Sunday, March 22, 2015

Kapan Menulis?

"Non. Kamu kok bisa rutin menulis sih. Blog masih kamu update sampai sekarang. Kapan nulisnya?"

"Yaa disempat-sempatin aja. Hehe"

Teringat dengan sekilas percakapan dengan seorang teman beberapa hari yang lalu. Saya dan dia, mungkin juga teman-teman lainnya yang mengenal saya akan bertanya dengan pertanyaan sama. Dilihat dari keseharian, saya bekerja pada sebuah instansi yang mengharuskan saya bekerja 10 jam per hari, setiap hari Senin hingga Jumat, dari pagi sampai malam. Dengan beban kerja serta tuntutan harus selalu stand-by ditempat. Tidak jarang waktu kerja saya harus ditambah hingga malam karena tuntutan profesi ini. Mungkin mengalahkan satpam di kantor kalik ya, hehe. Lalu, kapan menulis?

Wednesday, March 18, 2015

Mereka Adalah Penjual Minyak Wangi

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Cerita kali ini adalah tentang sebuah komunitas yang baru saja saya bergabung beberapa bulan yang lalu. Komunitas ini berawal terbentuk dari sebuah brand online-shop khusus memasarkan produk hijab syar'i. Pasti udah pada tau kan, kalau saya adalah salah satu distributor baru brand ini (baca: Curhatan Seorang Distributor). Waktu pertama gabung, grup ini masih beranggotakan sekitar 15 orang akhwat keren dan hebat, berasal dari seluruh penjuru Indonesia. Malah beberapa dari kami, ada yang menetap di luar negeri. Seperti Jepang dan Taiwan. Mereka pulang ke Indonesia hanya sesekali dalam beberapa bulan. Tapi, dalam beberapa bulan kemudian, anggota grup ini sudah berjumlah 44 orang akhwat. Dengan komunikasi hanya melalui via chatting LINE. Thanks for technology that connects us around the world. Kebayang dong banyak dan rame nya grup ini kalau 44 orang ini lagi nimbrung di chat-room. Apalagi kalau lagi bahas produk jualan. Wahahaha..

Wednesday, March 11, 2015

8 Ayat Jawaban Untuk Malam Ini

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?
Dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu.
Yang memberatkan punggungmu.
Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu.
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.
Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Sunday, March 8, 2015

Thursday, March 5, 2015

Maafkan.
Ikhlaskan.
Syukuri.

Alhamdulillah, untuk satu hari kehidupan yang berakhir lagi.

Sunday, March 1, 2015

Antara Pallubasa dan Kartu Kredit

Entah apa yang merasuki dan mendorong gue hari ini untuk bangun pagi-pagi dan memutuskan untuk jogging. Bukan jogging di sekitar rumah lagi, tapi di lapangan yang perjalanannya ke tengah kota lagi. Maklum, rumah gue lumayan jauh dan masih termasuk dalam lingkungan baru yang sedang berkembang. Belum ada apa-apa dan masih pure, murni dan asri seperti kampung sendiri. 

Thursday, February 26, 2015

Sebelum kita menguatkan orang lain, kita yang harus kuat dahulu.

Sebelum kita membuat orang berani, kita yang harus berani dahulu.

Menangislah. Sepanjang itu bisa menghilangkan ketakutanmu.

Menangislah. Sepanjang itu bisa menghilangkan kelemahanmu.

Monday, February 23, 2015

Apakah kau memerhatikan?
Ada sepasang mata jeli yang memerhatikan.
Melihat dengan alis berkerut.
Berharap ia bisa menjadi alasan bahagiamu.

Sunday, February 22, 2015

Cek Lagi

Ketika ada barang kesukaan kita hilang, rusak atau bahkan tidak bisa dipakai lagi.
Cek lagi, mungkin selama ini kita selalu melakukan hal yang sia-sia dengan barang itu. Tidak dimanfaatkan dengan hal bermanfaat.

Ketika ada harta, uang yang hilang, dicuri, atau bahkan kita tidak tahu sudah kita pakai apa uang itu. Rasanya rezeki berkurang untuk kita.
Cek lagi, mungkin selama ini kita terlalu boros beli ini-itu hingga lupa dengan sedekah dari harta itu.

Ketika ada suatu waktu tidak ada seorang teman yang menemani, kita sendirian. Padahal kita biasanya selalu sempat hang-out dengan mereka.
Cek lagi, mungkin kita terlalu sibuk dengan orang lain hingga lupa dengan yang utama. Lupa menyisihkan quality time dengan keluarga. Lupa quality time dengan Allah.

