Hujan
Sekarang hujan lagi
Semua cerita sudah ada didalamnya
Lalu harus bilang apa lagi?
Friday, November 29, 2013
Zero Mistake
Langit sudah gelap. Temaram senja sudah betul-betul menghilang. Rintik gerimis turun. Kurapatkan jaketku, kuhangatkan tubuhku. Sambil kulangkahkan kaki ku pelan menelusuri jalan keluar dari kompleks perkantoran ini. Menuju jalan utama dan menunggu angkot lagi disana. Lampu-lampu sepanjang jalan ini sudah dinyalakan. Tapi, tetap saja kompleks itu tidak berubah banyak. Tetap gelap. Mataku yang minus (ah iya saya lupa pakai kacamata hari ini) semakin memperparah penglihatanku, menjadi sangat gelap lagi buram. Bagaimana kalau saja tiba-tiba ada yang melompat keluar dari balik pohon-pohon ini lalu menyekapku? Dan saya berteriak sekncang mungkin, tapi tidak ada yang mendengar. Wajar saja tidak akan ada yang mendengar, hampir seluruh pegawai yang bekerja disini pasti sudah pulang. Kalaupun masih ada yang lembur, pasti mereka didepan layar monitor PC mereka, di ruangan yang letaknya ada di lantai kesekian. Yang jelas tidak cukup dekat untuk bisa mendengar teriakan dijalan ini. Saya bergidik ngeri sendiri gara-gara mengkhayal sendiri. Sebaiknya kupercepat saja langkahku ini.
Sajak Jangan Menangis
Jika SMS kita tidak dibalas-balas oleh seseorang
Maka jangan menangis, Dek
Boleh jadi seseorang itu simpel tidak dapat sinyal
Atau mungkin kehabisan pulsa
Tidak perlu gundah gulana
Berprasangka yang aneh-aneh
Jika mention atau email kita tidak dibalas-balas oleh seseorang
Maka jangan galau sepanjang malam, Dek
Boleh jadi seseorang itu sedang tidak online
Pun kalaupun ternyata dia sudah update sesuatu baru
Sudah asyik ber-hai dengan orang2 lain
Boleh jadi mention kita tidak terbaca, keselip saja
Tidak perlu sesak nungguin tidak bisa tidur
Maka jangan menangis, Dek
Boleh jadi seseorang itu simpel tidak dapat sinyal
Atau mungkin kehabisan pulsa
Tidak perlu gundah gulana
Berprasangka yang aneh-aneh
Jika mention atau email kita tidak dibalas-balas oleh seseorang
Maka jangan galau sepanjang malam, Dek
Boleh jadi seseorang itu sedang tidak online
Pun kalaupun ternyata dia sudah update sesuatu baru
Sudah asyik ber-hai dengan orang2 lain
Boleh jadi mention kita tidak terbaca, keselip saja
Tidak perlu sesak nungguin tidak bisa tidur
Thursday, November 28, 2013
#SajakPendek : Lari
Lama
Waktu seperti merangkak
Padahal aku mau berlari
Sekencang mungkin
Meninggalkan kepenatan jauh dibelakang sana
Membiarkan kebosanan berjalan sendiri
Tanpaku didepannya
Tubuhku panas
Hatiku geram
Waktu masih merangkak
Padahal aku mau berlari
Waktu seperti merangkak
Padahal aku mau berlari
Sekencang mungkin
Meninggalkan kepenatan jauh dibelakang sana
Membiarkan kebosanan berjalan sendiri
Tanpaku didepannya
Tubuhku panas
Hatiku geram
Waktu masih merangkak
Padahal aku mau berlari
#SajakPendek : "AK"
Terlalu banyak
Terlalu sesak
Kepalaku ingin meledak
Hatiku berteriak
Ribuan kata menyeruak
Tapi tak ada satupun yang tersajak
Layarku terbahak
Ribuan kata masih di otak
Didalam sana hanya akan menjadi kekosongan macam bercak
Tuesday, November 26, 2013
Ngapain Manyun?
Bersyukur itu tidak gampang. Sulit sekali. Gak peduli seberapa kali pun kita menguatkan diri untuk tetap nikmat Allah yang lain. Gak peduli mau berapa kali kita terus positif untuk terus bersyukur atas setiap detil kecil dalam hidup, baik yang luput maupun tidak luput dari penglihatan kita. Pasti manusia akan mengeluh juga. Walau cuma sekali.
