Tuesday, December 31, 2013

Ya Allah, Sayangi Orang Tua Kami..

Ruangan ini terasa lengang oleh suara manusia. Hanya gemuruh AC yang terdengar. Bunyi jemari-jemari mereka beradu diatas keyboard juga ikut menimpali. Hanya seorang bapak tua yang terlihat mondar-mandir diruangan ini. Sibuk mengumpulkan tempat sampah yang sudah penuh lagi dengan sampah. Kebanyakan sampah kertas. Keriput usiannya jauh mendominasi wajahnya. Wajar saja, umurnya mungkin sudah 60-70 tahun. Satu-satunya petugas cleaning service kantor ini yang paling tua. Setiap hari hanya mondar-mandir dari satu ruangan ke ruangan lain, mengumpulkan sampah. Caranya berjalan sudah terlihat lunglai, berbeda dengan petugas lainnya yang rata-rata masih muda dan lincah. Dia selalu menyapa orang-orang terlebih dahulu. Setiap pagi. Tanpa senyum, hanya dengan raut wajah yang..entah kenapa. 

Saya merasa ia sedang kesepian. Saya tidak tahu apakah dia punya keluarga disini, punya anak dan istri, atau dimana kampung halamannya atau apakah ia memang domisili disini atau tidak. Kadang ingin saya tanyakan tapi saya takut itu akan mengganggunya atau bagaimana. Asumsi saya kalau dia kesepian juga terlihat di gelagatnya ketika berbicara. Menunduk dan berbicara agak ragu-ragu. Sepertinya selalu ingin cerita banyak tapi dia juga berusaha menahan diri. Entahlah. Mungkin karena ia tidak enak dengan dirinya, merasa mengganggu orang-orang yang sedang kerja disini padahal boleh jadi mereka sama sekali tidak merasa terganggu. 

Seharusnya bapak itu, yang umurnya sudah lanjut sudah tidak perlu lagi pergi bekerja seperti ini. Mungkin kalian akan ikut simpati jika melihatnya langsung. Dan bapak ini tidak sendiri, banyak sekali diluar sana para orang berusia lanjut masih bekerja. Entah karena atas nama tanggung jawab atau bukan. All the questions that appear in my head is, kemana anak-anaknya? I don't know, if he might be have one or not. Tapi, seriously, kemana anak-anaknya? Dimana keluarganya? Saya hanya bisa bertanya sendiri tanpa berani bisa menanyakannya langsung. Rasanya pilu sekali kalau melihat orang tua yang sendiri, atau tidak diperhatikan. Semoga Allah memberkahi bapak ini, orangtua ku dan juga untuk semua para orang tua..

“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan sayangilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka telah memelihara, mendidikku sewaktu aku kecil.”


Aamiin..

Sunday, December 22, 2013

Mengapa Wanita Menjadi Penghuni Neraka?

Salah satu hadis dari Abdullah ibn Umar r.a, bahwasanya Rasulullah bersabda, "Wahai kaum wanita, bersedekahlah kalian, perbanyaklah memohon ampunan, sesungguhnya aku melihat sebagian besar kalian penghuni neraka". Seorang wanita diantara mereka bertanya,"Wahai Rasulullah, mengapa sebagian besar kami penghuni neraka?" Beliau menjawab,"Sebab kalian banyak melaknat dan kufur terhadap suami. Aku melihat orang yang lemah akal dan agamanya diantara kalia lebih banyak daripada yang memiliki hati nurani." Ia bertanya lagi, "Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan lemah akal dan agamanya itu?" Beliau menjawab,"Yang dimaksud dengan lemah akal adalah kesaksian dua orang wanita sama dengan kesaksian seorang lelaki. Dan tidur pada malam hari tanpa melaksanakan shalat, tidak puasa pada bulan Ramadhan, inilah yang dimaksud dengan lemah agamanya" (HR. Muslim)

Ibn Arabi Al-Maliki berpendapat bahwa yang menyebabkan wanita menjadi penghuni neraka paling besar adalah:

Bidadari-Bidadari Surga Yang Disegerakan

Wanita Shalihah: Pesona Di atas Pesona

Ia mutiara terindah dunia
Bunga terharum sepanjang masa
Ada cahaya di wajahnya, Betapa indah pesonanya
Bidadari bermata jeli pun cemburu padanya
Kelak, ia menjadi bidadari surga, Terindah dari yang ada


(Hanan)

Ya, bidadari surga yang Allah segerakan berikutnya adalah wanita shalihah. Konteks tulisan ini sama sekali bukan tentang fisik. Kita hanya akan membahas hal-hal substansial yang bernama kesalehan. Untuk itu, cukuplah dialog penuh ‘ibrah antara Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang didokumentasikan oleh Imam Ath-Thabrani sebagai pecut penyemangat, pengobar ruh kesalehan.

Bila Engkau Cantik, Biarlah Itu Karena Hijab..

Selamanya takkan ada lagi wanita sesempurna 
Asiyah atau Maryam binti Imran
Namun dunia akan selalu mengenal wanita 
yang meniti jalan yang sama dalam ketaatan 

Tiada lagi wanita yang bapaknya nabi, pamannya nabi, 
dan bersuamikan nabi sebagaimana Shafiyyah
Namun tak habis dunia merindu wanita cerdik cendekia 
yang karena akalnya ia berharga

Sampai ujung waktu akan sangat sulit menandingi 
cantik jelita paras 'Aisyah yang kemerah-merahan
namun sampai dunia berakhir akan banyak yang mencoba merebut cinta 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam dengan taati perintahnya dalam kenakan hijab

Hanya akan ada satu Khadijah yang dikenal setia
namun dunia penuh dengan wanita yang mengaguminya 
dan kepada surga mereka bersedia

Bila engkau cantik, biarlah itu karena hijab
Bila engkau mulia, itu karena engkau menjaga yang wajib

Bila engkau mulia, biarlah itu karena ketaatan 
Bila Allah berkenan, mudah-mudahan engkau dianugerahi kehormatan



(Dikutip dari buku "Yuk Berhijab!" oleh Ust. Felix Siauw)

Tuesday, December 17, 2013

Hujan Sore Ini

Jas hujan gombrang berwarna merah marun siap menutupi semua tubuhku. Saya siap pulang dan menerobos hujan sore ini. Seharian ini hujan terus. Lumayan deras, lumayan bikin basah kalau tidak pakai jas hujan, apalagi payung walaupun angin tidak bertiup kencang hari ini. Ini bulan desember, wajar saja kalau Indonesia sudah mulai masuk musim hujan. Salah satu yang saya syukuri juga. Saya penikmat hujan.

Monday, December 16, 2013

Titik Balik

Adakah yang punya masa-masa kelam dalam kehidupan lalunya? Jawabannya, ada. Semua orang, malah. Setiap orang pasti punya masa-masa pahit, barang cuma sedetik. Rasanya ingin sekali menghilangkan bagian episode itu dari ingatan kita. Ingin sekali rasanya menghilangkan bekas irisannya dalam hati kita kala mengingat itu semua. Air mata boleh kering, tapi hati yang menangis bisa jadi selamanya. Karena memang masa lalu itu bukan untuk dilupakan. Tapi, untuk disyukuri sebagai bagian dari skenario hidup kita. Tidak menerima masa lalu, sama saja tidak menerima hidup itu sendiri.

Punya masa-masa kelam, setiap orang juga punya masa titik baliknya sendiri. Berbalik arah. Merubah jalurnya. Lalu, bergerak lagi. Move on bukan berarti harus bergerak maju, tapi bisa saja merubah jalurnya.

Tips Mengantri

Ada yang tidak pernah mengantri? Pasti pernah dong ya. Selalu malah. Buat orang yang sabar banget, pasti mengantri ini tidak menjadi masalah besar. Sekalipun itu antriannya sudah kayak ular-naga-panjangnya-bukan-kepalang, tetap saja sabar buat menunggu. Tapi, gimana kalau dengan orangnya gak sabaran, apalagi kalau situasi dan kondisi yang mengharuskan dia untuk terburu-buru dan gak bisa menunggu lama-lama diantrean. Kali ini, gue mau kasih tips jitu ala gue biar lo mengantrinya gak lama-lama banget gitu. Biar mukanya gak manyun aja sih pas mengantri, jelek tau.

Sunday, December 15, 2013

Menulis

Menulis itu selalu abadi. Kau tahu? Banyak orang punya sesuatu yang ingin dikatakan tapi tidak tahu harus mulai darimana. Tidak tahu harus dikatakan kapan. Sekarang? Besok? Nanti? Tapi, yang ada memang selalu tidak pernah benar-benar dikatakan. Seperti dikatakan tapi kadang ada saja yang terlewat dari kita. Jadinya malah apa yang kita sampaikan tidak sepenuhnya tersampaikan. Mau diulangi yah tetap saja akan ada yang miss dari apa yang dikatakan sebelumnya. Karena lisan itu tidak berbekas. Bisa hilang begitu saja dan tidak abadi. Beberapa kasus spesial, ketika lisan buruk yang keluar, efeknya bisa selamanya. Dan tidak bisa dihapus begitu saja. Melekat. 

