aja?"

Sering dengar kan, kalau seorang ibu melahirkan seperti layaknya berjihad. Darah, air mata dan nyawa nya dijadikan taruhannya. Istilahnya, satu kaki kita ada di alam kubur. Perjuangan yang tidak sembarangan, kan? That is why, when you win the baby, berhasil melahirkan ia dengan selamat dan sehat, you will win everything.

Tapi, jangan biarkan rasa takut dan bahagia ini yang membolak-balikkan semangat ya. Jadikan ini motivasi untuk kita berusaha mempersiapkan fisik dan mental.

Di masa trimester ini, adalah waktunya kita mulai "sakit-sakitan". Kalau saya, dulu ini masanya saya sedang lemah-lemahnya. Sakit punggung, sakit PD, low-back pain, sakit lainnya (in my case, flu yang tidak berujung), belum lagi kontraksi palsu, sudah jadi "makanan" sehari-hari. Semua badan kayaknya mulai sakit. Tapi, jadi tanda kalau kita semakin dekat dengan waktu melahirkan.

Mulai perhatikan tanda-tanda melahirkan ya. Setiap ibu, tandanya berbeda. Jangan remehkan setiap sakit atau keluhan lain yang dirasakan. Karena kemungkinan itulah sinyal tubuh untuk melahirkan. Segera konsultasikan dengan dokter bila ada keluhan. Gak apa-apa dibilang cerewet dan parno-an, yang penting kita juga tenang :)

Trimester tiga..

Saatnya bersiap dan berbenah. Apa yang perlu dipersiapkan dan dibenahi?

Hal yang perlu dibenahi adalah rumah. Kalau bahasa kerennya: nesting. Jika diartikan memang jadinya "membuat sarang". Hehehe. Ini salah satu perasaan yang aneh ketika memasuki trimester akhir.

Layaknya seorang induk, nesting bikin insting kita bawaannya jadi pengen bersih-bersih rumah. Merapikan ini-itu. Bukan sekedar menyapu dan mengepel lalu selesai. Tapi, beneran total membersihkan. Misalnya, sampai bongkar perabotan, lalu beli perabotan baru yang diperlukan. Apalagi di masa ini memang saatnya belanja keperluan bayi.

Rasanya seperti semangat buat mempersiapkan "sarang" untuk calon penghuni rumah yang baru. And this comes naturally. Normal. Lumayan sih daripada pas weekend dan cuti bersalin kerjaannya cuma leyeh-leyeh. Hayooo loh, godaan makan dan tidur memang lebih besar di trimester akhir ini. Hahaha :)

Apa saja yang perlu dipersiapkan?

Pasti kamu berfikir perlengkapan bayi adalah hal penting yang perlu dipersiapkan. Jawabannya, salah :)

Jawabannya adalah biaya. Iya, gimana mau belanja kalau uangnya gak disiapin dulu. Hehe. Ini saatnya para istri mengeluarkan ilmu akuntansi dadakannya. Saatnya membuat pos-pos untuk uang yang selama ini telah ditabung.

Kalau saya dan suami, sejak tahu bahwa saya hamil, kami memang sudah mulai menabung mulai bulan pertama. Kami sadar kalau kelak akan banyak sekali pengeluaran terkait dengan bayi. Apalagi, kami juga sadar kalau kami hanya pegawai biasa dengan lama kerja masih dibawah 2 tahun *curhat* :)

Jadi, mulai bulan pertama itulah, muncul akun baru dalam pembagian pos-pos gaji kami, yaitu: Untuk Bayi. Hahaha.

Akun "Untuk Bayi" terbagi menjadi tiga yaitu biaya persalinan, biaya bayi dan ibu, dan biaya lain-lain. Kita bahas satu persatu:

(Disclaimer: ini bukan ilmu dari buku apapun dan bukan bermaksud mengajari. Ini hanya sekedar sharing, hanya karena saya pernah mengalaminya duluan :))

1. Biaya Persalinan.
Ini sifatnya wajib lah ya. Tapi, usahakan nabungnya 70% disini ya. Jangan lupa tanya-tanya dulu biaya dan seputar asuransi ke rumah sakit bersalin yang direncanakan untuk melahirkan nanti. Tidak ada salahnya ada persiapan asuransi biar biayanya lebih meringankan. Biaya melahirkan normal dan operasi berapa, sebelum dan sesudah ditanggung asuransi. Kalau bisa nanya lebih rinci biar gak salah perhitungan.

2. Perlengkapan Bayi dan Ibu
Ini nih bagian yang paling seru buat mamanya. Belanja :)
Jangan lupa kalau belanja, beli yang diperlukan saja. Kalau bisa di list dulu sebelum mampir ke toko perlengkapan bayi. Biar fokus dan terarah. Gak jelalatan dan lapar mata. Soalnya barang-barang bayi lucu-lucu banget. Rasanya pengen dibeli semua. Hahaha.

Utamakan beli barang untuk keperluan dia di 3 bulan pertama. Belanja barang yang primer dulu. Jangan lupa beli untuk keperluan Ibu. Seperti perlengkapan setelah melahirkan dan perlengkapan menyusui. Semua daftar belanjaan untu bayi bisa kamu liat disini ya.

3. Biaya Lain-lain
Kalau ini, untuk pengeluaran lain-lain yang terkait bayi. Sifatnya boleh disiapkan, boleh juga tidak. Kalau saya dan suami, kebutuhan lain-lain itu seperti acara aqiqahan nya nanti (cepat banget ya nabungnya untuk aqiqahan. Hihi. Tapi, gak apa-apa lah) atau biaya saya ke dokter, baik untuk check up rutin tiap bulan maupun setelah melahirkan.

Trimester tiga adalah masa persiapan. Masanya berbenah. Dan masanya menunggu. Kita sudah sering menunggu, tetapi penantian yang ini adalah yang terberat. Dan rasanya terlama.

But, hey, easy, moms. Good things come to those who wait. No, this one could be the best thing ever in your life. Be patient :)

1 comment:

Day 10: Your Bestfriend

Di bangku SD, sahabat saya ada dua orang. Mereka adalah teman sekelas dan teman satu mobil jemputan. Kami bahkan tidak tahu apa itu sahabat....