Ketika semuanya berjalan baik-baik saja, tiba-tiba kita mengalami kesulitan. Dijauhkan sejenak segalanya yang kita punya. Hati menjadi sangat demikian kesepian dan hampa. Kata-kata bahkan sulit melukiskannya.

Cek lagi, mungkin Allah hanya ingin ada kita dan Dia. 
Berdua saja.

"We Read to Know We Are Not Alone"- C.S Lewis

Buku-buku di atas meja belajar sudah mulai berdebu. Walaupun sampul dari sebagian buku-buku ini terjaga dan jarang ada yang lecek, apalagi sampai robek, tapi debu dikamar ini tetap saja selalu membuat semua buku ini kelihatan tidak terjaga. Makanya, tiap hari harus selalu saya bersihkan atau kalau mau praktis, saya tutupkan kain diatasnya biar tidak gampang berdebu. 

Friday, February 20, 2015

Pengen sekali-kali menulis cerpen disini. What do you think, guys? Hahaha. Maybe.





Semakin mencari, semakin hilang.
Semakin berharap, semakin kecewa.
Semakin berjalan jauh sendirian, semakin banyak jalan buntu yang ditemui.
Tidak terhitung sudah berapa kali berbalik arah dan terus mencari.
Tidak terhitung sudah berapa kali jatuh tertimpa harapan dan bangkit dari puing-puingnya.
Padahal hakikatnya adalah apa yang semu, semakin dicari maka ia akan semakin hilang.
Padahal apa yang fana, semakin digenggam, maka ia akan semakin terlepas.
Apa yang kita cari, dapatkan, dan pilih belum tentu yang terbaik.

Maka, lepaskanlah.
Lalu, biarkan Tuhan yang memilihkan.

Maka, perbaikilah.
Lalu, biarkan Tuhan menepati apa yang selalu Ia janjikan.

Maka, yakinlah.
Lalu, biarkan Tuhan yang membukakan jalan.

Karena..
Tuhan tidak pernah main-main dengan janjiNya.

Monday, February 16, 2015

Cerita DTU (Part 3)

Day 4-8 Minggu Materi

Melewati tiga hari pertama, yang konon katanya adalah tiga hari yang terberat selama DTU gak membuat kami lega. Tekanan dari instruksi demi instruksi dari pelatih tetap saja menghantui di hari keempat ini dan juga hari- hari selanjutnya. Pada hari ke 4 hingga hari ke 8 diisi dengan dengan beberapa materi selain latihan PBB (Pelajaran Baris Berbaris). Misalnya materi Penghormatan, TUS (Tata Upacara Sipil), ada juga satu sesi materi yang diisi oleh KPK, materi P3K, dan materi lainnya. Apakah di minggu materi ini kami lantas enak-enak di dalam ruangan ber-AC seperti saat diklat Prajab? Ckck..jangan coba-coba berfikir bakal enak-enak disini. *ngupil*

Sunday, February 15, 2015

Cerita DTU (Part 2)

Setelah menulis pengantarnya secara garis besar kegiatan ini seperti apa (baca: Cerita DTU (Part 1)), mari kita flash-back lagi. Apa yang gue dan 800-an orang lainnya lakukan selama DTU di Lido, Sukabumi pada tanggal 25 November - 5 Desember 2014 lalu.

Day H-1 Registrasi

Menginjak kaki di kota Jakarta bersama dengan 15 orang lainnya, bikin gue bisa secara pribadi merasa excited, karena gue bisa ketemu lagi dengan teman-teman sekelas yang unyu (hoeeeek..) semasa kuliah dulu. Tapi, sekaligus gue juga merasa mules  males. Mengingat lagi cerita-cerita pembantaian pada saat diklat dari para senior yang notabenenya sudah duluan mengikuti DTU ini. Menginjak kota Jakarta H-1 sebelum hari diklat, diawali dengan sibuk mengurus berkas untuk Registrasi dan akan dibawa ke KPDJP. Agak beruntung juga bisa berangkat penerbangan pagi, biar sampai ke Jakarta bisa agak siang. Apalagi batas waktu registrasi ini cuma sehari. Parno aja kalau telat kesana karena macet. Takut aja tersesat dan tak tahu arah jalan pulang gara-gara gak tahu jalan. Hiks.

