Thursday, April 24, 2014

Assalamualaikum..

Hai hai ( ^^)/
Kayaknya sudah lama sekali saya tidak posting tulisan baru lagi di blog ini. Paling kalau sempat nulis cuma via mobile, jadinya gak bisa nulis panjang-panjang dan tulisan jadi kurang greget. Hehe..

Seperti yang saya sudah ceritakan pada tulisan sebelumnya (baca: Penempatan Definitif, Everyone..), rasanya itu yahh..deg-degan gimana lah ya. Mungkin karena bakal ketemu sama lingkungan baru lagi kaliik ya, ketemu beberapa orang baru lagi dengan pekerjaan dan tanggung jawab yang berbeda pula. 

Saya ditempatkan di Subbagian Umum, tepatnya di bagian Sekretariat, dan ini sudah berjalan selama seminggu lebih. Setelah satu minggu berada disana, itu rasanya..... *heavy breathing*. Ada sukanya, ada dukanya. 

Dukanya..hmm ada tapi gak terlalu banyak sih. Gak penting juga buat disebutin di blog. Ngadunya rahasia aja sama Allah. Hehehe..

Sukanya, saya dapat partner kerja perempuan dan hanya ada kita berdua diruangan itu. Seru sih, karena kakaknya juga orangnya asik diajak kerja, asik juga diajak ngerumpi. Heuheu.. Apalagi, kita masih sepemikiran, serasa kayak dapat kakak sendiri ^^

Sukanya..saya jadi lebih rajin makan. Harus saya akui, setelah seminggu di sekretariat, nafsu makan agak meningkat. Lebih cepat lapar, dan lebih sering makan. Apalagi, buat dapetin makanannya itu gampang. Cemilan selalu ada. Nasi juga tinggal pesan lewat telepon trus gak lama mbak-mbaknya sudah datang anterin. Ala ala delivery ke.ef.ci gitu :D

Sukanya..ini bisa jadi ladang pahala lain yang lebih banyak, yang lebih luas lagi. Asal gue kerjanya fokus dan benar, gak macem-macem, kerja yang terbaik buat keluarga, buat bantuin orang lain juga, insya Allah bakal jadi ladang pahala lagi. Aamiin..

Overall, i am so grateful. Alhamdulillah.. ^^

Friday, April 18, 2014

Yang Baik Agamanya..

Saya sedang berbincang-bincang dengan seorang saudari muslimah. Alhamdulillah, selain seorang rekan kerja, dia juga bisa dijadikan kakak yang bisa mengingatkan tentang kebaikan. Kebetulan kita sedang membicarakan standar kriteria  penilaian jodoh (tuh kan jodoh lagi, tuh kakak mungkin lagi pengen manas-manasin gue lagi kalik ya buat nikah. Haha :D)

Berbicara tentang kriteria, sudah sangat jelas diatur dalam agama. Penting mengenali seseorang dari agamanya. Tidak hanya sekedar tahu, tapi bagaimana ia memahami dan mengaplikasikannya. Misalnya, apakah ia menjalani sholat 5 waktu (ini sangat utama, menunjukkan apakah ia mengingat Tuhannya atau tidak). Setelah itu, baru kriteria yang lainnya. Selain itu, yang berani....berani datang ke rumah :p

Hemat saya, yang baik agamanya. Hal lain-lain bisa dipertimbangkan. Pasalnya, kalau hati sudah tertaut karena taqwanya kepada Allah, sudah bagus. Karena apapun yang kelak ia lakukan dan TIDAK ia lakukan, jika seandainya ia akan menjalani pernikahan, pasti akan didasari karena Allah. Wallahu a'lam.

(Kurang lebih pembicaraan kami seperti ini adanya.. ^^)

Sudah Lama Banget Rasanya Pengen Nulis Ini..