#SajakPendek : Seorang Anak

Lihat kelopak mata mereka yang mungil
Dengar suara tawa mereka yang renyah
Rasakan kedua telapak kakinya yang kecil
Menapak diatas pasir..
Mereka..
Kufikir selalu ada pesan Tuhan disana.

This pic was taken by me in Kuta Beach on May 2013. He's so cute :')

#SajakPendek : Denganmu

Banyak cerita kutulis
Banyak sajak kutata
Tak satupun denganmu berdua
Tapi harus berharap apa
Siapa kau, masih rahasiaNya

Sunday, December 8, 2013

#SajakPendek : Punggung

Hanya punggungmu disana
Coba ku gapai, selalu gagal.
Lagi-lagi hanya punggungmu
Sulitkah untuk kau berbalik?


Saturday, December 7, 2013

Desember Versi Sendiri

Bangun-bangun sudah desember lagi. Tidak terasa. Yah memang akan selalu begitu sih, waktu selalu tidak terasa berjalan, tahu-tahu sudah akhir tahun lagi. Desember..hmm let see what we've got in December.

#SajakPendek: Mendung

Mendung.
Karena hujan malu kepada bumi
Seperti rindu yang malu-malu dalam menanti
Seperti hati yang pelan-pelan ikhlas




Wednesday, December 4, 2013

Ini Visiku, Apa Visimu?

Satu lagi tulisan dari sebuah blog yang jleb banget. Gara-gara tulisannya tentang tentang visi hidupnya di dunia dan akhirat, bikin saya sadar. Apa visi hidup gue di dunia dan akhirat? (ini gapapa ya pake lo-gue, gak, bukan mau ngajak ribut. Bukan mau belagu kok. Hehe)



Hmm..pertanyaan yang lumrah tapi tidak semua orang bisa dapat jawabannya begitu saja. Kalau difikir-fikir lagi, pasti ada banyak sekali hal yang pengen banget kita lakukan dalam hidup. Buat diri sendiri, buat orang tua, buat sesama manusia, yang semuanya itu dilakukan karena satu, Allah. Karena itu bikin semuanya jadi sederhana dan terarah. Gak ngelibet macem-macem.

Sunday, December 1, 2013

December Wish

December's coming. And everyone makes their own wishes. December Wish. Entah tradisi darimana orang-orang selalu buat harapan tiap awal bulan. Timeline twitter, facebook saya penuh dengan orang-orang yang "berdoa" untuk harapan-harapan dibulan ini. Entah juga ini hanya sekedar update status biasa atau memang bener-bener berdoa untuk awal bulan dan hari-hari selanjutnya. Tapi, dizaman sekarang siapa sih yang gak bisa baca orang lewat social media. Berkat social media, apa sih yang gak transparan. Lagi ngapain, sama siapa bahkan doa orang lain saja kita bisa tahu. Coba cek disini deh. Gak cuma bulan ini aja, tapi tiap bulan sepanjang tahun. January Wish. February Wish. Dan seterusnya. Selalu saja begitu.

Friday, November 29, 2013

#SajakPendek: Hujan Lagi

Hujan
Sekarang hujan lagi
Semua cerita sudah ada didalamnya
Lalu harus bilang apa lagi?


Zero Mistake

Langit sudah gelap. Temaram senja sudah betul-betul menghilang. Rintik gerimis turun. Kurapatkan jaketku, kuhangatkan tubuhku. Sambil kulangkahkan kaki ku pelan menelusuri jalan keluar dari kompleks perkantoran ini. Menuju jalan utama dan menunggu angkot lagi disana. Lampu-lampu sepanjang jalan ini sudah dinyalakan. Tapi, tetap saja kompleks itu tidak berubah banyak. Tetap gelap. Mataku yang minus (ah iya saya lupa pakai kacamata hari ini) semakin memperparah penglihatanku, menjadi sangat gelap lagi buram. Bagaimana kalau saja tiba-tiba ada yang melompat keluar dari balik pohon-pohon ini lalu menyekapku? Dan saya berteriak sekncang mungkin, tapi tidak ada yang mendengar. Wajar saja tidak akan ada yang mendengar, hampir seluruh pegawai yang bekerja disini pasti sudah pulang. Kalaupun masih ada yang lembur, pasti mereka didepan layar monitor PC mereka, di ruangan yang letaknya ada di lantai kesekian. Yang jelas tidak cukup dekat untuk bisa mendengar teriakan dijalan ini. Saya bergidik ngeri sendiri gara-gara mengkhayal sendiri. Sebaiknya kupercepat saja langkahku ini.

Sajak Jangan Menangis

Jika SMS kita tidak dibalas-balas oleh seseorang
Maka jangan menangis, Dek
Boleh jadi seseorang itu simpel tidak dapat sinyal
Atau mungkin kehabisan pulsa
Tidak perlu gundah gulana
Berprasangka yang aneh-aneh

Jika mention atau email kita tidak dibalas-balas oleh seseorang
Maka jangan galau sepanjang malam, Dek
Boleh jadi seseorang itu sedang tidak online
Pun kalaupun ternyata dia sudah update sesuatu baru
Sudah asyik ber-hai dengan orang2 lain
Boleh jadi mention kita tidak terbaca, keselip saja
Tidak perlu sesak nungguin tidak bisa tidur

Thursday, November 28, 2013

#SajakPendek : Lari

Lama
Waktu seperti merangkak
Padahal aku mau berlari
Sekencang mungkin
Meninggalkan kepenatan jauh dibelakang sana
Membiarkan kebosanan berjalan sendiri
Tanpaku didepannya
Tubuhku panas
Hatiku geram
Waktu masih merangkak
Padahal aku mau berlari


#SajakPendek : "AK"

Terlalu banyak
Terlalu sesak
Kepalaku ingin meledak
Hatiku berteriak
Ribuan kata menyeruak
Tapi tak ada satupun yang tersajak
Layarku terbahak
Ribuan kata masih di otak
Didalam sana hanya akan menjadi kekosongan macam bercak







Tuesday, November 26, 2013

Ngapain Manyun?

Bersyukur itu tidak gampang. Sulit sekali. Gak peduli seberapa kali pun kita menguatkan diri untuk tetap nikmat Allah yang lain. Gak peduli mau berapa kali kita terus positif untuk terus bersyukur atas setiap detil kecil dalam hidup, baik yang luput maupun tidak luput dari penglihatan kita. Pasti manusia akan mengeluh juga. Walau cuma sekali.

Thursday, November 21, 2013

Siang Yang Membosankan

Rumah makan ini mulai sepi. Mungkin karena sudah lewat jam makan siang orang-orang pada umumnya. Beberapa orang bahkan terlihat hanya makan kentang goreng dan es krim. Ada juga pengunjung yang hanya makan burger dan soft drink. Sepertinya kalau jam segini, kebanyakan orang-orang datang kesini bukan tujuan makan tapi hanya ngemil. Eh tapi apa bedanya ya toh sama-sama ngunyah juga disini? Atau mungkin hanya sekedar nongkrong, ngobrol, curhat atau nulis? Yah saya tidak bilang ini semacam survey tapi ini yang sering terlihat di restoran makanan cepat saji seperti ini. Apalagi tempat ini terkenal dan hampir semua outletnya punya suasana sama karena memang dirancang sesantai dan senyaman mungkin.

Tuesday, November 12, 2013

Karena Jalannya Salah..


Mata semakin lelah menatap layar monitor. Tapi, ah dasar kepala ini tidak juga menyerah walaupun seluruh sel tubuhku merindukan hangatnya kasur di tempat tidur. Kepala ini masih saja mau terjaga, mau menulis sesuatu, katanya. Tapi, sayang beribu kata-kata tertahan didalam sana, padahal katanya mau menulis. Mana? Malah hanya bisa membuat kepalaku sesak dengan "apa yang harus kutulis sekarang?". Biarlah, setidaknya tulisan seperti apa yang kuhasilkan malam ini tidak akan berpengaruh apa-apa dengan kedamaian dunia, kesejahteraan masyarakat, atau apapun itulah yang menyangkut kepentingan hidup orang banyak. Sepertinya tidak apa-apa kalau saya memanjakan sedikit kemauan otakku yang pantang tidur sebelum ada tulisan baru di blog malam ini juga. Mengingat karena seharian ini saya memang terlalu menyiksanya bersama anggota tubuh lain dengan aktifitas hari ini. Ah, sok sibuk sekali saya ini. Padahal apa yang saya lakukan hari ini masih tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang mungkin orang lain lakukan setiap hari. Ah, sok sekali saya ini. Padahal apa yang saya lakukan hari ini boleh jadi lebih baik daripada tidak melakukan kesibukan apapun. Boleh jadi lebih baik daripada orang-orang bisanya mengeluh di social media, tebar energi negatif, hanya gara-gara hal sepele. Putus sama pacar, misalnya. 

