Thursday, October 31, 2013

Tentang Menjaga Lisan

Orang-orang selalu berfikir tentang apa yang mereka lihat. Tidak peduli benar atau salah #MenjagaLisan

Itu sebabnya ada yang namanya fitnah, ghibah, dan lain-lain #MenjagaLisan

Itu sebabnya wanita dan pria diperintahkan untuk menjaga pandangannya, auratnya, dan kemaluannya. Cek surah An-Nur ayat 30-31 ya.. #MenjagaLisan

Tapi, bagaimana kalau sudah berusaha menjaga semua perilaku tapi masih adaaaaa aja yg berfitnah atau berghibah ttg kita? #MenjagaLisan

Solusinya >> "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Al-Bukhari no. 6090 dan Muslim no. 48).

Kalau ada yang ngomongin, diam aja. Cuekin aja. Tidak ada guna mau dibalas kata atau berusaha dibantah habis-habisan #MenjagaLisan

Kalau fitnah/ghibah diladenin terus, dijamin deh bakal gak ada habisnya #MenjagaLisan

Karena mau berbuat A atau B, baik atau tidak, tetap akan ada yang berkomentar. Itulah manusia :)) #MenjagaLisan

Mending diam. Daripada ngomong tapi masalah jadi meluber kemana-mana. Dosa juga makin nambah :| #MenjagaLisan

Mending orang-orang itu didoakan yang baik-baik. Kita jadi dapat pahala juga, kan? #MenjagaLisan :))

Apapun yang mereka katakan, tutup mulut dan telinga saja. Mereka manusia juga kok.. :D #MenjagaLisan

Terus perbaiki diri lebih baik lagi, lurus bersama Allah dan hanya karena Allah. Itu lebih penting #MenjagaLisan

Semoga Allah membantu dan membimbing kita dalam #MenjagaLisan. Aamiin :)

Wednesday, October 23, 2013

#5 Intermezzo (Eps. Siang Terakhir)

Setiap kepala tertunduk. Memberikan kesempatan pada masing-masing hati meratap, mengenang, mendoakan, apapun itu yang bisa mengiringi sejasad ,yang sudah terbujur kaku dihadapan mereka, dengan tenang. Melepaskan gundukan kesedihan yang menyesakkan karena kehilangan, lalu ikhlas. Iya, agar keikhlasan bisa menempati hati mereka.

Siang ini, tidak ada yang lebih menyesakkan bagi mereka, selain kehilangan orang yang mereka cinta. Beribu-ribu doa yang baik-baik akan mereka lisankan.

Kehilangan. Ajal. Kematian. Tidak perlu saya tuliskan terlalu banyak. Setiap kitab suci sudah mengabarkannya. Semua manusia lebih mengerti maknanya dalam dirinya masing-masing

Bagi saya, tidak ada pelajaran, peringatan, yang lebih dekat jaraknya, yang lebih dalam maknanya, dan yang lebih berarti selain kehilangan, pada siang itu.

Saturday, October 19, 2013

#4 Intermezzo (Eps. Pisa Cafe)

Baik, saya "terjebak" dalam pertemuan kecil Bapak dan para rekan kerjanya. Sore ini diawali dengan saya yang berusaha menghabiskan sepiring mie goreng, apa tadi namanya? Hmm..lupa. Pokoknya yang tertulis dimenu bukan "mie goreng" tok! Tapi, gambarnya memang terlihat seperti mie goreng. Suap demi suap saya paksakan. Kenapa terpaksa? Pasalnya, seporsi mie yang saya makan ini rasanya asin-cetar-membahana-luar-biasa-laksana-semesta-terpecah. Singkatnya, rasanya asin. Mungkin chef nya salah kecap. Dia kira masukkan kecap manis, padahal kecap asin. Buat yang tidak tahu apa bedanya, kecap manis itu kental sedangkan kecap asin itu cair.

Kepala saya sampai nyut-nyutan karena batin saya tidak kuat menahan rasa asinnya. Akhirnya saya menyerah dan mengakhiri "perjuangan" ini dengan minum segelas es kopi dengan es krim vanilla diatasnya. Entah apa pula nama minuman ini. Lupa. Rasanya yang tidak terlalu manis ini enak, membuat lidah saya lupa dengan rasa mie yang super asin tadi. Saling melengkapi. Sempurna.

Seperti hidup. Tidak semuanya akan berjalan lancar. Akan ada saatnya jatuh. Akan ada skenario yang tidak menyenangkan. Kita memang butuh itu untuk membuat hidup seimbang. Sempurna seperti yang diinginkan Sang Maha Sempurna, Allah.