Curhatan Seorang Distributor

Awalnya gue gak tau apakah gue ini benar-benar siap atau tidak untuk memulai usaha. Bukan usaha yang besar sih, tapi kecil-kecilan aja. Tapi, apa yang ada dalam fikiran gue sejak memutuskan untuk menyisihkan sebagian tabungan untuk ini adalah "kalau bukan sekarang, kapan lagi? Lo gak bakal tau kapan lo benar-benar siap sampai lo mulai". Itu saja yang ada dalam benak gue waktu itu. Toh, emang gue ada rencana untuk memulai sebuah usaha, sebagai sampingan kerjaan pegawai ini. Orang tua juga sudah lama banget menasihati untuk mencoba memulai usaha. Karena gue betul-betul sadar, ada banyak hal baik yang pengen gue lakukan dan itu semua gak akan pernah terwujud kalau gue gak punya banyak uang. Menabung dengan gaji pegawai mungkin akan butuh waktu yang lama sekali. Gue punya visi untuk orang lain diluar sana, yang gue tau, itu juga butuh modal. 

Saturday, February 7, 2015

Baca Ini Untuk Mengingatkanmu, Non

Terima kasih atas satu hari kehidupan lagi yang telah diberikan. Aku tahu, aku adalah orang yang selama ini banyak meminta. Dan kali ini, terima kasih atas kesempatan untuk sekedar mengucap syukur untuk semua yang telah terjadi dan juga yang akan terjadi.

Terima kasih untuk setiap nafas dari bangun dini hari hingga malam hari. Untuk setiap hening kala terbangun tepat di sepertiga malam. Untuk setiap waktu sunyi dalam satu malam, hanya sekedar berdiam. Merenung. Bahkan menangis. Hanya untuk mengeluarkan segala penat dan noda hati dihadapanMu. Hanya berdua denganMu. 

Terima kasih untuk setiap subuh khidmat setiap harinya. Jadi aku bisa mengawali hari dengan hal-hal positif lebih awal. Terima kasih untuk sarapan telur ceplok dan segelas susu coklat atau teh di setiap pagiku. Aku tahu, masih banyak orang lain yang belum beruntung diluar sana. Jangankan sarapan, bisa makan atau tidak hari ini saja, mereka belum tahu pasti. Mungkin juga pada malam harinya, mereka bahkan tidak tidur karena sibuk menahan lapar.

Monday, January 26, 2015

Kamu Gagal?

Allah selalu punya banyak cara untuk membuat sebuah pertemuan dan perpisahan.

Selalu ada makna terselip di balik sebuah kejadian indah dan suram.

Semua kejadian yang manusia alami selalu berawal dari sebuah pertemuan. Lalu, berlanjut terus, hingga waktu membuktikan sesuatu.

Sayang, kita selalu tidak pernah punya petunjuk, akan dengan siapa dan dimana kita menemukan sebuah pertemuan.

Orang bijak bilang, seseorang bisa hadir sebagai berkah..atau pelajaran. Perantara atas apa yang coba Allah ajarkan kita, bisa jadi melalui seseorang, dengan sebuah kejadian.

Tapi, dari semua kejadian itu, Allah hanya ingin ajarkan satu hal.

Keikhlasan. Bagaimana caranya memberikan terbaik hanya untuk Dia, setelah mendapatkan atau mengalami sesuatu.

Banyak manusia lupa akan itu. Termasuk saya. Mungkin juga Anda. Lupa kalau sesuatu itu bukan milik kita. Sehingga, kita memberikan segala usaha hanya untuk menggenggamnya.

Sayang, banyak juga yang lupa. Allah yang miliki segalanya. Dia bisa memberikan apapun, kapanpun kepada siapapun.

Tapi, Allah juga bisa mengambilnya, kapanpun dari siapapun.

Maka, ketika ada yang hilang. Ada yang pergi. Ada yang gagal. Mengapa terjadi?

Maka, tanyakan pada dirimu sendiri dulu. Siapa kamu sebenarnya hendak coba memiliki segalanya tapi tidak mencoba untuk memiliki Allah? Padahal Dia adalah Yang Maha Memiliki.

Menggenggam sesuatu tapi mulai melepaskan Allah, sama sekali bukan tindakan cerdas.

Semoga di kemudian hari, ego yang ingin memiliki semuanya tidak menguasai lagi. Apa yang terjadi, maka terjadilah.

Bukan sesuatu yang harus dilupakan dan disesali. Justru disyukuri. Karena melalui itu, Allah coba berbicara kepada kita dan ajarkan sesuatu.

Mungkin kamu gagal, karena hubunganmu dengan Allah sudah retak.

(Semoga tulisan ini menjadi pengingat untuk saya. Dan juga Anda yang membaca)

Day 10: Your Bestfriend

Di bangku SD, sahabat saya ada dua orang. Mereka adalah teman sekelas dan teman satu mobil jemputan. Kami bahkan tidak tahu apa itu sahabat....