#SajakPendek: Hidup

Bahwa hidup adalah bergerak maju
Cepat atau tidak, tapi tidak berhenti
Tidak mundur perlahan, tapi maju melaju
Kalaupun tidak, hanya akan berganti..



Sunday, November 10, 2013

Move On Tersulit

Bicara tentang Move On tidak selalu bicara tentang pacar. Hm sebenarnya banyak sih, tapi mindset orang-orang istilah Move on itu hubungannya sama kehilangan pacar. Dan sayangnya, kebanyakan kita hidup dalam mindset orang lain. Makanya selalu ada orang yang berfikir seseorang itu kayak gimana hanya dalam fikirannya dia, berdasarkan pergaulan, apa yang ia lihat, de el el. Makaya selalu ada orang yang juga selalu mikirin apa yang orang lain bilang tentang dia, tidak peduli mereka salah atau benar, tidak peduli mana sebenarnya yang membangun mana yang gak, jadinya malah hidup berdasarkan "Nanti Orang Bilang..." dan malah ikut-ikutan. Bagus kalau ikut-ikutan sama hal bagus, lah kalau gak?

Oke..kembali ke persoalan Move on..
Kebanyakan dari kita yang habis putus sama pacar, bilang kalau Move on itu bakalan susah. Apalagi sang mantan emang ninggalin banyak kenangan. Sebenarnya bukan susah lupain orangnya sih, tapi lebih ke kenangannya, apa-apa yang kita lakukan waktu sama dia. Dan siklusnya selalu begini:

Sunday, November 3, 2013

Tidak Jelas

Mau nulis tapi gak tau mau nulis apa.
Udah itu aja. 
Sekian dan Terima kasih -_-

Thursday, October 31, 2013

Tentang Menjaga Lisan

Orang-orang selalu berfikir tentang apa yang mereka lihat. Tidak peduli benar atau salah #MenjagaLisan

Itu sebabnya ada yang namanya fitnah, ghibah, dan lain-lain #MenjagaLisan

Itu sebabnya wanita dan pria diperintahkan untuk menjaga pandangannya, auratnya, dan kemaluannya. Cek surah An-Nur ayat 30-31 ya.. #MenjagaLisan

Tapi, bagaimana kalau sudah berusaha menjaga semua perilaku tapi masih adaaaaa aja yg berfitnah atau berghibah ttg kita? #MenjagaLisan

Solusinya >> "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Al-Bukhari no. 6090 dan Muslim no. 48).

Kalau ada yang ngomongin, diam aja. Cuekin aja. Tidak ada guna mau dibalas kata atau berusaha dibantah habis-habisan #MenjagaLisan

Kalau fitnah/ghibah diladenin terus, dijamin deh bakal gak ada habisnya #MenjagaLisan

Karena mau berbuat A atau B, baik atau tidak, tetap akan ada yang berkomentar. Itulah manusia :)) #MenjagaLisan

Mending diam. Daripada ngomong tapi masalah jadi meluber kemana-mana. Dosa juga makin nambah :| #MenjagaLisan

Mending orang-orang itu didoakan yang baik-baik. Kita jadi dapat pahala juga, kan? #MenjagaLisan :))

Apapun yang mereka katakan, tutup mulut dan telinga saja. Mereka manusia juga kok.. :D #MenjagaLisan

Terus perbaiki diri lebih baik lagi, lurus bersama Allah dan hanya karena Allah. Itu lebih penting #MenjagaLisan

Semoga Allah membantu dan membimbing kita dalam #MenjagaLisan. Aamiin :)

Wednesday, October 23, 2013

#5 Intermezzo (Eps. Siang Terakhir)

Setiap kepala tertunduk. Memberikan kesempatan pada masing-masing hati meratap, mengenang, mendoakan, apapun itu yang bisa mengiringi sejasad ,yang sudah terbujur kaku dihadapan mereka, dengan tenang. Melepaskan gundukan kesedihan yang menyesakkan karena kehilangan, lalu ikhlas. Iya, agar keikhlasan bisa menempati hati mereka.

Siang ini, tidak ada yang lebih menyesakkan bagi mereka, selain kehilangan orang yang mereka cinta. Beribu-ribu doa yang baik-baik akan mereka lisankan.

Kehilangan. Ajal. Kematian. Tidak perlu saya tuliskan terlalu banyak. Setiap kitab suci sudah mengabarkannya. Semua manusia lebih mengerti maknanya dalam dirinya masing-masing

Bagi saya, tidak ada pelajaran, peringatan, yang lebih dekat jaraknya, yang lebih dalam maknanya, dan yang lebih berarti selain kehilangan, pada siang itu.

Saturday, October 19, 2013

#4 Intermezzo (Eps. Pisa Cafe)

Baik, saya "terjebak" dalam pertemuan kecil Bapak dan para rekan kerjanya. Sore ini diawali dengan saya yang berusaha menghabiskan sepiring mie goreng, apa tadi namanya? Hmm..lupa. Pokoknya yang tertulis dimenu bukan "mie goreng" tok! Tapi, gambarnya memang terlihat seperti mie goreng. Suap demi suap saya paksakan. Kenapa terpaksa? Pasalnya, seporsi mie yang saya makan ini rasanya asin-cetar-membahana-luar-biasa-laksana-semesta-terpecah. Singkatnya, rasanya asin. Mungkin chef nya salah kecap. Dia kira masukkan kecap manis, padahal kecap asin. Buat yang tidak tahu apa bedanya, kecap manis itu kental sedangkan kecap asin itu cair.

Kepala saya sampai nyut-nyutan karena batin saya tidak kuat menahan rasa asinnya. Akhirnya saya menyerah dan mengakhiri "perjuangan" ini dengan minum segelas es kopi dengan es krim vanilla diatasnya. Entah apa pula nama minuman ini. Lupa. Rasanya yang tidak terlalu manis ini enak, membuat lidah saya lupa dengan rasa mie yang super asin tadi. Saling melengkapi. Sempurna.

Seperti hidup. Tidak semuanya akan berjalan lancar. Akan ada saatnya jatuh. Akan ada skenario yang tidak menyenangkan. Kita memang butuh itu untuk membuat hidup seimbang. Sempurna seperti yang diinginkan Sang Maha Sempurna, Allah.

Sekian. And enjoy your perfect life, people!

Friday, October 18, 2013

Tuesday, October 8, 2013

Fabiayyi alaairobbikumaa tukaddzibaan..

Fabiayyi alaairobbikumaa tukaddzibaan..
Semburat surya menyeruak melewati batang-batang pohon yang sedang tumbuh tinggi. Hanya Allah yang tahu berapa centimeter setiap harinya pohon-pohon ini bertambah tingginya. Rumput-rumput ilalang bertiup mengikuti kemana arah angin lembut ini yang tiba-tiba meniupkan diri. Tidak terlalu dingin tapi juga tidak terlalu panas. Jalanan masih lengang hanya diisi oleh beberapa kendaraan berkecepatan sedang, mungkin para pengendaranya juga mencoba menikmati pagi sama seperti yang saya lakukan. Memang letaknya jauh, terpinggirkan dari ramainya kota Makassar tapi satu hal yang saya patut syukuri dari lingkungan tempat saya tinggal ini, saya masih bisa merasakan langsung hangatnya surya menerpa wajah disaat para warga kota jarang bisa merasakan juga karena mulai berjamurnya gedung-gedung tinggi ditambah polusi gas-gas emisi dari ribuan, jutaan kendaraan. Pagi yang indah setiap harinya. Maka, nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?


Saturday, September 28, 2013

#3 Intermezzo (Eps. Makassar)

Marah-marah itu tidak baik. Apalagi di socmed. Percaya tidak kalau apa yang kau tulis dan apa yang kau baca di timeline twitter (Kenapa twitter? Karena basicnya, twitter ini lebih praktis dan lebih sering muncul update dibandingkan dengan facebook. Lebih banyak orang disana. Mungkin karena sudah banyak orang yang lebih pilih twitter.) ,bisa mempengaruhi pribadi dan repetation dalam hidup si usernya? Kalau bacanya suka yang ramalan-ramalan, secara tidak sadar akan cenderung untuk seperti yang tertulis, lalu percaya. Kalau bacanya suka yang lucu becanda, lama kelamaan jadi pribadi yang suka melawak. Kalau bacanya suka yang galau (yah seperti akun-akun galau itu, tidak tahu mereka sebenarnya punya kehidupan atau tidak. Suka menulis yang galau terus. Yang ada bikin orang yang baca tambah galau. Galaunya salah lagi, galau karena gebetan atau pacar. Prett lah), jadi ikutan galau juga, bisa galau karena pacar, galau karena mantan, masa lalu, sekali lagi, prett lah. Memang ada juga orang pecandu socmed yang memegang prinsip "tidak semua yang kamu baca adalah aku, dan tidak semua yang aku tulis adalah kamu", tapi tidak sedikit juga yang update tulis status itu spontan, keluar begitu saja dari orang itu, apa adanya. Kalau seperti ini, membaca orang bisa jadi sangat mudah dengan bantuan socmed. Jadi, hati-hati dengan socmed. Jangan terlalu umbar perasaanmu disana. Setiap detik orang membuka twitter dan facebook. Karena orang bisa saja menilai dan membicarakan kita sembarangan. Benar bisa jadi ghibah, salah bisa jadi fitnah. Anggap saja ini sebuah pesan pengingat dari seseorang yang juga tidak sempurna, tidak bermaksud menggurui, pilihan tetap ada pada kalian.