Sekian. And enjoy your perfect life, people!

Friday, October 18, 2013

Tuesday, October 8, 2013

Fabiayyi alaairobbikumaa tukaddzibaan..

Fabiayyi alaairobbikumaa tukaddzibaan..
Semburat surya menyeruak melewati batang-batang pohon yang sedang tumbuh tinggi. Hanya Allah yang tahu berapa centimeter setiap harinya pohon-pohon ini bertambah tingginya. Rumput-rumput ilalang bertiup mengikuti kemana arah angin lembut ini yang tiba-tiba meniupkan diri. Tidak terlalu dingin tapi juga tidak terlalu panas. Jalanan masih lengang hanya diisi oleh beberapa kendaraan berkecepatan sedang, mungkin para pengendaranya juga mencoba menikmati pagi sama seperti yang saya lakukan. Memang letaknya jauh, terpinggirkan dari ramainya kota Makassar tapi satu hal yang saya patut syukuri dari lingkungan tempat saya tinggal ini, saya masih bisa merasakan langsung hangatnya surya menerpa wajah disaat para warga kota jarang bisa merasakan juga karena mulai berjamurnya gedung-gedung tinggi ditambah polusi gas-gas emisi dari ribuan, jutaan kendaraan. Pagi yang indah setiap harinya. Maka, nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?


Saturday, September 28, 2013

#3 Intermezzo (Eps. Makassar)

Marah-marah itu tidak baik. Apalagi di socmed. Percaya tidak kalau apa yang kau tulis dan apa yang kau baca di timeline twitter (Kenapa twitter? Karena basicnya, twitter ini lebih praktis dan lebih sering muncul update dibandingkan dengan facebook. Lebih banyak orang disana. Mungkin karena sudah banyak orang yang lebih pilih twitter.) ,bisa mempengaruhi pribadi dan repetation dalam hidup si usernya? Kalau bacanya suka yang ramalan-ramalan, secara tidak sadar akan cenderung untuk seperti yang tertulis, lalu percaya. Kalau bacanya suka yang lucu becanda, lama kelamaan jadi pribadi yang suka melawak. Kalau bacanya suka yang galau (yah seperti akun-akun galau itu, tidak tahu mereka sebenarnya punya kehidupan atau tidak. Suka menulis yang galau terus. Yang ada bikin orang yang baca tambah galau. Galaunya salah lagi, galau karena gebetan atau pacar. Prett lah), jadi ikutan galau juga, bisa galau karena pacar, galau karena mantan, masa lalu, sekali lagi, prett lah. Memang ada juga orang pecandu socmed yang memegang prinsip "tidak semua yang kamu baca adalah aku, dan tidak semua yang aku tulis adalah kamu", tapi tidak sedikit juga yang update tulis status itu spontan, keluar begitu saja dari orang itu, apa adanya. Kalau seperti ini, membaca orang bisa jadi sangat mudah dengan bantuan socmed. Jadi, hati-hati dengan socmed. Jangan terlalu umbar perasaanmu disana. Setiap detik orang membuka twitter dan facebook. Karena orang bisa saja menilai dan membicarakan kita sembarangan. Benar bisa jadi ghibah, salah bisa jadi fitnah. Anggap saja ini sebuah pesan pengingat dari seseorang yang juga tidak sempurna, tidak bermaksud menggurui, pilihan tetap ada pada kalian.

#2 Intermezzo (Eps. Jakarta)

Disney Channel masih saja menayangkan kartun. Padahal sekarang sudah jam 22.27. Anak kecil mana yang masih bisa  nonton jam begini? Kecuali remaja yang desperate karena mencari tontonan TV yang bagus malam ini, padahal acaranya begitu-begitu saja, Disney Channel jadi pelarian bagus malam ini. Siapa tahu saya bisa mimpi yang warna-warni. Dikelilingi animasi-animasi. Ah, benar-benar putus asa sekali dengan acara TV negara sendiri.

