Tuesday, May 31, 2016

Calon Mama nya Kakak.

Now, i know the struggle of pregnant moms. Because i finally am a mom-to-be. Calon Mama nya Kakak. Gue panggil Kakak aja, soalnya lucu aja. Mau panggil "sayang" tapi kayaknya gue geli sendiri. Hahaha.


Alhamdulillah. Gak bisa digambarkan rasa bersyukurnya saat ini. Jujur aja, ini adalah salah satu kekhawatiran gue sebelum menikah. "Kapan gue bisa punya anak?" Dan Tuhan mengusir segala khawatir gue dulu dengan mengirimkan kehidupan di dalam rahim gue sendiri. Yang bakal jadi pelipur lara keluarga kami jika ia lahir. Yang bakal meneruskan amal jariyah. Mendoakan kami, orangtuanya, di dunia dan akhirat. Insya Allah, kalau dia sehat sampai lahir. Lahir dengan sehat, lengkap dan selamat. Insya Allah. Aamiin..



Gak berhenti gue selalu khawatir di kehamilan pertama ini. Heran, gue hobinya khawatir aja. Hahaha.. But, i can't help it. Rasa khawatir itu tetap ada. "Dia didalam sehat gak ya? Makan gak ya?",  atau "dia kecapean gak ya setelah gue bawa-bawa kerja seharian?" Kekhawatiran itu wajar, bagus malah. Bikin kita lebih berhati-hati lagi dengan apa yang kita makan dan apa yang kita lakukan. Tidak sedikit orang yang bertanya. Usia kehamilan gue kok lebih lama daripada usia pernikahan gue? Gue baru nikah 7 minggu, kok hamil nya sudah 8 minggu? Ada yang pernah seperti ini?


Jangan khawatir, ibuk-ibuk. Ternyata ada penjelasan ilmiahnya. Gaes, buat kalian yang belum menikah atau hamil, perlu calon ibu dan calon ayah pelajari tentang tanggal-tanggal penting dalam menentukan kehamilan. Perlu belajar bagaimana cara mengetahui masa subur si calon ibu. Dan mulai perhatikan siklus haid dan kalau perlu catat tanggal haid tiap bulannya. Gak usah malu lah. Udah dewasa ini juga. Apalagi yang udah nikah.


Selengkapnya kalian bisa baca disini ya (baca: Cara Menghitung Masa Subur). Female only!

Terus, bagaimana cara menghitung usia kehamilan? Kalau kalian menghitung dari tanggal setelah pernikahan, itu salah, gaes. Ilmu kedokteran selalu menghitung usia kehamilan awal dari Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). Makanya, kalau periksa ke dokter, pasti dan yakin serta percaya saja, pertanyaan pertamanya yakni: "Sudah nikah?" lalu diikuti dengan pertanyaan "Kapan hari pertama haid terakhir anda?". Bukan malah ditanya "kapan kalian menikah?". Gak penting juga kalik dokter tau kapan lo nikah nya. Gak diundang juga kan?


Misalnya, HPHT 02 April 2015. Menikah tanggal 12 April 2015. Periksa ke dokter, ternyata hamil, tanggal 15 Mei 2015. Berarti usia kehamilannya diperkirakan sudah satu bulan. Terhitung dari tanggal 02 April 2015 tadi. Jadi, bukan dihitung setelah malam pertama menikah ya, gaes. Yang udah jadi ibuk-ibuk pasti ngerti deh.


Lalu, seiring dengan berkembangnya janin, calon ibu juga perlu tahu Hari Perkiraan Lahir (HPL). Hitungnya pake rumus Neagele.

Contoh:
Diketahui = HPHT 17 - 04 - 2015
Jadi, HPL = (17+7) - (4-3) - (2015+1) = 24 -  01    - 2016

HPL ini bisa berubah seiring dengan perkembangan calon bayi didalam rahim. Jadi, rumus HPL ini hanya memprediksi, sisanya God do the rest. Biasanya ada kan ya calon ibu yang melahirkan di tanggal lebih cepat atau lebih lambat dari tanggal HPL nya.

Kalian bisa baca disini ya (baca: Cara Menghitung Usia Kehamilan). Manfaatkan dengan tujuan benar. I also welcome for any correction a.k.a CMIIW :)



Apa masih belum jelas? Ya ampyuuuuunnnnn. Makanya, menikah sono! Biar ngerti. Inget ya nikah dulu. Yaelah.


Kok tulisan ini mirip soal matematika ya? *facepalm* Gak apa-apa sih. Siapa tahu ini bermanfaat buat para calon ibu dan calon bapak yang penasaran kenapa sih hitungan dokter berbeda dengan yang orang-orang awam, dan bahkan kita sendiri, biasanya percaya. Lantas, aku harus berpihak ke siapaaaah? *jerithati* Ingat ya, apa yang biasa belum tentu benar, gaes. Tapi, biasa mencintai kamu pasti benar *cuih..* 

Jadi gitu, ya teman-teman yang baik hati. Semoga tulisan ini meluruskan apa yang selama ini telah bengkok. Semoga ini menjadi informasi yang bermanfaat buat para calon ibu-ayah muda. Serta, menjawab prasangka-prasangka negatif yang telah dibiasakan di masyarakat awam. Hati-hati lho. Wallahu a'lam. Maaf kalau ada salah kata. Dan inget, jangan kebanyakan nonton Barattan #iykwim. Lha? Apa hubungannya? 


Kehamilan itu suci. Tanpa noda. Tanpa dosa. Begitu juga dengan ia, si mungil yang ada dalam rahim sang calon ibu. Maka, hendaknya kita jaga ia dalam kebaikan. Jadikan ia bersih hati dan fisiknya, seawal dia tumbuh hingga ia lahir. Sebab bukan karena prasangka ia ada, tapi karena Tuhan jadikan ia hidup.

No comments:

Post a Comment

Day 10: Your Bestfriend

Di bangku SD, sahabat saya ada dua orang. Mereka adalah teman sekelas dan teman satu mobil jemputan. Kami bahkan tidak tahu apa itu sahabat....