Suka sebel sendiri sama kelakuan laki-laki. Kenapa sih kebanyakan yang ngajakin nonton, jalan, makan daripada ngajakin ta'aruf buat nikah? Padahal kan kalau tujuannya mau mengenal ya mbok ajakin ta'aruf lah kalau cocok langsung khitbah aja, bukan ajakin nonton. Gimana sih.. *tepok jidat* *banting hape*

Menurut saya pribadi sih, justru laki-laki yang bahkan berani datang ke rumah buat kenalan sama orang tua si perempuan justru akan mendapat poin plus pertama sebelum melangkah ke kriteria penilaian lainnya. Hehe..Karena jarang ada macem tipe laki-laki kayak begitu, yang mau langsung datang ke rumah, duduk sambil ngobrol masa depan dengan mereka sambil minum teh di ruang tamu. Apalagi kalau anaknya sudah kenal dengan kamu, lebih gampang lagi karena gak perlu mulai dari awal banget.

Lagipula cara itu lebih banyak baiknya dan lebih pasti tujuannya. Daripada ngajakin anak gadis orang nonton, ngobrol gak jelas, makan tapi udah gitu aja. Maunya apa gak jelas ,kepastian juga gak ada. Jangankan kepastian, bakal digebetin sama tuh cowok aja belum tentu. Siapa tahu dia cuma lagi pengen jalan aja sama orang, siapa aja. Padahal perempuan itu sudah ngarep lho. Nah, nyesek gak tuh?

Daripada kalian laki-laki cuma bisanya bikin perempuan berharap tidak jelas. Ingat, hati perempuan itu rapuh sekali. Rentan sekali berharap apalagi sama urusan beginian. Mending gak usah deketin deh kalau gak niat serius nikahin. Temen ya temen aja, gak usah ngajakin malem mingguan, apalagi berduaan. Teman ya temenan tapi biasa aja, gak usah modus. Mungkin ini juga perlu dijadikan catatan untuk perempuan biar mesti hati-hati. It's better to build your own wall so nobody will hurt you :D

Kalau memang mau usaha dapetin hati si dia, mending ngobrol sama orang tuanya aja sono, mereka lebih kenal anaknya. Toh orang tuanya juga yang bakal ikut menilai kamu, gak cuma anaknya. Atau ngobrol sama teman dekatnya, mereka lebih sering berinteraksi dengan si dia. Kenalan tidak harus dengan mengajak si dia pergi keluar berduaan, kok.

-______-

Saya punya sebuah mimpi. Sudah lama sekali saya memimpikannya. Tapi, ada satu hal yang selalu menjadi masalah selama saya masih memeluk mimpi itu. Saya selalu merasa mimpi itu terlalu tinggi jauh diatas sana dan jangankan untuk membuatnya menjadi nyata, bahkan untuk memimpikan dan mengharapkannya saja rasanya saya tidak pantas. Saya sepertinya tidak terlalu percaya diri bahkan untuk menggenggam mimpi itu. Saya fikir mimpi itu mungkin lebih pantas dimimpikan orang lain dibandingkan saya.

Seiring berjalannya waktu, saya hanya tetap bisa bermimpi walaupun tidak tahu kapan ia akan jadi kenyataan. Dan tidak tahu kapan saya bisa percaya dengan diri sendiri untuk mengejarnya. Karena kesempatan itu juga tidak ada. Mimpi itu masih hanya menjadi dirinya.

Hingga suatu hari, Tuhan memberikan jawaban. Tidak ada yang kebetulan didunia ini. Suatu kejadian punya jawaban. Kesempatan itu datang. Dan betul saja, mimpi itu sedikit demi sedikit menunjukkan tanda-tanda akan menjadi kenyataan. Tapi, sayang sekali, ia datang dengan cara salah. Menyayangkan hal itu karena mimpi itu harus diabaikan sejenak karena caranya salah. I mean, untuk apa kalau toh jalannya salah?