Hari yang absurd, (aneh, saya suka sekali pakai kata absurd. Mungkin karena semua terasa menggelikan di mata saya. Menggelikan dan "menggelikan". Beda. Dan saya mempunyai dua persepsi itu di semua hal). Dimulai dengan siang yang panjang. Berkutat dengan kemacetan ibukota. Membuat saya cukup bersyukur dengan kemacetan di Makassar. Entah apa yang membuatnya beda, padahal sama-sama terjebak di tengah jalan beserta ribuan kendaraan lain, panas, cuma yang membedakan adalah jalan tol di makassar tidak pernah macet. Itu saja. Tapi, lain kali saja kita bahas tentang macet. Terlalu banyak hal-hal yang sebenarnya paling basic, yang menjadi akar masalahnya, yang harus dicerna dulu lalu ke penyelesaiannya. Terlalu panjang.

Friday, September 27, 2013

#1 Intermezzo (Eps. Jakarta)

Suasana bandara mulai lengang. Belasan orang yang menunggu di depan pintu kedatangan berkurang sedikit demi sedikit. Terlihat 1-2 orang yang memutuskan untuk tidak beranjak meninggalkan selangkahpun ruangan Kedatangan ini. Entah apa yang mereka tunggu disini. Entahlah mungkin sama saja seperti saya, menunggu seseorang, bisa saja keluarga, teman, atau kerabat, menjemputnya.

Para pencari penumpang taksi juga masih saja berseliweran di ruangan ini. Menunggu para pendatang lain dari jadwal penerbangan lainnya pula. Puluhan koper serta barang-barang lainnya, kebanyakan kardus lengkap dengan tali rafia yang mengikatnya, keluar dari, entah apa ya namanya, semacam eskalator (mungkin), haha tidak ada yang lebih lucu selain menertawakan pikiran bodoh kita sendiri. Barang-barang keluar teratur, satu persatu diangkut oleh si empunya, lalu diangkut dengan kereta dorong khusus barang (entah apa lagi namanya, haha).

Beberapa orang juga memutuskan untuk menjinjing, mendorong kopernya yang beroda, lalu ada juga yang memunggungi tas ranselnya. Bahkan ada beberapa penumpang yang melakukan ketiga-tiganya.

Tuesday, September 24, 2013

Tentang Istihadhah

Apakah para muslimah tahu apa itu #Istihadhah?

#Istihadhah adalah darah penyakit yang keluar terus-menerus dan mengalir bukan pada waktunya. #Istihadhah ini tidak sama dengan darah haid.

Mungkin ada yg beranggapan kalau seorang perempuan yg mengalami #Istihadhah tidak boleh melaksanakan sholat dan puasa, sama seperti yg haid. Padahal hukum perempuan yang mengalami #Istihadhah dan yang mengalami haid itu BERBEDA
Darah menstruasi adalah merupakan darah yang telah rusak, adapun darah #Istihadhah adalah darah biasa. Jangka waktu haid telah dikenal, sebelum istihadhah. Jangka waktu yg telah dikenal itu dianggap masa haid, selebihnya sebagai #Istihadhah

Ini berdasarkan hadis Ummu Salamah:

Friday, September 20, 2013

Balada Cinta Dalam Diam

Wahai kau..
Tahukah bahwa rindu sudah memilihmu?
Sulit aku menahannya, menyimpannya rapat-rapat agar ia tidak keluar sia-sia.
Agar lisan ini bahkan tidak bisa menerjemahkannya menjadi kata yang bisa kau dengar.
Menjadi pernyataan yang bisa kau ketahui.
Ketika rindu datang lagi, kubiarkan dia dan dirimu menjadi air mata di ujung sajadahku.

Wahai kau..
Tahukah bahwa hati memilihmu?
Jatuh bangun aku untuk tidak membiarkannya berangan-angan.
Untuk tidak mengharapkanmu bayanganmu tetap ada didalam sana.
Ketika bayangmu datang,setengah mati pula hati ini terus menyebutNya.
Ketika bayangmu datang, kubiarkan ia menjelma menjadi sebait doa yang terapal di heningnya sepertiga malam

Wahai kau..
Sulit sekali merasakan apa yang orang-orang bilang cinta dalam diam ini.
Inginnya kaki ini terus menujumu
Kuat sekali rasanya keinginan hati ini untuk membuatmu tahu semuanya
Maafkan aku yang harus berjalan menjauhimu.
Bukan karena benci, justru karena rasa ini semakin dalam.
Dia tahu.
Dia tahu siapa pemilik rindu.
Hanya kepada Dia kukembalikan lagi semuanya.
Rasa. Rindu. Hati.

Ketika Seorang Muslimah Jatuh Cinta...