Thursday, November 21, 2013
Siang Yang Membosankan
Rumah makan ini mulai sepi. Mungkin karena sudah lewat jam makan siang orang-orang pada umumnya. Beberapa orang bahkan terlihat hanya makan kentang goreng dan es krim. Ada juga pengunjung yang hanya makan burger dan soft drink. Sepertinya kalau jam segini, kebanyakan orang-orang datang kesini bukan tujuan makan tapi hanya ngemil. Eh tapi apa bedanya ya toh sama-sama ngunyah juga disini? Atau mungkin hanya sekedar nongkrong, ngobrol, curhat atau nulis? Yah saya tidak bilang ini semacam survey tapi ini yang sering terlihat di restoran makanan cepat saji seperti ini. Apalagi tempat ini terkenal dan hampir semua outletnya punya suasana sama karena memang dirancang sesantai dan senyaman mungkin.
Tuesday, November 12, 2013
Karena Jalannya Salah..
Mata semakin lelah menatap layar monitor. Tapi, ah dasar kepala ini tidak juga menyerah walaupun seluruh sel tubuhku merindukan hangatnya kasur di tempat tidur. Kepala ini masih saja mau terjaga, mau menulis sesuatu, katanya. Tapi, sayang beribu kata-kata tertahan didalam sana, padahal katanya mau menulis. Mana? Malah hanya bisa membuat kepalaku sesak dengan "apa yang harus kutulis sekarang?". Biarlah, setidaknya tulisan seperti apa yang kuhasilkan malam ini tidak akan berpengaruh apa-apa dengan kedamaian dunia, kesejahteraan masyarakat, atau apapun itulah yang menyangkut kepentingan hidup orang banyak. Sepertinya tidak apa-apa kalau saya memanjakan sedikit kemauan otakku yang pantang tidur sebelum ada tulisan baru di blog malam ini juga. Mengingat karena seharian ini saya memang terlalu menyiksanya bersama anggota tubuh lain dengan aktifitas hari ini. Ah, sok sibuk sekali saya ini. Padahal apa yang saya lakukan hari ini masih tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang mungkin orang lain lakukan setiap hari. Ah, sok sekali saya ini. Padahal apa yang saya lakukan hari ini boleh jadi lebih baik daripada tidak melakukan kesibukan apapun. Boleh jadi lebih baik daripada orang-orang bisanya mengeluh di social media, tebar energi negatif, hanya gara-gara hal sepele. Putus sama pacar, misalnya.
#SajakPendek: Hidup
Bahwa hidup adalah bergerak maju
Cepat atau tidak, tapi tidak berhenti
Tidak mundur perlahan, tapi maju melaju
Kalaupun tidak, hanya akan berganti..
Sunday, November 10, 2013
Move On Tersulit
Bicara tentang Move On tidak selalu bicara tentang pacar. Hm sebenarnya banyak sih, tapi mindset orang-orang istilah Move on itu hubungannya sama kehilangan pacar. Dan sayangnya, kebanyakan kita hidup dalam mindset orang lain. Makanya selalu ada orang yang berfikir seseorang itu kayak gimana hanya dalam fikirannya dia, berdasarkan pergaulan, apa yang ia lihat, de el el. Makaya selalu ada orang yang juga selalu mikirin apa yang orang lain bilang tentang dia, tidak peduli mereka salah atau benar, tidak peduli mana sebenarnya yang membangun mana yang gak, jadinya malah hidup berdasarkan "Nanti Orang Bilang..." dan malah ikut-ikutan. Bagus kalau ikut-ikutan sama hal bagus, lah kalau gak?
Oke..kembali ke persoalan Move on..
Kebanyakan dari kita yang habis putus sama pacar, bilang kalau Move on itu bakalan susah. Apalagi sang mantan emang ninggalin banyak kenangan. Sebenarnya bukan susah lupain orangnya sih, tapi lebih ke kenangannya, apa-apa yang kita lakukan waktu sama dia. Dan siklusnya selalu begini:
Sunday, November 3, 2013
Thursday, October 31, 2013
Tentang Menjaga Lisan
Orang-orang selalu berfikir tentang apa yang mereka lihat. Tidak peduli benar atau salah #MenjagaLisan
Itu sebabnya ada yang namanya fitnah, ghibah, dan lain-lain #MenjagaLisan
Tapi, bagaimana kalau sudah berusaha menjaga semua perilaku tapi masih adaaaaa aja yg berfitnah atau berghibah ttg kita? #MenjagaLisan
Solusinya >> "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Al-Bukhari no. 6090 dan Muslim no. 48).