#2 Intermezzo (Eps. Jakarta)

Disney Channel masih saja menayangkan kartun. Padahal sekarang sudah jam 22.27. Anak kecil mana yang masih bisa  nonton jam begini? Kecuali remaja yang desperate karena mencari tontonan TV yang bagus malam ini, padahal acaranya begitu-begitu saja, Disney Channel jadi pelarian bagus malam ini. Siapa tahu saya bisa mimpi yang warna-warni. Dikelilingi animasi-animasi. Ah, benar-benar putus asa sekali dengan acara TV negara sendiri.

Hari yang absurd, (aneh, saya suka sekali pakai kata absurd. Mungkin karena semua terasa menggelikan di mata saya. Menggelikan dan "menggelikan". Beda. Dan saya mempunyai dua persepsi itu di semua hal). Dimulai dengan siang yang panjang. Berkutat dengan kemacetan ibukota. Membuat saya cukup bersyukur dengan kemacetan di Makassar. Entah apa yang membuatnya beda, padahal sama-sama terjebak di tengah jalan beserta ribuan kendaraan lain, panas, cuma yang membedakan adalah jalan tol di makassar tidak pernah macet. Itu saja. Tapi, lain kali saja kita bahas tentang macet. Terlalu banyak hal-hal yang sebenarnya paling basic, yang menjadi akar masalahnya, yang harus dicerna dulu lalu ke penyelesaiannya. Terlalu panjang.

Friday, September 27, 2013

#1 Intermezzo (Eps. Jakarta)

Suasana bandara mulai lengang. Belasan orang yang menunggu di depan pintu kedatangan berkurang sedikit demi sedikit. Terlihat 1-2 orang yang memutuskan untuk tidak beranjak meninggalkan selangkahpun ruangan Kedatangan ini. Entah apa yang mereka tunggu disini. Entahlah mungkin sama saja seperti saya, menunggu seseorang, bisa saja keluarga, teman, atau kerabat, menjemputnya.

Para pencari penumpang taksi juga masih saja berseliweran di ruangan ini. Menunggu para pendatang lain dari jadwal penerbangan lainnya pula. Puluhan koper serta barang-barang lainnya, kebanyakan kardus lengkap dengan tali rafia yang mengikatnya, keluar dari, entah apa ya namanya, semacam eskalator (mungkin), haha tidak ada yang lebih lucu selain menertawakan pikiran bodoh kita sendiri. Barang-barang keluar teratur, satu persatu diangkut oleh si empunya, lalu diangkut dengan kereta dorong khusus barang (entah apa lagi namanya, haha).

Beberapa orang juga memutuskan untuk menjinjing, mendorong kopernya yang beroda, lalu ada juga yang memunggungi tas ranselnya. Bahkan ada beberapa penumpang yang melakukan ketiga-tiganya.

Tuesday, September 24, 2013

Tentang Istihadhah

Apakah para muslimah tahu apa itu #Istihadhah?

#Istihadhah adalah darah penyakit yang keluar terus-menerus dan mengalir bukan pada waktunya. #Istihadhah ini tidak sama dengan darah haid.

Mungkin ada yg beranggapan kalau seorang perempuan yg mengalami #Istihadhah tidak boleh melaksanakan sholat dan puasa, sama seperti yg haid. Padahal hukum perempuan yang mengalami #Istihadhah dan yang mengalami haid itu BERBEDA
Darah menstruasi adalah merupakan darah yang telah rusak, adapun darah #Istihadhah adalah darah biasa. Jangka waktu haid telah dikenal, sebelum istihadhah. Jangka waktu yg telah dikenal itu dianggap masa haid, selebihnya sebagai #Istihadhah

Ini berdasarkan hadis Ummu Salamah:

Friday, September 20, 2013

Balada Cinta Dalam Diam

Wahai kau..
Tahukah bahwa rindu sudah memilihmu?
Sulit aku menahannya, menyimpannya rapat-rapat agar ia tidak keluar sia-sia.
Agar lisan ini bahkan tidak bisa menerjemahkannya menjadi kata yang bisa kau dengar.
Menjadi pernyataan yang bisa kau ketahui.
Ketika rindu datang lagi, kubiarkan dia dan dirimu menjadi air mata di ujung sajadahku.

Wahai kau..
Tahukah bahwa hati memilihmu?
Jatuh bangun aku untuk tidak membiarkannya berangan-angan.
Untuk tidak mengharapkanmu bayanganmu tetap ada didalam sana.
Ketika bayangmu datang,setengah mati pula hati ini terus menyebutNya.
Ketika bayangmu datang, kubiarkan ia menjelma menjadi sebait doa yang terapal di heningnya sepertiga malam

Wahai kau..
Sulit sekali merasakan apa yang orang-orang bilang cinta dalam diam ini.
Inginnya kaki ini terus menujumu
Kuat sekali rasanya keinginan hati ini untuk membuatmu tahu semuanya
Maafkan aku yang harus berjalan menjauhimu.
Bukan karena benci, justru karena rasa ini semakin dalam.
Dia tahu.
Dia tahu siapa pemilik rindu.
Hanya kepada Dia kukembalikan lagi semuanya.
Rasa. Rindu. Hati.

Ketika Seorang Muslimah Jatuh Cinta...

"Assalamualaikum, saudariku. Langsung saja, saya ingin menanyakan sesuatu. Sangat sederhana. Ketika seorang muslimah jatuh cinta, apa yang dia harus lakukan? Sedangkan ia tahu, cinta dengan cara yang Allah tidak suka, bukan jalannya. Misalnya pacaran, teman tapi mesra, atau apapun itu yang bisa mengundang syahwat, kesempatan berkhalwat dengan lawan jenis. Mohon bantu saya menjawab pertanyaan ini. Jazakillah khairan katsiran yaa ukhti" 

Ini adalah salah satu DM (dengan edit seperlunya) yang ditujukan pada akun twitter anonim milik saya sendiri. Mungkin dia salah satu follower saya, dan tergerak hatinya untuk curhat setelah membaca tweet-tweet saya selama beberapa hari ini. Yang memang tema bahasannya tidak jauh dengan topik jatuh cinta. Walaupun saya bukan ahlinya, tidak bermaksud menggurui, tapi dengan pengalaman dan ilmu yang saya tahu, saya akan coba jabarkan jawabannya.

Hmm..berbicara mengenai jatuh cinta, mengenai perasaan sebenarnya sangat sederhana. Penyelesaiannya tidak panjang lebar layaknya sebuah cerpen atau novel romantis yang tebalnya sampai berratus halaman karena muncul banyak konflik didalam plotnya. Sebagai seorang muslim/muslimah, jatuh cinta juga tidak boleh ditanggapi jauh dari koridor Islam. Dalam Islam, solusi untuk seseorang yang jatuh cinta hanya ada dua: Menikah atau Mencintai Dalam Diam.

Begini, Islam sudah menetapkan 2 pilihan tadi yaitu Menikah atau Mencintai Dalam Diam. Untuk para muslim dan muslimah yang memang sudah siap menikah, tentu perkara jatuh cinta ini sangat mudah. Mereka bisa menikah ketika hatinya yakin dengan calonnya. Tapi, yaah namanya juga cinta, datangnya tidak bisa ditebak kapan dan kepada siapa ia tertaut, tanpa plih manusia, ia bisa saja datang kepada 2 manusia yang belum siap menikah. Bagaimana dengan mereka yang tiba-tiba jatuh cinta tapi belum siap menikah? Satu-satunya solusinya adalah Mencintai Dalam Diam.

Ketika seorang muslimah jatuh cinta..

Sunday, August 18, 2013

Mengapa Berdakwah?

Sekarang saya sudah tahu seperti apa itu benci yang menjadi cinta. Ini yang saya rasakan terhadap orang-orang yang mendakwahkan kebaikan. Atau yang menyi'arkan ilmunya untuk sesama. Tapi sekarang saya lebih senang menyebutnya dengan "Mengingatkan kepada kebaikan". Pokoknya dulu saya sangat sinis dengan mereka. Maksudnya, mengapa harus rajin menasihati orang lain seakan mereka adalah orang paling suci dan benar. Bukan haji/hajjah, bukan ustad/ustadzah, apalagi bukan nabi, masih seumuran saya pula sudah sok berdakwah. Mengapa mereka tidak simpan saja apa yang mereka yakini itu untuk diri sendiri. Toh apa yang orang lain lakukan, salah atau benar, orang-orang itu juga yang akan menanggungnya. Kenapa harus ikut-ikutan berdakwah?