"Assalamualaikum, saudariku. Langsung saja, saya ingin menanyakan sesuatu. Sangat sederhana. Ketika seorang muslimah jatuh cinta, apa yang dia harus lakukan? Sedangkan ia tahu, cinta dengan cara yang Allah tidak suka, bukan jalannya. Misalnya pacaran, teman tapi mesra, atau apapun itu yang bisa mengundang syahwat, kesempatan berkhalwat dengan lawan jenis. Mohon bantu saya menjawab pertanyaan ini. Jazakillah khairan katsiran yaa ukhti" 

Ini adalah salah satu DM (dengan edit seperlunya) yang ditujukan pada akun twitter anonim milik saya sendiri. Mungkin dia salah satu follower saya, dan tergerak hatinya untuk curhat setelah membaca tweet-tweet saya selama beberapa hari ini. Yang memang tema bahasannya tidak jauh dengan topik jatuh cinta. Walaupun saya bukan ahlinya, tidak bermaksud menggurui, tapi dengan pengalaman dan ilmu yang saya tahu, saya akan coba jabarkan jawabannya.

Hmm..berbicara mengenai jatuh cinta, mengenai perasaan sebenarnya sangat sederhana. Penyelesaiannya tidak panjang lebar layaknya sebuah cerpen atau novel romantis yang tebalnya sampai berratus halaman karena muncul banyak konflik didalam plotnya. Sebagai seorang muslim/muslimah, jatuh cinta juga tidak boleh ditanggapi jauh dari koridor Islam. Dalam Islam, solusi untuk seseorang yang jatuh cinta hanya ada dua: Menikah atau Mencintai Dalam Diam.

Begini, Islam sudah menetapkan 2 pilihan tadi yaitu Menikah atau Mencintai Dalam Diam. Untuk para muslim dan muslimah yang memang sudah siap menikah, tentu perkara jatuh cinta ini sangat mudah. Mereka bisa menikah ketika hatinya yakin dengan calonnya. Tapi, yaah namanya juga cinta, datangnya tidak bisa ditebak kapan dan kepada siapa ia tertaut, tanpa plih manusia, ia bisa saja datang kepada 2 manusia yang belum siap menikah. Bagaimana dengan mereka yang tiba-tiba jatuh cinta tapi belum siap menikah? Satu-satunya solusinya adalah Mencintai Dalam Diam.

Ketika seorang muslimah jatuh cinta..

Sunday, August 18, 2013

Mengapa Berdakwah?

Sekarang saya sudah tahu seperti apa itu benci yang menjadi cinta. Ini yang saya rasakan terhadap orang-orang yang mendakwahkan kebaikan. Atau yang menyi'arkan ilmunya untuk sesama. Tapi sekarang saya lebih senang menyebutnya dengan "Mengingatkan kepada kebaikan". Pokoknya dulu saya sangat sinis dengan mereka. Maksudnya, mengapa harus rajin menasihati orang lain seakan mereka adalah orang paling suci dan benar. Bukan haji/hajjah, bukan ustad/ustadzah, apalagi bukan nabi, masih seumuran saya pula sudah sok berdakwah. Mengapa mereka tidak simpan saja apa yang mereka yakini itu untuk diri sendiri. Toh apa yang orang lain lakukan, salah atau benar, orang-orang itu juga yang akan menanggungnya. Kenapa harus ikut-ikutan berdakwah?

Well, menurut opini saya, mungkin ada dua faktor mengapa orang-orang berdakwah dan mengapa kita sebenarnya wajib untuk berdakwah. Mungkin ini akan sedikit kompleks tapi akan saya coba tuliskan opininya. Ini juga berdasarkan ilmu yang saya dapat dan pengalaman ketika saya melakukan serta merasakan sendiri.

Thursday, August 15, 2013

Hijab Syar'i Untuk Syi'ar

1. Sebelum berkutat lagi dengan TKD. Mau sharing sedikit ilmu nih. Boleh kan? Yayaya? :')

2. Ini tentang korelasi antara hijab syar'i dan potensinya mendatangkan amal jariyah buat kita di alam kubur kelak

3. Apa hubungannya? Mari kita telaah lebih jauh lagi... ^^

4. Menutup aurat dengan berhijab syar'i semata-mata karena ridha Allah terhitung satu pahala dihadapan Allah.

5. Dan ternyata ada potensi hijab lainnya selain menutupi aurat muslimah. Yaitu fungsi syi'ar. :')

6. Maksudnya begini. Seandainyapun jika ada muslimah yg belum berhijab melihat cara kita berhijab, lalu memutuskan berhijab juga...