Kalau ada yang ngomongin, diam aja. Cuekin aja. Tidak ada guna mau dibalas kata atau berusaha dibantah habis-habisan #MenjagaLisan
Kalau fitnah/ghibah diladenin terus, dijamin deh bakal gak ada habisnya #MenjagaLisan
Karena mau berbuat A atau B, baik atau tidak, tetap akan ada yang berkomentar. Itulah manusia :)) #MenjagaLisan
Mending orang-orang itu didoakan yang baik-baik. Kita jadi dapat pahala juga, kan? #MenjagaLisan :))
Apapun yang mereka katakan, tutup mulut dan telinga saja. Mereka manusia juga kok.. :D #MenjagaLisan
Terus perbaiki diri lebih baik lagi, lurus bersama Allah dan hanya karena Allah. Itu lebih penting #MenjagaLisan
Semoga Allah membantu dan membimbing kita dalam #MenjagaLisan. Aamiin :)
Itu sebabnya wanita dan pria diperintahkan untuk menjaga pandangannya, auratnya, dan kemaluannya. Cek surah An-Nur ayat 30-31 ya.. #MenjagaLisan
Tapi, bagaimana kalau sudah berusaha menjaga semua perilaku tapi masih adaaaaa aja yg berfitnah atau berghibah ttg kita? #MenjagaLisan
Solusinya >> "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Al-Bukhari no. 6090 dan Muslim no. 48).
Kalau ada yang ngomongin, diam aja. Cuekin aja. Tidak ada guna mau dibalas kata atau berusaha dibantah habis-habisan #MenjagaLisan
Kalau fitnah/ghibah diladenin terus, dijamin deh bakal gak ada habisnya #MenjagaLisan
Karena mau berbuat A atau B, baik atau tidak, tetap akan ada yang berkomentar. Itulah manusia :)) #MenjagaLisan
Mending diam. Daripada ngomong tapi masalah jadi meluber kemana-mana. Dosa juga makin nambah :| #MenjagaLisan
Mending orang-orang itu didoakan yang baik-baik. Kita jadi dapat pahala juga, kan? #MenjagaLisan :))
Apapun yang mereka katakan, tutup mulut dan telinga saja. Mereka manusia juga kok.. :D #MenjagaLisan
Terus perbaiki diri lebih baik lagi, lurus bersama Allah dan hanya karena Allah. Itu lebih penting #MenjagaLisan
Semoga Allah membantu dan membimbing kita dalam #MenjagaLisan. Aamiin :)
Wednesday, October 23, 2013
#5 Intermezzo (Eps. Siang Terakhir)
Setiap kepala tertunduk. Memberikan kesempatan pada masing-masing hati meratap, mengenang, mendoakan, apapun itu yang bisa mengiringi sejasad ,yang sudah terbujur kaku dihadapan mereka, dengan tenang. Melepaskan gundukan kesedihan yang menyesakkan karena kehilangan, lalu ikhlas. Iya, agar keikhlasan bisa menempati hati mereka.
Siang ini, tidak ada yang lebih menyesakkan bagi mereka, selain kehilangan orang yang mereka cinta. Beribu-ribu doa yang baik-baik akan mereka lisankan.
Kehilangan. Ajal. Kematian. Tidak perlu saya tuliskan terlalu banyak. Setiap kitab suci sudah mengabarkannya. Semua manusia lebih mengerti maknanya dalam dirinya masing-masing
Bagi saya, tidak ada pelajaran, peringatan, yang lebih dekat jaraknya, yang lebih dalam maknanya, dan yang lebih berarti selain kehilangan, pada siang itu.
Siang ini, tidak ada yang lebih menyesakkan bagi mereka, selain kehilangan orang yang mereka cinta. Beribu-ribu doa yang baik-baik akan mereka lisankan.
Kehilangan. Ajal. Kematian. Tidak perlu saya tuliskan terlalu banyak. Setiap kitab suci sudah mengabarkannya. Semua manusia lebih mengerti maknanya dalam dirinya masing-masing
Bagi saya, tidak ada pelajaran, peringatan, yang lebih dekat jaraknya, yang lebih dalam maknanya, dan yang lebih berarti selain kehilangan, pada siang itu.