Well, menurut opini saya, mungkin ada dua faktor mengapa orang-orang berdakwah dan mengapa kita sebenarnya wajib untuk berdakwah. Mungkin ini akan sedikit kompleks tapi akan saya coba tuliskan opininya. Ini juga berdasarkan ilmu yang saya dapat dan pengalaman ketika saya melakukan serta merasakan sendiri.

Thursday, August 15, 2013

Hijab Syar'i Untuk Syi'ar

1. Sebelum berkutat lagi dengan TKD. Mau sharing sedikit ilmu nih. Boleh kan? Yayaya? :')

2. Ini tentang korelasi antara hijab syar'i dan potensinya mendatangkan amal jariyah buat kita di alam kubur kelak

3. Apa hubungannya? Mari kita telaah lebih jauh lagi... ^^

4. Menutup aurat dengan berhijab syar'i semata-mata karena ridha Allah terhitung satu pahala dihadapan Allah.

5. Dan ternyata ada potensi hijab lainnya selain menutupi aurat muslimah. Yaitu fungsi syi'ar. :')

6. Maksudnya begini. Seandainyapun jika ada muslimah yg belum berhijab melihat cara kita berhijab, lalu memutuskan berhijab juga...

7. Maka, cara berhijabnya akan mengikuti cara kita berpakaian syar'i. Inilah yang bisa membuka investasi amalan jariyah kita nanti.

8. Setiap orang yang mengikuti cara kita berhijab dengan pakaian syar'i, kita juga akan kebagian pahalanya juga

9. Karena >> "Rasulullah saw bersabda “Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (Hadits Shahih, Riwayat Muslim no. 2674).

10. Begitu juga sebaliknya ,apabila kita berhijab mengikuti aturan pakaian syuhrah maka akan terbuka juga investasi dosa jariyah

11. Pakaian Syuhrah (pakaian popularitas) adalah seseorang yg pakaiannya tenar diantara manusia, (bisa) disebabkan karena warnanya yg menyelisihi pakaian manusia pd umumnya, sehingga manusia mengangkat pandangan utk melihatnya, sehingga dia berbangga terhadap orang lain dengan ujub dan sombong (menurut Imam Syaukani dlm Kitab Nailul Authar tentang Syuhrah)

12. Bahkan, Rasulullah saw juga mengingatkan wanita (maupun lelaki) beriman kpd Allah untuk menghindari pakaian syuhrah

13. >> "Rasulullah saw bersabda "siapa yg mengenakan pakaian popularitas (syuhrah) di dunia, maka Allah akan kenakan pakaian kehinaan kepadanya pada Hari Kiamat" (HR. Muslim)

14. Sehingga, apabila orang lain jg mengikuti kita yg memakai pakaian syuhrah, maka kita juga akan kebagian dosanya sm seperti yg melakukan.

15. Sekarang pilih berpakaian syar'i atau berpakaian syuhrah? Berhijab Syar'i atau tidak? Think again.. :')

16. Sekian. Wallahu a'lam bish shawab. Semoga bermanfaat ^^

Monday, August 12, 2013

Tentang Berbakti Kepada Orang Tua

1. Mau share kisah berbakti kpd #OrangTua. Boleh? Yayaya? :'D

2. "Amal apakah yang paling utama?" Nabi saw menjawab, "Shalat pada waktunya....

3. ...Aku bertanya lagi. "Kemudian apa?" Nabi menjawab, "Berbakti kepada orangtua" ....

4. ....Aku bertanya lagi, "Kemudian apa?" Nabi menjawab, "Jihad di jalan Allah" (HR. Bukhari&Muslim)

5. Hadits diatas adl dialog ketika Abdullah bin Mas'ud, salah seorg sahabat Rasul, bertanya kpd Rasulullah ttg amalan apa yang paling utama

6.  Abdullah bin Mas'ud sngt menghayati pesan Rasulullah itu. Hingga pd suatu malam yg dingin..

7. ...saat ia terlelap tidur, sang ibunda membangunkannya agar ia mengambilkan air minum.

8. Abdullah pun segera mengambilkan air dan bergegas membawakannya kpd sang ibu

9. Tapi, sang ibu ternyata sudah ketiduran. Tahu apa yg dilakukan Abdullah?

10. Ia berdiri di dekat ibunya sambil memegang gelas berisi air sampai pagi :')

11. Selain Abdullah, ada juga yg bernama Ali bin Husain, cucu Ali bin Abi Thalib, yg jg dikenal sngt berbakti kpd ibunya.

12. Konon ia tdk pernah makan bersama sang ibu. Banyak yg penasaran dgn tingkah Ali itu.

13. Bukankah dgn makan bersama ortu artinya kita menghormati mereka?

14. Saat ditanya mengenai hal itu, Ali menjawab...

15. .."Aku takut kalau-kalau tanganku mengambil makanan yg sudah dilirik oleh ibuku, sehingga aku mendurhakainya" :')

16. Subhanallah. Itulah keteladanan sahabat Rasul dlm berbakti kpd #OrangTua, terutama kpd ibunya.

17. Nah, sekarang bagaimana dengan kita? Sudahkah berbakti kpd #OrangTua? Think again :')

18. Sekian kisah ttg berbakti kepada #OrangTua. Semoga bermanfaat ^^

Tentang Ramalan

Repost dari @AmeliaArsy :

Bismillahirrahmaanirrahiim

1. Assalamualaikum. Mau share tentang nih. Boleh? Yayaya? :'D

2. Tahu tidak dengan hanya membaca ,sholatnya tidak diterima selama 40 hari? :')

3. >> "Nabi saw bersabda,“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.” (HR. Muslim no. 2230)

4. Membaca saja tidak boleh, apalagi percaya. Memercayai termasuk sifat syirik.

5. Krn mempunyai ketergantungan dengan hal selain Allah. Memercayai semua bahaya dan manfaat itu datang selain dari Allah. Na'udzubillah :"

6. Maka >> "... Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan." (QS. al-Anam: 88)

7. Padahal >>“Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah” (QS. An Naml: 65) :)

8. "Kalau diambil yang positifnya aja?" | tetap aja gak boleh. percaya ada yg menentukan nasib selain pd Allah kan syirik juga.. :)

9. Semoga mulai dari detik ini account2 di unfollow dan kita gak mau lagi lirik-lirik yang namanya :'D

10. Sekian ttg Wallahu a'lam bish-shawabi. Semoga bermanfaat yaak ^^

p.s: any correction? Please :')

Wednesday, August 7, 2013

Ah. Masih Ada Ramadhan Lain ,kok!

Detik-detik terakhir Ramadhan sudah dimulai. Ada tiga puluh hari penuh berkah di bulan ini. Pertanyaannya sekarang adalah : sudahkah kita mengambil sesuatu dari Bulan Ramadhan ini? Sudah totalkah ibadah kita? Mau apa lagi kita setelah habis bulan Ramadhan ini? Apa proyeksi hidup nanti setelah Ramadhan?

Ramadhan membuat saya "ngeh" tentang para Syuhada di tanah Timur Tengah sana. Ada berbagai macam permasalahan disana oleh beberapa pihak dengan tujuan tertentu yang harus mengorbankan puluhan bahkan ratusan umat Muslim tidak bersalah disana. Peperangan seakan menjadi pemandangan sehari-hari disana. Entahlah, seperti apa yang sebenarnya terjadi hanya mereka dan Allah yang tahu. Mata dunia hanya terbatas melalui media, bahkan ada kabar yang berhembus bahwa media juga dibatasi oleh beberapa pihak berwenang tentang situasi dan kondisi terkini. 

Saturday, July 27, 2013

My Precious Eight-Months

Delapan bulan..
Hari jumat, 26 Juli 2013 adalah hari terakhir saya mengabdi di tempat itu. Hm rasanya aneh kalau saya sendiri yang bilang kalau saya itu mengabdi. Mengabdi itu memberikan kontribusi ,apapun yang berguna untuk suatu hal. Tapi, saya masih merasa belum kasih apa-apa buat kantor itu, buat negara. Entah, mungkin sedikit hiperbola kalau bilang mengabdi di kantor itu sama saja mengabdi untuk negara.

