Tuesday, November 26, 2013

Ngapain Manyun?

Bersyukur itu tidak gampang. Sulit sekali. Gak peduli seberapa kali pun kita menguatkan diri untuk tetap nikmat Allah yang lain. Gak peduli mau berapa kali kita terus positif untuk terus bersyukur atas setiap detil kecil dalam hidup, baik yang luput maupun tidak luput dari penglihatan kita. Pasti manusia akan mengeluh juga. Walau cuma sekali.


Tapi, bukannya bakal lebih capek lagi kalau tiap hari mengeluh terus? Sedikit-sedikit, mengeluh. Lagi sendiri dikit, mengeluh. Lagi susah sedikit, mengeluh lagi. Lagi galau sedikit, mengeluh terus. Mengeluh dulu, Mengeluh lagi, Mengeluh terus. Padahal manyun juga bikin capek kan? Lho? Kok manyun sih? Lha iya, orang lagi mengeluh biasanya sih sambil manyun, ya kan? ( ^^)/

Lagipula :

“Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad) 

Kalau sedikit-sedikit mengeluh, kapan bersyukurnya? Kalau terima yang sedikit saja ogah-ogahan bagaimana bisa dikasih yang banyak? Tapi, yang namanya mengeluh pasti semuanya bakal dilihat masih kurang. Nah, yang dilihat saja menurutnya masih kurang, apalagi yang luput dari penglihatan kita. Padahal itu bisa jadi nikmat yang lebih besar dari apa yang kita tahu. Mengeluh itu bikin semuanya jadi serba kurang, serba tidak cukup.

Padahal :

“Dan Dia telah memberimu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat lalim dan banyak mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim: 34).

Pikirkan ini lagi :) 

No comments:

Post a Comment

Day 10: Your Bestfriend

Di bangku SD, sahabat saya ada dua orang. Mereka adalah teman sekelas dan teman satu mobil jemputan. Kami bahkan tidak tahu apa itu sahabat....