Saturday, October 19, 2013
#4 Intermezzo (Eps. Pisa Cafe)
Baik, saya "terjebak" dalam pertemuan kecil Bapak dan para rekan kerjanya. Sore ini diawali dengan saya yang berusaha menghabiskan sepiring mie goreng, apa tadi namanya? Hmm..lupa. Pokoknya yang tertulis dimenu bukan "mie goreng" tok! Tapi, gambarnya memang terlihat seperti mie goreng. Suap demi suap saya paksakan. Kenapa terpaksa? Pasalnya, seporsi mie yang saya makan ini rasanya asin-cetar-membahana-luar-biasa-laksana-semesta-terpecah. Singkatnya, rasanya asin. Mungkin chef nya salah kecap. Dia kira masukkan kecap manis, padahal kecap asin. Buat yang tidak tahu apa bedanya, kecap manis itu kental sedangkan kecap asin itu cair.
Kepala saya sampai nyut-nyutan karena batin saya tidak kuat menahan rasa asinnya. Akhirnya saya menyerah dan mengakhiri "perjuangan" ini dengan minum segelas es kopi dengan es krim vanilla diatasnya. Entah apa pula nama minuman ini. Lupa. Rasanya yang tidak terlalu manis ini enak, membuat lidah saya lupa dengan rasa mie yang super asin tadi. Saling melengkapi. Sempurna.
Seperti hidup. Tidak semuanya akan berjalan lancar. Akan ada saatnya jatuh. Akan ada skenario yang tidak menyenangkan. Kita memang butuh itu untuk membuat hidup seimbang. Sempurna seperti yang diinginkan Sang Maha Sempurna, Allah.
Sekian. And enjoy your perfect life, people!
Kepala saya sampai nyut-nyutan karena batin saya tidak kuat menahan rasa asinnya. Akhirnya saya menyerah dan mengakhiri "perjuangan" ini dengan minum segelas es kopi dengan es krim vanilla diatasnya. Entah apa pula nama minuman ini. Lupa. Rasanya yang tidak terlalu manis ini enak, membuat lidah saya lupa dengan rasa mie yang super asin tadi. Saling melengkapi. Sempurna.
Seperti hidup. Tidak semuanya akan berjalan lancar. Akan ada saatnya jatuh. Akan ada skenario yang tidak menyenangkan. Kita memang butuh itu untuk membuat hidup seimbang. Sempurna seperti yang diinginkan Sang Maha Sempurna, Allah.
Sekian. And enjoy your perfect life, people!
Friday, October 18, 2013
Tuesday, October 8, 2013
Fabiayyi alaairobbikumaa tukaddzibaan..
Fabiayyi alaairobbikumaa tukaddzibaan..
Semburat surya menyeruak melewati batang-batang pohon yang sedang tumbuh tinggi. Hanya Allah yang tahu berapa centimeter setiap harinya pohon-pohon ini bertambah tingginya. Rumput-rumput ilalang bertiup mengikuti kemana arah angin lembut ini yang tiba-tiba meniupkan diri. Tidak terlalu dingin tapi juga tidak terlalu panas. Jalanan masih lengang hanya diisi oleh beberapa kendaraan berkecepatan sedang, mungkin para pengendaranya juga mencoba menikmati pagi sama seperti yang saya lakukan. Memang letaknya jauh, terpinggirkan dari ramainya kota Makassar tapi satu hal yang saya patut syukuri dari lingkungan tempat saya tinggal ini, saya masih bisa merasakan langsung hangatnya surya menerpa wajah disaat para warga kota jarang bisa merasakan juga karena mulai berjamurnya gedung-gedung tinggi ditambah polusi gas-gas emisi dari ribuan, jutaan kendaraan. Pagi yang indah setiap harinya. Maka, nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?
Semburat surya menyeruak melewati batang-batang pohon yang sedang tumbuh tinggi. Hanya Allah yang tahu berapa centimeter setiap harinya pohon-pohon ini bertambah tingginya. Rumput-rumput ilalang bertiup mengikuti kemana arah angin lembut ini yang tiba-tiba meniupkan diri. Tidak terlalu dingin tapi juga tidak terlalu panas. Jalanan masih lengang hanya diisi oleh beberapa kendaraan berkecepatan sedang, mungkin para pengendaranya juga mencoba menikmati pagi sama seperti yang saya lakukan. Memang letaknya jauh, terpinggirkan dari ramainya kota Makassar tapi satu hal yang saya patut syukuri dari lingkungan tempat saya tinggal ini, saya masih bisa merasakan langsung hangatnya surya menerpa wajah disaat para warga kota jarang bisa merasakan juga karena mulai berjamurnya gedung-gedung tinggi ditambah polusi gas-gas emisi dari ribuan, jutaan kendaraan. Pagi yang indah setiap harinya. Maka, nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?