Friday, July 26, 2013

Semula biasa lalu lamat-lamat tidak biasa
Awalnya kita bersama jalan kita sendiri
Hanya ada langkah pelan di tapak ini
Bersama cita dan takdirku sendiri
Aku hanya jalan sendiri
Sampai ku temui hari-hariku berarti
Membuatku merasa ada yang tidak lengkap di jalanku
Walaupun sendiri itu baik saja
Tapi bukan berarti kesempurnaan
Aku berhenti di ujung jalan bercabang
Menunggumu melangkah
Kemarin, kita selangkah sama
Hanya sebentar tapi jalan kita berbeda lagi
Dengan keyakinan takdir kita pasti bertemu
Langkah kita pecah
Di sore terakhir
Aku menikmati ini semua
Kamu membuatku kembali
Tak apalah pipi bersemu merah
Atau tawa sesekali yang singkat
Bersama walau hanya sedetik
Karena waktu terlalu sebentar
Ku rasakan lenganku terbuka untukmu
Menerima, merasakan kembali
Akan kepada siapa keabadianku kelak akan ku bagi
Tapi, bukannya aku benci
Kini, biarkan jarak ciptaanku menguji
Agar ketika kau dan takdir datang
Pasti hatiku memilihmu

Thursday, July 25, 2013

Kurasakan waktu berjalan
Padahal aku ingin berlari
Bukannya aku benci
Tapi ini terbaik untuk hati berkerudung keyakinan
Entah hati yang mana
Aku tidak tahu tentang hati
Hati siapa berharap terikat dengan siapa
Tapi aku tahu semua klise dibalik pahit
Aku tahu kaki siapa yang berat melangkah
Lalu, raga siapa yang benci pergi
Dan otak siapa yang sesak akan sosok
Dan hati siapa terikat siapa

Wednesday, July 24, 2013

Menunggunya datang tiba-tiba seperti seharusnya
Berjanji membiarkannya menari bebas
Memenuhi semua sekujurnya dengan harapan
Membiarkan aku serakah untuk hatiku sendiri
Kini, saat apa yang dinanti mendekat
Aku bertolak dari sana, dari tempatku menunggu
Adalah dia , menarik tanganku , aku , pergi
Dia yang memahat rasa menjadi sederhana
Menguatkan tuannya dalam diam
Karena rasa tidak butuh kata, tapi lebih dari sekedar lisan
Meyakinkan inang tempatnya bernaung
Bahwa dia bisa saja membawaku jauh
Tapi dia juga yang mendekatkan apa yang dinanti
Karena dia sendiri punya janji
Untuk mereka pejuang kesabaran

Aku pasrah dibawa pergi oleh keyakinan





Tuesday, July 23, 2013

Membuat aku menembus imaji
Melewati gumpalan sesaknya
Kemarin mereka adalah mimpi
Saat ini ,angan itu menyatakan dirinya

Membuat waktu melepaskanku
Baru sedetik lalu aku terkungkung didalamnya
Bosan menunggu waktu yang memelukku
Kini, waktu melonggarkan lengannya

Katakan pertemuan ini selalu kembali
Layaknya matahari dan peraduannya
Pergi dan pulang, tapi selalu bertemu dalam pasti
Keindahannya membekas semuanya

Wednesday, July 17, 2013

Berbagai Macam Orang di Socmed

Tidak bisa dipungkiri kalau di zaman era yang serba canggih pakai internet ini, socmed sudah jadi hal wajib dimiliki sekarang. Sekarang kalau kita gak punya akun di socmed pasti bakal ketinggalan info, berita, topik pembicaraan, dll. Yah minimal punya friendster lah ya (eh, salah deng). Minimal punya akun facebook atau twitter.

Apa yang gue ingin bahas di tulisan kali ini adalah fenomena yang terjadi karena socmed. Orang-orang bisa menjadi sedemikian transparan tentang siapa dirinya dan bagaimana hidupnya lewat socmed. Sekarang kita gak perlu lagi nanya sana-sini buat tanya-tanya sifat, kesukaan, lagi temenan atau dekat sama siapa, asal-usul dari dimensi waktu mana, dari spesies apa teman atau gebetan lo. Bahkan, sekarang kita gak butuh SMS atau telepon buat tau dia lagi ngapain, dimana, sama siapa, atau moodnya sekarang lagi kenapa. Tinggal buka akunnya, scroll dikit, baca status-statusnya, terus ya udah nari hula-hula deh. Dan berikut adalah daftar spesies socmed yang berhasil gue rangkum versi on the got. Cekidot.

Monday, July 15, 2013

Semua tentang Masa Orientasi Sekolah

Hari ini adalah hari pertama tahun ajaran baru. Which means, hari ini juga hari pertama MOS buat anak-anak baru di SMA dan SMP x)

Hm, berbicara tentang masa orientasi sekolah alias MOS atau ospek. Saya, sebagai generasi yang sudah berkali-kali ngadepin ospek, akan mengungkit sedikit pengalaman saya di masa lalu itu. Lol.

Rasanya baru kemarin gue datang ke sekolah, pake seragam putih abu-abu. Kemeja dan rok kebesaran jadi terlihat parah karena dipake sama gue yang badannya kurus ramping nan mungil ini. Jadinya kayak pake karung. Penampilan gue jadi lebih ribet karena ada atribut ospek yang harus dipake. Pake papan nama kardus tulisannya "Barbie Rusak"Rambut dikepang sana sini. Di rambut gue ada 25 kepang. Karena waktu itu tanggal 25. Dan besoknya nambah 1 lagi. Untung ospeknya cuma 3 hari ,mentok cuma sampai 27 kepang. Kalau gak, mungkin rambut gue bisa berubah wujud jadi sarang. Segala macam bisa masuk. Ngumpetin manusia mungkin bisa, saking kribonya.

Pokoknya dari cerita-cerita yang gue dengar dari orang lain itu, ospek SMA itu penuh dengan pertumpahan darah. Seniornya galak. Disuruh ini-itu yang bikin lo bakal diinget 3 tahun. Bikin malu.

Saturday, July 13, 2013

Dapur dan Mood

Menurut saya, dapur adalah kunci dari sebuah rumah tangga. Ah, bukan cuma dapurnya aja tapi beserta pasukannya. Percuma banget kan kalau cuma punya ruangan dapur tapi gak ada apa-apanya? Gak ada kompor, peralatan makan, bahan makanan, dll? Jadi, dapur dan pasukannya itu penting. Kenapa? Berikut adalah hasil analisis saya:

Kehilangan

"Barangkali itulah mengapa kematian ada, aku menduga. Mengapa kita mengenal konsep berpisah dan bersua. Terkadang kita memang harus berpisah dengan diri kita sendiri; dengan proyeksi. Diri yang telah menjelma menjadi manusia yang kita cinta"- Dewi Lestari


Kutipan cerpen karya Dewi Lestari ini adalah salah satu favorit saya dalam bukunya "Rectoverso". Sederhana. Maknanya dalam. Tapi, tulisan kali ini bukan membahas tentang Dewi Lestari. Maaf.

Hari ini saya baru mendengar kabar duka dari salah satu sahabat saya. Ayahnya meninggal. Baru saja. Dan saya merasa menjadi orang paling jerk yang ada didunia karena tidak bisa ada di sampingnya sekarang. Menghiburnya atau sekedar ada untuk diam mendengarkan kesedihannya saja. Ah, sahabat macam apa saya. Semoga seribu doa untuk ayahanda mu sampai ke sisinya sekarang. Semoga Allah mempunyai tempat terbaik untuk ayahanda mu. Insya Allah. Aamiin. Tapi, sekali lagi, tulisan kali ini bukan hanya tentang meninggalnya ayahanda sahabat saya itu. Jadi, maaf.

Ini tentang perpisahan.

Tuesday, July 9, 2013

Flashback Ramadhan Tahun Lalu

Marhaban Yaa Ramadhan. Selamat Datang Ramadhan. Welcome Back Ramadhan. Tidak terasa semua umat muslim bertemu lagi dengan bulan Ramadhan. Sudah setahun umur postingan "Marhaban Yaa Ramadhan :*" Setahun sudah menjadi (entahlah) pribadi yang baru sejak Ramadhan tahun lalu.

Saya fikir orang-orang yang menemui dan menyambut Ramadhan dengan sungguh-sungguh, sangat beruntung. Mereka bisa beribadah, mengambil kesempatan dalam tiap detik Ramadhan, lalu saling berburu pahala berlimpah di bulan Ramadhan. Lalu, yang kemudian hasil dari semua itu (insya Allah) menjadi penghapus dosa-dosa mereka yang lalu. Sungguh mereka beruntung.

Friday, April 12, 2013

#2 Semua Orang Beruntung

Masih dengan tema bersyukur. Seperti yang sudah diceritakan pada postingan selanjutnya, kalau mengeluh adalah salah satu cara dari sekian untuk tunjukkan rasa tidak bersyukur atas semua yang Allah berikan. Bersyukur itu penting dan merupakan pesan cintaNya bahwa sudah banyak sekali nikmat yang Allah berikan untuk kita, tapi tidak jarang kita malah mengabaikan atau mengeluh. Padahal Allah udah 1000x baek banget lho.

