Wahai kau..
Tahukah bahwa rindu sudah memilihmu?
Sulit aku menahannya, menyimpannya rapat-rapat agar ia tidak keluar sia-sia.
Agar lisan ini bahkan tidak bisa menerjemahkannya menjadi kata yang bisa kau dengar.
Menjadi pernyataan yang bisa kau ketahui.
Ketika rindu datang lagi, kubiarkan dia dan dirimu menjadi air mata di ujung sajadahku.
Wahai kau..
Tahukah bahwa hati memilihmu?
Jatuh bangun aku untuk tidak membiarkannya berangan-angan.
Untuk tidak mengharapkanmu bayanganmu tetap ada didalam sana.
Ketika bayangmu datang,setengah mati pula hati ini terus menyebutNya.
Ketika bayangmu datang, kubiarkan ia menjelma menjadi sebait doa yang terapal di heningnya sepertiga malam
Wahai kau..
Sulit sekali merasakan apa yang orang-orang bilang cinta dalam diam ini.
Inginnya kaki ini terus menujumu
Kuat sekali rasanya keinginan hati ini untuk membuatmu tahu semuanya
Maafkan aku yang harus berjalan menjauhimu.
Bukan karena benci, justru karena rasa ini semakin dalam.
Dia tahu.
Dia tahu siapa pemilik rindu.
Hanya kepada Dia kukembalikan lagi semuanya.
Rasa. Rindu. Hati.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Day 10: Your Bestfriend
Di bangku SD, sahabat saya ada dua orang. Mereka adalah teman sekelas dan teman satu mobil jemputan. Kami bahkan tidak tahu apa itu sahabat....
-
I haven't made my own resolutions for 2019. Tapi, sepertinya resolusiku di tahun 2019 tidaklah muluk. Yang pada intinya, saya ingin 201...
-
Di bangku SD, sahabat saya ada dua orang. Mereka adalah teman sekelas dan teman satu mobil jemputan. Kami bahkan tidak tahu apa itu sahabat....
-
"Assalamualaikum, saudariku. Langsung saja, saya ingin menanyakan sesuatu. Sangat sederhana. Ketika seorang muslimah jatuh cinta, apa y...
No comments:
Post a Comment