Saturday, September 28, 2013
#3 Intermezzo (Eps. Makassar)
Marah-marah itu tidak baik. Apalagi di socmed. Percaya tidak kalau apa yang kau tulis dan apa yang kau baca di timeline twitter (Kenapa twitter? Karena basicnya, twitter ini lebih praktis dan lebih sering muncul update dibandingkan dengan facebook. Lebih banyak orang disana. Mungkin karena sudah banyak orang yang lebih pilih twitter.) ,bisa mempengaruhi pribadi dan repetation dalam hidup si usernya? Kalau bacanya suka yang ramalan-ramalan, secara tidak sadar akan cenderung untuk seperti yang tertulis, lalu percaya. Kalau bacanya suka yang lucu becanda, lama kelamaan jadi pribadi yang suka melawak. Kalau bacanya suka yang galau (yah seperti akun-akun galau itu, tidak tahu mereka sebenarnya punya kehidupan atau tidak. Suka menulis yang galau terus. Yang ada bikin orang yang baca tambah galau. Galaunya salah lagi, galau karena gebetan atau pacar. Prett lah), jadi ikutan galau juga, bisa galau karena pacar, galau karena mantan, masa lalu, sekali lagi, prett lah. Memang ada juga orang pecandu socmed yang memegang prinsip "tidak semua yang kamu baca adalah aku, dan tidak semua yang aku tulis adalah kamu", tapi tidak sedikit juga yang update tulis status itu spontan, keluar begitu saja dari orang itu, apa adanya. Kalau seperti ini, membaca orang bisa jadi sangat mudah dengan bantuan socmed. Jadi, hati-hati dengan socmed. Jangan terlalu umbar perasaanmu disana. Setiap detik orang membuka twitter dan facebook. Karena orang bisa saja menilai dan membicarakan kita sembarangan. Benar bisa jadi ghibah, salah bisa jadi fitnah. Anggap saja ini sebuah pesan pengingat dari seseorang yang juga tidak sempurna, tidak bermaksud menggurui, pilihan tetap ada pada kalian.
#2 Intermezzo (Eps. Jakarta)
Disney Channel masih saja menayangkan kartun. Padahal sekarang sudah jam 22.27. Anak kecil mana yang masih bisa nonton jam begini? Kecuali remaja yang desperate karena mencari tontonan TV yang bagus malam ini, padahal acaranya begitu-begitu saja, Disney Channel jadi pelarian bagus malam ini. Siapa tahu saya bisa mimpi yang warna-warni. Dikelilingi animasi-animasi. Ah, benar-benar putus asa sekali dengan acara TV negara sendiri.
Hari yang absurd, (aneh, saya suka sekali pakai kata absurd. Mungkin karena semua terasa menggelikan di mata saya. Menggelikan dan "menggelikan". Beda. Dan saya mempunyai dua persepsi itu di semua hal). Dimulai dengan siang yang panjang. Berkutat dengan kemacetan ibukota. Membuat saya cukup bersyukur dengan kemacetan di Makassar. Entah apa yang membuatnya beda, padahal sama-sama terjebak di tengah jalan beserta ribuan kendaraan lain, panas, cuma yang membedakan adalah jalan tol di makassar tidak pernah macet. Itu saja. Tapi, lain kali saja kita bahas tentang macet. Terlalu banyak hal-hal yang sebenarnya paling basic, yang menjadi akar masalahnya, yang harus dicerna dulu lalu ke penyelesaiannya. Terlalu panjang.
Hari yang absurd, (aneh, saya suka sekali pakai kata absurd. Mungkin karena semua terasa menggelikan di mata saya. Menggelikan dan "menggelikan". Beda. Dan saya mempunyai dua persepsi itu di semua hal). Dimulai dengan siang yang panjang. Berkutat dengan kemacetan ibukota. Membuat saya cukup bersyukur dengan kemacetan di Makassar. Entah apa yang membuatnya beda, padahal sama-sama terjebak di tengah jalan beserta ribuan kendaraan lain, panas, cuma yang membedakan adalah jalan tol di makassar tidak pernah macet. Itu saja. Tapi, lain kali saja kita bahas tentang macet. Terlalu banyak hal-hal yang sebenarnya paling basic, yang menjadi akar masalahnya, yang harus dicerna dulu lalu ke penyelesaiannya. Terlalu panjang.