Oke, baiklah, memang kita ,saya, semua manusia, tidak lepas dari khilaf. Kadang secara tidak sengaja mengeluh. Mengeluh satu kali kemudian berusaha disyukuri, menurut saya, selalu lebih baik daripada mengeluh berkelanjutan. Betkelanjutan artinya tiap dapat hal yg sama lagi, mengeluh lagi. Dan begitu seterusnya. Apalagi kalau keluhan-keluhan kecil sampai di umbar2 ke twitter lah, facebook, atau socmed lainnya.

Contoh kecil saja. Saya sering baca

#1 Semua Orang Beruntung

Bersyukur adalah hal kecil yang sering orang2 lupakan dalam kesehariannya. Menyadari kalau masih ada orang yang tidak lebih beruntung, dalam satu hal apapun, daripada kita. Kebanyakan mengeluh adalah salah satu cara dari sekian yang bisa dikategorikan sebagai rasa tidak bersyukur. Dan hari ini saya belajar dan saya sadar kalau saya, kita masih beruntung sampai saat ini. Saya sadar kalau ternyata Allah masih saaaangaaaat sayang dengan saya, dengan kita.

Ada seorang kenalan ibu saya. Sebut saja Bu A. Dia seorang karyawan sebuah perusahaan swasta. Dia sekarang sakit-sakitan, perlu banyak biaya untuk berobat penyakitnya yang sering kambuh. Hal yang lumrah didapatkan seorang ibu yang berumur kepala 5. Kesehatan yang selalu menurun berimbas juga dengan pekerjaannya, terbengkalai, yang mengharuskan dia harus cuti bahkan kadang absen tanpa keterangan. Kinerja sebagai karyawan di perusahaan itu ,menurun. Gajinya yang dipotong untuk konsekuensi absen kerja, harus dibagi lagi dengan biaya pengobatannya, kebutuhan hidup sehari-hari untuk dia serta anak tunggalnya dan kebutuhan lainnya yg saya

Thursday, April 11, 2013

Kapan Waktu Tepat Tutup Aurat?

Repost dari @felixsiauw

1.lihat Muslimah kami pada masa dimana keadaan jadi pelajaran | dan ketika ramai kelakuan menjadi guru tauladan

2. saat artis layar yang tak tau surga jadi panutan | dan saat orang dewasa tak bisa berikan cukup bimbingan

3. mereka ambil buku mode untuk jadi pengganti Al-Qur'an | ucapan Rasulullah ditelikung sehingga sesuai dengan keinginan 

4. mungkin tanpa sadar Muslimah keluar dari jalan Allah | mengira alasannya benar bahkan sudah jelas salah

5. apapun alasannya, membuka aurat adalah perkara tak terpuji | karena Muslimah tanpa hijab bagai bidadari yang tak bertaji

6. karena bila Muslimah sudah tampakkan keindahan badan |

Aku Nggak Mau Pake Kerudung-Jilbab Karena...

Repost dari @felixsiauw

1. sy nggak mau kerudungan! kerudungan itu kuno | "lha, itu zaman flinstones, lebih kuno lagi, nggak pake kerudung"

2. tapi kan itu kan hal kecil, kenapa kerudungan harus dipermasalahin?! | "yang besar2 itu semua awalnya kecil yg diremehkan"

3. yang penting kan hatinya baik, bukan lihat dari kerudungnya, fisiknya! | "trus ngapain salonan tiap minggu? make-upan? itu kan fisik?"

4. kerudungan belum tentu baik | "betul, yang kerudungan aja belum tentu baik, apalagi yang...(isi sendiri)"

5. sy kemarin liat ada yg kerudungan nyuri! | "so what? yg nggak kerudungan juga banyak yang nyuri, gak korelasi kali"

6. artinya lebih baik kerudungin hati dulu, buat hati baik! |

Menutup Aurat Wanita, Jilbab & Kerudung


Repost dari @felixsiauw

Bismillah..
Tulisan ini bukan untuk menyindir sinis, bukan maksud untuk membuat diri paling benar. Dengan seluruh kerendahan hati, apa yang akan saya bagikan ini anggap saja sebagai sebuah nasehat yg berusaha mengetuk pintu hati para saudari. Kalau mau dishare ulang , boleh. Semoga bermanfaat ^^

1. innalillahi kita hidup di masa Islam serasa bara api, khsususnya bagi wanita | alhamdulillah, mereka tentu dapat pahala lipat-ganda

2. terutama saat #aurat wanita diumbar, seolah bagian dari tuntutan masa | dan yang bersedia menutup #aurat bagai benda museum purba

3. salut buat akhwat kami yang mendekap cinta Allah lebih daripada rongrongan nafsu manusia | yang mengukur mulianya dari #aurat yg dibuka

4. begitulah akhwat kami, yg hanya pd Allah diia takuti, yang dirindukan lelaki pengagum Nabi, dicemburui bidadari surgawi

5. Islam memandang wanita makhluk agung, yang harus terlindung, dengan jilbab dan kerudung | agar terhormat bukan bermaksud memasung

6. karena itulah Rasul menasihati Asma binti Abu Bakar

Monday, April 8, 2013

Lagi mencari wajahmu dalam dinginnya rintik hujan
Sayup-sayup ku dengar tawamu bersama deru hujan
Lamat-lamat ku dengar deru angin membawa namamu disini
Kelabunya langit membawa kenangan tentangmu

Disini..
Sedang duduk disampingku
Menemaniku menikmati hujan
Sihir apa yang hujan miliki?
Tiap kali ia datang, selalu memaksaku mengingatmu

Kemudian mengutuknya karena itu dan mengingatmu
Tidak pernah aku sedependen ini pada kerinduan
Bagai candu..
Ketergantungan akan sensasi rasa hangat yang berdesir lembut dalam benak
Semacam keharusan untuk menggantungkan asa yang belum berujung

Salahkah hujan membuat semua orang kembali pada kenangan?
Salahkah hujan membuat sendu mengingatnya?

Salahkah hujan membuatku berpura-pura sedang berbagi tawa denganmu sekarang?

Atau apakah hanya aku yang memang senang merindumu lalu berdalih menyalahkan hujan?

Atau hanya aku yang berlebihan dalam merindu?
Menelusuri hari tiap detiknya..
Mencari jawaban atas ketidakpastian akan akhir perasaan ini nanti..
Membuat sangsi akan keberadaan kita kelak..
Aku akan damai dengan hanya memilikimu..
Atau dengan hanya mengetahui keeksistensian mu di dunia hari ini..
Bersama sepi yang ramai..
Juga rindu yang terus tumbuh..
Karena aku selalu mencabutnya..

Tuesday, April 2, 2013

Gema suara kembali datang berbisik. 
Senyap-senyap ku dengar mereka menyuruhku merindu mu lagi. 
Mereka menggelitik telinga ku dengan nama mu. 
Membuat kepala ku kembali sesak dengan wajahmu. 
Mataku dibuat pekat karena bayangan mu. 
Yang menawarkan tangannya untuk di genggam. 
Kedua tanganku dibuat saling memeluk sendiri. 
Berpura-pura seakan mereka sedang melingkar di lengan mu. 
Udara ini, membuat paru-paru ku tidak menghembuskan nafas nya baik. 
Sakit. 
Semakin ku coba menghembuskan , semakin sesak. 
Perih. 
Ternyata merindukan mu menyakitkan. 
Entahlah..aku hanya menikmatinya dalam sepi.
Sekuat apapun aku menolak
Sekuat apapun aku melawan
Keberadaan mu di dunia ini
Kerinduanku dengan dirimu
Yang selalu memaksaku untuk jatuh
Tersungkur di reruntuhan kesedihan
Dengan hati yang tersayat sana sini
Aku jatuh lalu berdiri lagi
Jatuh lalu berdiri
Tegar lalu rapuh
Rapuh lalu tegar lagi
Begitu seterusnya
Sesering apapun itu selalu terjadi
Aku selalu butuh sepi
Agar mengundang luka menganga
Satu-satunya yang membuat jatuh adalah nyata
Dan bangkit adalah mutlak

Monday, April 1, 2013

Senja tidak bisa memilih cakrawala mana yang akan menjadi peraduannya di separuh hari.

Daun yang gugur tidak bisa memilih di bumi mana dia akan mendarat lembut ketika angin menerbangkannya.

Matahari tidak bisa memilih waktu kapan dia akan redup sedikit demi sedikit lalu gelap

Rindu tidak bisa memilih kepada siapa dia akan menancap kuat. Berkoar-koar kala wajahnya teringat. Membuat sekujur tubuh hangat dipenuhi rindu. Angan-angan menyingkirkan logika.

Tapi, pastikan rindu itu pantas. Pantas untuk dibungkus dengan diam, menjaga indahnya hanya untuk kita seorang. Atau pantas untuk dibiarkan melangit bersama kecewa. Agar ia tidak menangisi keberadaannya sendiri. Agar ia tetap indah.

Rindu akan tahu kapan dia harus bertahan atau kapan harus pergi. Rindu akan tahu apakah dia teruntuk kepada orang yg tepat atau bukan.