Ini berhasil membuka fikiran saya sedikit demi sedikit. Kesempatan tadi bukan hanya sekedar kesempatan tapi sebuah jawaban. Bahwa mimpi ini tidak pantas untuk diperjuangkan, selama kedatangannya bersama kenyataan dan harapan masih dengan cara yang salah.

Monday, March 31, 2014

Surat Untuk Tuhan

Tuhan,
Untuk apa Kau ciptakan segumpal daging dalam tubuh manusia yang disebut hati?
Pagi ini, ada seorang teman baru saja curhat sama saya. Katanya dia galau, Tuhan. Putus-nyambung dengan pacarnya bikin dia galau. Saya rasa tidak hanya temanku ini yang galau karena hal yang mereka sebut ini cinta. Saya rasa cinta Kau ciptakan tujuannya bukan untuk selalu digalaukan, ya kan? Apalagi cinta kepada manusia tanpa ikatan dan landasan karena ridho-Mu. Dan Kau ciptakan hati bukan untuk sepenuhnya mencintai seorang cinta saja kan? Bukan untuk ditarik ulur seperti itu ,kan?
Teringat saya dengan salah satu ayat-Mu dalam surah Ar-Rad. Mengatakan bahwa hanya dengan mengingatMu, aku akan tenang. Mengingat setiap manusia tidak sendirian, sekalipun semua manusia menjauhi atau sekalipun seorang cinta meninggalkan. Saya rasa ini bisa menjadi obat kami untuk melepaskan.
Teringat juga dengan salah satu janji-Mu dalam surah An-Nur. Laki-laki yang baik akan Kau sandingkan dengan perempuan yang baik pula. Ayat ini Kau turunkan untuk menghindarkan 'Aisyah dari fitnah. Bahwa 'Aisyah pasti seorang perempuan baik, menjaga harga dirinya, sehingga ia bisa disandingkan dengan Baginda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam. Walaupun, dalam beberapa kasus ada yang tidak seperti itu. Tapi, siapa yang tahu tentang ketaqwaan seseorang selain diri-Mu? Wallahu a'lam.
Tuhan.
Saya fikir jika sepasang manusia memang tidak berjodoh, maka mereka tidak akan berjodoh. Kau lebih mengetahui mengapa, daripada kami. Tidak ada yang terjadi jika Kau tidak mengizinkan, tidak peduli sudah seberapa kuat kami menggenggamnya. Dan janji-Mu itu pasti. Bisakah Kau sampaikan ini saja ke dalam hati temanku itu?

Surat Untuk Tuhan

Selamat pagi, Tuhan. Sebenarnya saya tidak tahu juga, diatas sana apakah ada pagi, siang, atau malam. Tapi, karena bumi-Mu sedang pagi, jadi kuucapkan saja selamat pagi. Saya harap Engkau tidak keberatan.

Pagi ini, rintik air sedang membasahi tanah-Mu. Daun-daun basah. Jalanan di depan rumahku juga basah. Bau basah segar dari hujan menyeruak. Saya selalu suka bau hujan, apalagi di pagi hari seperti ini. Segar. Hmm, maka nikmat-Mu yang mana lagi yang aku dustakan? Segala puji untuk-Mu, Allah.

Saya tahu, kalau selama ini saya terlalu banyak meminta tanpa memperhatikan diriku juga, apakah saya sudah memberikan kewajibanku kepada-Mu dengan baik? Saya tahu, Engkau tidak akan pernah meminta balik atas balasan doa-doa atau bahkan menuntut manusia, Engkau baik sekali. Untuk itu, saya hanya mau mengucapkan terima kasih. Terima kasih atas segala yang kau berikan. Terlalu banyak hal dalam hidup yang Engkau datangkan dalam kehidupanku. Membawa kebaikan-kebaikan yang membaikkanku.

