Friday, September 20, 2013

Ketika Seorang Muslimah Jatuh Cinta...

"Assalamualaikum, saudariku. Langsung saja, saya ingin menanyakan sesuatu. Sangat sederhana. Ketika seorang muslimah jatuh cinta, apa yang dia harus lakukan? Sedangkan ia tahu, cinta dengan cara yang Allah tidak suka, bukan jalannya. Misalnya pacaran, teman tapi mesra, atau apapun itu yang bisa mengundang syahwat, kesempatan berkhalwat dengan lawan jenis. Mohon bantu saya menjawab pertanyaan ini. Jazakillah khairan katsiran yaa ukhti" 

Ini adalah salah satu DM (dengan edit seperlunya) yang ditujukan pada akun twitter anonim milik saya sendiri. Mungkin dia salah satu follower saya, dan tergerak hatinya untuk curhat setelah membaca tweet-tweet saya selama beberapa hari ini. Yang memang tema bahasannya tidak jauh dengan topik jatuh cinta. Walaupun saya bukan ahlinya, tidak bermaksud menggurui, tapi dengan pengalaman dan ilmu yang saya tahu, saya akan coba jabarkan jawabannya.

Hmm..berbicara mengenai jatuh cinta, mengenai perasaan sebenarnya sangat sederhana. Penyelesaiannya tidak panjang lebar layaknya sebuah cerpen atau novel romantis yang tebalnya sampai berratus halaman karena muncul banyak konflik didalam plotnya. Sebagai seorang muslim/muslimah, jatuh cinta juga tidak boleh ditanggapi jauh dari koridor Islam. Dalam Islam, solusi untuk seseorang yang jatuh cinta hanya ada dua: Menikah atau Mencintai Dalam Diam.

Begini, Islam sudah menetapkan 2 pilihan tadi yaitu Menikah atau Mencintai Dalam Diam. Untuk para muslim dan muslimah yang memang sudah siap menikah, tentu perkara jatuh cinta ini sangat mudah. Mereka bisa menikah ketika hatinya yakin dengan calonnya. Tapi, yaah namanya juga cinta, datangnya tidak bisa ditebak kapan dan kepada siapa ia tertaut, tanpa plih manusia, ia bisa saja datang kepada 2 manusia yang belum siap menikah. Bagaimana dengan mereka yang tiba-tiba jatuh cinta tapi belum siap menikah? Satu-satunya solusinya adalah Mencintai Dalam Diam.

Ketika seorang muslimah jatuh cinta..
Tidak perlulah sengaja memperlihatkan diri didepannya. Berusaha menarik perhatiannya dengan kecantikan kita. Berusaha mendekatinya dan asik bercanda berdua dengannya. Cukup dengan persiapkan dirimu untuk jodoh halalmu kelak. Persiapkan imanmu. Persiapkan sebaik-baiknya dengan ilmu agama dan ilmu dunia ( asal jangan ilmu hitam, ilmu pink ajaah lebih cantik :) ). Tutup auratnya dengan syar''i. Bentengi diri dengan puasa. Bacaan Alqur'an nya dipermantap. Kalau perlu hafalannya ditambah. Batasi diri dari pergaulan dengan lawan jenis, jaga jarak dengan dia. Serahkan semua kepada Allah. Pokoknya kalau lagi jatuh cinta ,kalem aja deh :)

Dalam mencintai dalam diam, hendaknya berusahalah menepis perasaan yang berkibar-kibar dalam hati. Hendaknya berusaha menyederhanakan hatinya. Dan juga akalnya. Berusaha tutup rahasia hatimu rapat-rapat. Cukup lepaskan semua perasaan dalam sebentuk doa. Doakan saja dia. Lepaskan semuanya dalam sujud. Heningkan ia dalam sujud di sepertiga malammu. Ceritakan semua perasaanmu kepada Allah. Berharaplah yang terbaik hanya kepada Allah. Jangan malah kau biarkan perasaanmu berceceran di social media dengan curhat kayak sinetron. 

Karena dengan menyibukkan diri dengan ibadah dan kegiatan positif ,setidaknya jika seandainya dirimu ternyata tidak berjodoh dengannya atau ternyata perasaanmu malah berangsur-angsur hilang, kamu tidak akan rugi apa-apa. Tidak akan sia-sia. Tidak ada hati yang harus tersakiti. Juga tidak akan membuatmu malu akan apapun padanya. Terlebih malu pada Allah. Malah akan semakin membentuk dirimu sebaik-baiknya sebelum jodohmu yang sebenarnya datang menjemput. Ingat konsep jodoh dalam surah An-Nur ayat 26, kan? :')
Pahamkan perasaanmu bahwa jika laki-laki itu berakhlak, tentu dia tidak mengajakmu pacaran, tapi mendatangi ayahmu dan melamarmu untuk dinikahi baik-baik. Sesuai ajaran Rasulullah saw. ,kan? Jika kalian berjodoh, maka Allah akan pertemukan juga. Jika tidak berjodoh, maka Allah akan pertemukan dengan yang lebih baik buatmu.

Falling in love is as simple as that way :')

Wallahu a'lam bish-shawab...

12 comments:

  1. berubahnamo noni.... :D
    semakin bijak tawwa.... jdi malu saya sama jenggot... -_-

    ReplyDelete
  2. pasti anonim2 ini orang yg saya kenal -_-a

    ReplyDelete
  3. By the way, thanks for reading, guys :D

    ReplyDelete
  4. trimaksih, jatuh cinta berlebih menggebu-gebu jika bertemu dgn dia,dan cenderung over,bagaimana kalau sudah terjadi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sudah terlanjur, hatinya disederhanakan lagi. Berusaha buat tepiskan perasaannya sedikit demi sedikit lewat doa. Mohon yang terbaik menurut Allah. Jangan ngarep duluan dia yg jd jodoh mbak, berharapnya yg jodoh terbaik aja. Jika perlu, jadikan perasannya sbg cambuk utk menjadikan diri lebih baik lagi. Gitu, mbak. Semoga jawabannya berkenan yaaa :))

      Delete
    2. Trimakasih kasih kembali mbak saya akan usahakan untuk lebih sederhana untuk mencintai dalam diam

      Delete
    3. iya sama2, semoga bermanfaat ya mbak :)

      Delete
  5. tapi jika sudah terlanjur memperlihatkan diri? gimana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksud mbak, memperlihatkan diri yg kayak gimana ya?

      Delete
  6. terima kasih atas ilmunya yang sangat bermanfaat..

    ReplyDelete

Day 10: Your Bestfriend

Di bangku SD, sahabat saya ada dua orang. Mereka adalah teman sekelas dan teman satu mobil jemputan. Kami bahkan tidak tahu apa itu sahabat....