7. Maka, cara berhijabnya akan mengikuti cara kita berpakaian syar'i. Inilah yang bisa membuka investasi amalan jariyah kita nanti.

8. Setiap orang yang mengikuti cara kita berhijab dengan pakaian syar'i, kita juga akan kebagian pahalanya juga

9. Karena >> "Rasulullah saw bersabda “Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (Hadits Shahih, Riwayat Muslim no. 2674).

10. Begitu juga sebaliknya ,apabila kita berhijab mengikuti aturan pakaian syuhrah maka akan terbuka juga investasi dosa jariyah

11. Pakaian Syuhrah (pakaian popularitas) adalah seseorang yg pakaiannya tenar diantara manusia, (bisa) disebabkan karena warnanya yg menyelisihi pakaian manusia pd umumnya, sehingga manusia mengangkat pandangan utk melihatnya, sehingga dia berbangga terhadap orang lain dengan ujub dan sombong (menurut Imam Syaukani dlm Kitab Nailul Authar tentang Syuhrah)

12. Bahkan, Rasulullah saw juga mengingatkan wanita (maupun lelaki) beriman kpd Allah untuk menghindari pakaian syuhrah

13. >> "Rasulullah saw bersabda "siapa yg mengenakan pakaian popularitas (syuhrah) di dunia, maka Allah akan kenakan pakaian kehinaan kepadanya pada Hari Kiamat" (HR. Muslim)

14. Sehingga, apabila orang lain jg mengikuti kita yg memakai pakaian syuhrah, maka kita juga akan kebagian dosanya sm seperti yg melakukan.

15. Sekarang pilih berpakaian syar'i atau berpakaian syuhrah? Berhijab Syar'i atau tidak? Think again.. :')

16. Sekian. Wallahu a'lam bish shawab. Semoga bermanfaat ^^

Monday, August 12, 2013

Tentang Berbakti Kepada Orang Tua

1. Mau share kisah berbakti kpd #OrangTua. Boleh? Yayaya? :'D

2. "Amal apakah yang paling utama?" Nabi saw menjawab, "Shalat pada waktunya....

3. ...Aku bertanya lagi. "Kemudian apa?" Nabi menjawab, "Berbakti kepada orangtua" ....

4. ....Aku bertanya lagi, "Kemudian apa?" Nabi menjawab, "Jihad di jalan Allah" (HR. Bukhari&Muslim)

5. Hadits diatas adl dialog ketika Abdullah bin Mas'ud, salah seorg sahabat Rasul, bertanya kpd Rasulullah ttg amalan apa yang paling utama

6.  Abdullah bin Mas'ud sngt menghayati pesan Rasulullah itu. Hingga pd suatu malam yg dingin..

7. ...saat ia terlelap tidur, sang ibunda membangunkannya agar ia mengambilkan air minum.

8. Abdullah pun segera mengambilkan air dan bergegas membawakannya kpd sang ibu

9. Tapi, sang ibu ternyata sudah ketiduran. Tahu apa yg dilakukan Abdullah?

10. Ia berdiri di dekat ibunya sambil memegang gelas berisi air sampai pagi :')

11. Selain Abdullah, ada juga yg bernama Ali bin Husain, cucu Ali bin Abi Thalib, yg jg dikenal sngt berbakti kpd ibunya.

12. Konon ia tdk pernah makan bersama sang ibu. Banyak yg penasaran dgn tingkah Ali itu.

13. Bukankah dgn makan bersama ortu artinya kita menghormati mereka?

14. Saat ditanya mengenai hal itu, Ali menjawab...

15. .."Aku takut kalau-kalau tanganku mengambil makanan yg sudah dilirik oleh ibuku, sehingga aku mendurhakainya" :')

16. Subhanallah. Itulah keteladanan sahabat Rasul dlm berbakti kpd #OrangTua, terutama kpd ibunya.

17. Nah, sekarang bagaimana dengan kita? Sudahkah berbakti kpd #OrangTua? Think again :')

18. Sekian kisah ttg berbakti kepada #OrangTua. Semoga bermanfaat ^^

Tentang Ramalan

Repost dari @AmeliaArsy :

Bismillahirrahmaanirrahiim

1. Assalamualaikum. Mau share tentang nih. Boleh? Yayaya? :'D

2. Tahu tidak dengan hanya membaca ,sholatnya tidak diterima selama 40 hari? :')

3. >> "Nabi saw bersabda,“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.” (HR. Muslim no. 2230)