Terima kasih untuk skenario masa lalu yang Kau tuliskan untukku. Siapa saya hari ini tidak akan ada tanpa masa laluku itu. Membuatku belajar melepaskan hidup. Karena sedari awal saya tidak benar-benar memiliki apapun. Terima kasih untuk hari ini, untuk setiap kesempatan yang selalu Kau berikan setiap hari. Membuatku terus belajar untuk selalu bersyukur dan mencoba menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih untuk masa depan, untuk setiap ketidakpastiannya. Membuatku berjuang, melakukan segala yang terbaik hari ini.

Saturday, March 29, 2014

Penempatan Definitif, Everyone..

Saya ucapkan rasa syukur sedalam-dalamnya. Untuk sebuah kejutan dan insya Allah ini sudah menjadi keputusan terbaikNya. Malam tadi, telah diumumkan pengumuman penempatan para CPNS Prodip I dan III STAN 2012. Seperti yang sudah diprediksikan sebelumnya bahwa pola penempatan kali ini tidak bisa diprediksikan. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi, penempatan ini..it seems random, but it is not. Ternyata untuk tahun ini, penempatan berdasarkan tempat pendidikan. Mengingat karena saya dulu kuliah di BDK Manado, maka sudah jelas saya tidak pindah ke wilayah kerja Kanwil di Indonesia bagian Barat. Begitu juga dengan teman-teman yang lain. Tapi, ini jelas hanya asumsi saya, jangan terlalu difikirkan ^^

Banyak reaksi muncul dari teman-teman. Ada yang senang, tapi ada juga yang hanya bisa tersenyum sambil mengelus dada, mencoba sabar. Mungkin karena harus kembali jauh dari rumah setelah nyaman berada di tanah tempat domisili. Atau mungkin karena ada yang harus menimbun harapan indah untuk bisa satu daerah penempatan dan kembali berpisah jarak dengan kekasihnya. :D

Allah memang selalu punya kejutan untuk setiap babak baru dalam skenario kehidupan yang Ia tulis. Dan ada beberapa momen tersebut yang merupakan diluar kendali manusia. Atau setidaknya diluar sepengetahuan kita bahwa ada faktor penyebab apa diluar sana sehingga terjadi suatu kejadian itu.

Untuk itu, saya rasa tidak ada hal yang bisa dilakukan selain bersyukur, tetap husnudzan dengan Allah. Yakin ini semua bukan kebetulan, ada tujuan baiknya dan akan ada cerita-cerita baru lagi. Entah apa itu. Okay, fine, mungkin teman-teman yang membaca ini bakal berfikir "iya enak ngomong, karena bukan kamu yang ngalamin..". Yah terlepas dari kemungkinan akan ada mutasi beberapa tahun lagi, entah akan kemana lagi, apa salahnya kalau diikhlaskan dulu apa yang sudah diperoleh sekarang.

Semoga keputusan-Nya ini memang sudah terbaik untuk saya dan teman-teman lainnya. Laa tahzan, innallaha ma'ana. Keep on doing your best, guys :)

Saturday, March 22, 2014

Menjaga Wudhu

Ada sebuah pernyataan menarik dari sebuah pengalaman menarik, yang keluar dari salah satu rekan kerja. Ini bermula karena di kantor dia sering melihat saya jarang mau bersalaman dengan lawan jenis, kemudian diikuti dengan jawaban "maaf, saya sudah berwudhu". Suatu hari, dia iseng bercanda dan mengatakan "alah, kamu itu alasan doang gak mau salaman sama laki-laki. Wudhu tuh kalau sudah selesai sholat ya udah, namanya wudhu sudah batal". Mendengarnya saya cuma bisa geleng-geleng kepala. Ada dua hal yang bikin saya geleng-geleng kepala. Pertama, mengenai wudhu. Jujur saja, saya tidak pernah baca dalil atau referensi dari manapun yang mengatakan kalau wudhu setelah melaksanakan sholat adalah batal. Pertanyaannya, batal karena apa dulu? Penyebabnya apa? Kecuali kalau setelah sholat, kita memang melakukan hal-hal yang bisa menyebabkan batalnya wudhu misalnya buang angin, BAK, BAB, haid, dan sebab lainnya yang dapat menyebabkan wudhu. Ini baru dapat dikatakan batal. Coba deh cari lagi referensi lengkapnya, ya.