Friday, September 27, 2013
#1 Intermezzo (Eps. Jakarta)
Suasana bandara mulai lengang. Belasan orang yang menunggu di depan pintu kedatangan berkurang sedikit demi sedikit. Terlihat 1-2 orang yang memutuskan untuk tidak beranjak meninggalkan selangkahpun ruangan Kedatangan ini. Entah apa yang mereka tunggu disini. Entahlah mungkin sama saja seperti saya, menunggu seseorang, bisa saja keluarga, teman, atau kerabat, menjemputnya.
Para pencari penumpang taksi juga masih saja berseliweran di ruangan ini. Menunggu para pendatang lain dari jadwal penerbangan lainnya pula. Puluhan koper serta barang-barang lainnya, kebanyakan kardus lengkap dengan tali rafia yang mengikatnya, keluar dari, entah apa ya namanya, semacam eskalator (mungkin), haha tidak ada yang lebih lucu selain menertawakan pikiran bodoh kita sendiri. Barang-barang keluar teratur, satu persatu diangkut oleh si empunya, lalu diangkut dengan kereta dorong khusus barang (entah apa lagi namanya, haha).
Beberapa orang juga memutuskan untuk menjinjing, mendorong kopernya yang beroda, lalu ada juga yang memunggungi tas ranselnya. Bahkan ada beberapa penumpang yang melakukan ketiga-tiganya.
Para pencari penumpang taksi juga masih saja berseliweran di ruangan ini. Menunggu para pendatang lain dari jadwal penerbangan lainnya pula. Puluhan koper serta barang-barang lainnya, kebanyakan kardus lengkap dengan tali rafia yang mengikatnya, keluar dari, entah apa ya namanya, semacam eskalator (mungkin), haha tidak ada yang lebih lucu selain menertawakan pikiran bodoh kita sendiri. Barang-barang keluar teratur, satu persatu diangkut oleh si empunya, lalu diangkut dengan kereta dorong khusus barang (entah apa lagi namanya, haha).
Beberapa orang juga memutuskan untuk menjinjing, mendorong kopernya yang beroda, lalu ada juga yang memunggungi tas ranselnya. Bahkan ada beberapa penumpang yang melakukan ketiga-tiganya.
Tuesday, September 24, 2013
Tentang Istihadhah
Apakah para muslimah tahu apa itu #Istihadhah?
#Istihadhah adalah darah penyakit yang keluar terus-menerus dan mengalir bukan pada waktunya. #Istihadhah ini tidak sama dengan darah haid.
Mungkin ada yg beranggapan kalau seorang perempuan yg mengalami #Istihadhah tidak boleh melaksanakan sholat dan puasa, sama seperti yg haid. Padahal hukum perempuan yang mengalami #Istihadhah dan yang mengalami haid itu BERBEDA
Darah menstruasi adalah merupakan darah yang telah rusak, adapun darah #Istihadhah adalah darah biasa. Jangka waktu haid telah dikenal, sebelum istihadhah. Jangka waktu yg telah dikenal itu dianggap masa haid, selebihnya sebagai #Istihadhah
Ini berdasarkan hadis Ummu Salamah:
Mungkin ada yg beranggapan kalau seorang perempuan yg mengalami #Istihadhah tidak boleh melaksanakan sholat dan puasa, sama seperti yg haid. Padahal hukum perempuan yang mengalami #Istihadhah dan yang mengalami haid itu BERBEDA
Darah menstruasi adalah merupakan darah yang telah rusak, adapun darah #Istihadhah adalah darah biasa. Jangka waktu haid telah dikenal, sebelum istihadhah. Jangka waktu yg telah dikenal itu dianggap masa haid, selebihnya sebagai #Istihadhah
Ini berdasarkan hadis Ummu Salamah:
Subscribe to:
Posts (Atom)
Day 10: Your Bestfriend
Di bangku SD, sahabat saya ada dua orang. Mereka adalah teman sekelas dan teman satu mobil jemputan. Kami bahkan tidak tahu apa itu sahabat....
-
I haven't made my own resolutions for 2019. Tapi, sepertinya resolusiku di tahun 2019 tidaklah muluk. Yang pada intinya, saya ingin 201...
-
"Assalamualaikum, saudariku. Langsung saja, saya ingin menanyakan sesuatu. Sangat sederhana. Ketika seorang muslimah jatuh cinta, apa y...
-
Di bangku SD, sahabat saya ada dua orang. Mereka adalah teman sekelas dan teman satu mobil jemputan. Kami bahkan tidak tahu apa itu sahabat....