4. Membaca saja tidak boleh, apalagi percaya. Memercayai termasuk sifat syirik.

5. Krn mempunyai ketergantungan dengan hal selain Allah. Memercayai semua bahaya dan manfaat itu datang selain dari Allah. Na'udzubillah :"

6. Maka >> "... Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan." (QS. al-Anam: 88)

7. Padahal >>“Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah” (QS. An Naml: 65) :)

8. "Kalau diambil yang positifnya aja?" | tetap aja gak boleh. percaya ada yg menentukan nasib selain pd Allah kan syirik juga.. :)

9. Semoga mulai dari detik ini account2 di unfollow dan kita gak mau lagi lirik-lirik yang namanya :'D

10. Sekian ttg Wallahu a'lam bish-shawabi. Semoga bermanfaat yaak ^^

p.s: any correction? Please :')

Wednesday, August 7, 2013

Ah. Masih Ada Ramadhan Lain ,kok!

Detik-detik terakhir Ramadhan sudah dimulai. Ada tiga puluh hari penuh berkah di bulan ini. Pertanyaannya sekarang adalah : sudahkah kita mengambil sesuatu dari Bulan Ramadhan ini? Sudah totalkah ibadah kita? Mau apa lagi kita setelah habis bulan Ramadhan ini? Apa proyeksi hidup nanti setelah Ramadhan?

Ramadhan membuat saya "ngeh" tentang para Syuhada di tanah Timur Tengah sana. Ada berbagai macam permasalahan disana oleh beberapa pihak dengan tujuan tertentu yang harus mengorbankan puluhan bahkan ratusan umat Muslim tidak bersalah disana. Peperangan seakan menjadi pemandangan sehari-hari disana. Entahlah, seperti apa yang sebenarnya terjadi hanya mereka dan Allah yang tahu. Mata dunia hanya terbatas melalui media, bahkan ada kabar yang berhembus bahwa media juga dibatasi oleh beberapa pihak berwenang tentang situasi dan kondisi terkini. 

Saturday, July 27, 2013

My Precious Eight-Months

Delapan bulan..
Hari jumat, 26 Juli 2013 adalah hari terakhir saya mengabdi di tempat itu. Hm rasanya aneh kalau saya sendiri yang bilang kalau saya itu mengabdi. Mengabdi itu memberikan kontribusi ,apapun yang berguna untuk suatu hal. Tapi, saya masih merasa belum kasih apa-apa buat kantor itu, buat negara. Entah, mungkin sedikit hiperbola kalau bilang mengabdi di kantor itu sama saja mengabdi untuk negara.

Friday, July 26, 2013

Semula biasa lalu lamat-lamat tidak biasa
Awalnya kita bersama jalan kita sendiri
Hanya ada langkah pelan di tapak ini
Bersama cita dan takdirku sendiri
Aku hanya jalan sendiri
Sampai ku temui hari-hariku berarti
Membuatku merasa ada yang tidak lengkap di jalanku
Walaupun sendiri itu baik saja
Tapi bukan berarti kesempurnaan
Aku berhenti di ujung jalan bercabang
Menunggumu melangkah
Kemarin, kita selangkah sama
Hanya sebentar tapi jalan kita berbeda lagi
Dengan keyakinan takdir kita pasti bertemu
Langkah kita pecah
Di sore terakhir
Aku menikmati ini semua
Kamu membuatku kembali
Tak apalah pipi bersemu merah
Atau tawa sesekali yang singkat
Bersama walau hanya sedetik
Karena waktu terlalu sebentar
Ku rasakan lenganku terbuka untukmu
Menerima, merasakan kembali
Akan kepada siapa keabadianku kelak akan ku bagi
Tapi, bukannya aku benci
Kini, biarkan jarak ciptaanku menguji
Agar ketika kau dan takdir datang
Pasti hatiku memilihmu

Thursday, July 25, 2013

Kurasakan waktu berjalan
Padahal aku ingin berlari
Bukannya aku benci
Tapi ini terbaik untuk hati berkerudung keyakinan
Entah hati yang mana
Aku tidak tahu tentang hati
Hati siapa berharap terikat dengan siapa
Tapi aku tahu semua klise dibalik pahit
Aku tahu kaki siapa yang berat melangkah
Lalu, raga siapa yang benci pergi
Dan otak siapa yang sesak akan sosok
Dan hati siapa terikat siapa

Day 10: Your Bestfriend

Di bangku SD, sahabat saya ada dua orang. Mereka adalah teman sekelas dan teman satu mobil jemputan. Kami bahkan tidak tahu apa itu sahabat....