Monday, February 25, 2013

Tidak ada yg lebih menenangkan selain menyampaikan rasa itu kepadaNya
dalam doa diam2 ,tanpa diketahui org lain ,apalagi dia :)

Karena ada rasa yang lebih terhormat di dalam hati daripada
terburu-buru dikatakan dengan cara yg salah dan waktu yg tdk tepat :)

Ingat ya dear..semua perbuatan dan lisan ,termasuk melisankan rasa
dengan org yg belum halal, akan Allah hisab di hari akhir :)

Karena itu, lebih baik ku biarkan saja nama mu mengangkasa ke
langitNya bersama doa-doa ku :)

Walau jarang berkomunikasi , jarang bertemu padahal jarak sudah dekat
, tapi tetap mendoakan dia dari jauh | bukankah cinta harus setulus
ini? :)

Jaga jarak & tdk memberi perhatian , tapi jika merindu, selalu mengadu
hanya kepadaNya..tanpa dia tahu | bukankah cinta harus setulus ini?

Karena cinta itu karuniaNya..terlalu mulia untuk diutarakan atau
diisyaratkan dengan cara yg salah dan waktu yg belum tepat :)

Karena cinta itu lebih daripada sekedar smsan , ngobrol tentang hal
tdk penting di social media , atau pergi jalan berduaan setiap hari :)

Dan tidak akan kubiarkan cinta hanya sekedar seperti itu..mengajak mu
dan sengaja mendekati mu untuk hal yg tidak benar..

Atau mengisyaratkan suka secara terang-terangan ,saling memberi harapan..

Lalu membiarkanmu utk mendekat dan membiarkanku mabuk akan perhatianmu..

Lalu membiarkan kita berada di status yg tidak halal..

Walaupun kita hanya berlabel "teman", "teman dekat"..tetapi tetap saja
cara yg salah adalah salah.. | tidak..cinta ini tidak serendah itu!
:')

Saat ini ,diam dan menjauh adalah caraku melindungi hatimu di dunia
dan menjagamu dari siksa di akhirat | bukankah cinta harus semulia
ini?

Diam lebih baik daripada bicara tapi entah akan sesuai dengan
takdirNya atau tidak.. | tidak akan kubiarkan hati kita sakit lagi
karena itu

Dan hanya menyiapkan diri & meminta kepadaNya agar yang didatangkan
jalan terbaik untuk kita , adalah yang bisa dilakukan saat ini..

Karena itu rasa ini akan dikembalikan dan dipercayakan hanya kepada
Sang Maha Cinta..

Dan tetap cintaNya yg ku agungkan di atas segala cinta..


bukankah hanya Dia dan RasulNya yang harus paling kita cinta?

Saturday, February 23, 2013

Ramuan Bahagia

(repost dari @HijabAlila)

Bismillah..

1.Bertaqwa. Orang2 beriman itu tenang karna tujuannya hanya Allah,
sedih dan senang biasa saja, khawatir hanya jika ibadahnya berkurang.

2.Bersyukur. Nikmat Allah sangat banyak, berkahNya tak terhitung,
kebaikanNya bertebaran, apalagi yang mau kita dustakan?.

Terbangun dipagi hari dengan udara sejuk, anggota tubuh yg lengkap,
masih bisa bernafas, masih bisa bergerak

IA memberikan lebih dari yang kita butuhkan, Seharusnya syukur lebih
besar dan berbagi lebih banyak.

3.#JagaLisan. Terlalu banyak mengeluh, marah, mengkritik, protes itu
bisa jadi karna kita kurang bersyukur dan ikhlas. Kalem yah :).

4.Pilih Lingkungan yang positif. Kita akan terus bersemangat jika
dikelilingi orang2 yg bersemangat dalam kebaikan.

Hindari kumpulan orang2 yang kerjanya ngegosip, ga ada untungnya,
energi baik kita akan terkuras!.

Bagaimana rasanya berkumpul dgn mereka yg hobinya ngomongin orang?
Pasti akan beda kalo berkumpul sama org yg berprestasi #Catet

5.Lakukan pekerjaan yg kita sukai. Kalau sudah ngga cocok, daripada
mengeluh dan marah2 terus, lebih baik cari yg lain

Friday, February 22, 2013

Tentang Do'a

(repost dari @kuliahISLAM)

Bismillah..

1.#PenghalangDoa (1) Makan, minum dan berpakaian dari yang haram,
boleh jadi secara zatnya haram atau cara memperolehnya yang haram.

2. .Dalam hadits Abu Hurairah disebutkan bahwa Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda, #PenghalangDoa

3."Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyib (baik). Dia
tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. #PenghalangDoa

4. .... meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya)." (QS. Al
Mu'min: 14) #Do'aMudahDiijabah

5.Firman-Nya: 'Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik
(halal) dan kerjakanlah amal shalih. #PenghalangDo'a

6.Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.' #PenghalangDo'a

7.Dan Allah juga berfirman: 'Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah
rezeki yang baik-baik #PenghalangDoa

Friday, February 15, 2013

Kembali memelukmu dalam doa agar kamu selalu dilindungi hati dan imannya :)

Untukmu doa, doa, dan hanya doa kepadaNya yang bisa terucap ketika
rasa masih belum boleh diucapkan kepadamu :')

Jika kamu adalah jawaban , akan datang waktu dan jalan yang tepat nan
halal untuk kita..bukan lalu , bukan sekarang , tapi nanti.. :)

Biarkan mereka menebak-nebak siapa "kamu" yang namanya selalu
kusebutkan dalam doa ketika merindu :)

Mereka tidak akan tahu siapa "kamu" , yang menjadi rumah untuk rasa ku
kembali pulang :)

Hanya Dia yang tahu siapa nama dalam doaku , kamu hanya perlu
mendekatiNya jika ingin tahu apakah kamu adalah orangnya , jawabannya
:)

Semoga hatimu menjadi rumah untukku lagi suatu hari nanti :)

Tapi , untuk saat ini biarkan kita sesekali saling menyapa biasa dan
aku akan memendam rasa yang hanya bisa kuadukan kepadaNya :)

Untuk saat ini , silahkan kejar dan fokuslah dengan target yang telah
kamu katakan..semoga Allah memudahkan dan membimbingmu :)

Dan untuk saat ini , aku biarkan cintaNya saja yang memenuhi hati dan
hanya kepada Dia ,rasa kepadamu ini kukembalikan :)

Tuesday, January 1, 2013

Corner Of Thoughts

Jangan meremehkan yang kecil jika ingin melakukan sesuatu yang besar.
Kalau yang kecil saja kita selalu menganggap nya gampang , yakin kalau bakal bisa melakukan yang besar nanti? Sudah dicoba belum? 
Hal yang besar itu berasal dari hal yang sangat kecil..

Menurut saya , walaupun kecil , itu tetap namanya tanggung jawab. Kalau tidak mau menerima hal kecil untuk dipertanggungjawabkan , bagaimana Tuhan mau yakin dengan kita , ketika Dia akan memberikan hal besar untuk dipertanggungjawabkan kelak? Sedangkan hal-hal kecil yang menjadi asal dari hal besar tersebut saja kita tidak pernah melakukan , karena kita tidak mau? 

Hal kecil memang akan menghasilkan yang kecil juga. Itu pantas. Apa yang diberikan , itu yang akan didapatkan , bukan? Nah! Supaya hal besar yang menghasilkan yang besar itu datang , kita harus siap dulu. Bagaimana caranya? Mulai dari hal kecil.  Memperhatikan hal kecil. Melakukan hal kecil. Dengan melakukan hal kecil yang banyak , dan sedikit perasaan ikhlas , insya Allah , akan mendatangkan hal besar. Kalau sudah mengerjakan hal besar , pasti akan menghasilkan hal yang besar juga kan? 
Jangan lihat hasil , kenali dulu prosesnya..persiapkan dan libatkan diri dalam prosesnya yang penuh dengan hal kecil untuk menerima hasil yang besar 

Semua hasil yang kita harapkan itu ada prosesnya. Ada waktunya. Butuh inci demi inci langkah pasti menuju hasil. Butuh detik demi detik untuk bisa menuju kesana. Butuh setiap sel tubuh dan setiap bagian hati yang ikhlas , untuk bisa menuju kesana. Bukan setiap langkah-langkah tidak pasti , bukan dalam sekejap , dan bukan hanya dengan membalikkan telapak tangan untuk hadepin jalan proses yang rutenya tidak menentu , punya hambatan  tidak jelas ,dan  permukaannya tidak berbatu.
Semua hasil yang baik itu bukan didapatkan dari proses yang  instan. Well..it takes everything from you for reaching the goal. 

Day 10: Your Bestfriend

Di bangku SD, sahabat saya ada dua orang. Mereka adalah teman sekelas dan teman satu mobil jemputan. Kami bahkan tidak tahu apa itu sahabat....