Balik lagi ke cerita tadi. Jadi, saya rasa teman tadi mungkin tidak tahu atau lupa tentang hal-hal pembatal wudhu. Dan mungkin juga lupa kalau menjaga wudhu adalah sunnah Rasulullah, dan memiliki keutamaan. Berikut adalah beberapa hadist tentang keutamaan menjaga wudhu:

Tuesday, March 11, 2014

Anda Suka Menulis Kritik?

Baru saja saya selesai membaca sebuah tulisan yang dimuat dalam sebuah blog, milik seorang pegawai kementerian sama seperti saya, yang sepertinya baru penempatan definitif. Jadi dia belum lama bekerja di kementerian ini. Tidak, saya gak akan share linknya disini. Saya juga gak bakal mencoba membantah semua isi tulisannya sekarang. Karena yah, well, saya juga belum bisa ngomong banyak apa-apa. Lagian, her writing is her own opinion. And everyone has right to speak theirown opinion out. Tapi, saya agak merasa sedikit kecewa dengan si Penulis. 

Seperti yang saya bilang tadi, semua orang punya hak untuk bersuara. Tapi, kayaknya mesti sesuai tempat dan keadaan juga deh. Apalagi ini media sosial, khususnya blog, anda bisa bicara banyak dan lengkap dengan blog. Semua orang bisa baca. Belum lagi kalau konteks tulisannya kontroversial, penuh akan kritik, pasti link-nya disebar kemana-mana. Your writing gonna be spread out faster than when you wrote that.

Ikhlas Itu Sulit

Banyak manusia mencoba ikhlas sekuat tenaga. Tapi, rasanya sia-sia. Keluhan masih mengalir dari lisan. Perasaan jengkel, sebal hingga sesal masih merasuk. Apa yang terjadi?

Sepertinya manusia selalu lupa satu hal. Kalau semenjak dari awal, manusia tidak pernah benar-benar memiliki apapun didunia ini. Bahkan dalam hidupnya sendiri. Bahkan jasadnya sendiri.

Bahwa ada Tuhan yang Maha Memiliki Segalanya. Termasuk ciptaan-Nya sendiri. Kita. Ada Tuhan yang menggenggam hati kita. Dia bebas membolak-balikkan hati siapa saja, dengan maksud dan tujuan tersembunyi yang tidak lain hanya untuk kebaikan. Jadi, jangan tanyakan lagi kenapa kadang hati kita merasa ini-itu.
Jadi, kita seperti biduk catur, begitu? Tidak juga, karena poin lainnya lagi adalah peran manusia bagaimana mengendalikan perasaan-perasaan itu atau justru bisa membuat kita dekat dengan-Nya. Perasaan itu tetap butuh kendali manusianya.

Hari ini semangat dan optimis dengan segala kemungkinan hidup. Tiba-tiba besok jadi galau dan pesimis. Wajar. Jadikan semua itu justru sebagai kekuatan untuk semakin dekat dengan-Nya. Luapkan sedih dan bahagia dengan nama-Nya. Jangan merasa berlebihan, karena kadang bisa merusak hati serta menurunkan iman. Terlalu bahagia, bisa sombong. Terlalu sedih, bisa pesimis. Apapun yang kita rasakan, perlu kita ingat bahwa manusia memang tidak sepenuhnya kuasa akan sesuatu dalam hatinya selain mempunyai kendali untuk tetap mengendalikan dalam jalan-Nya. Wallahu a'lam..

Monday, March 10, 2014

Jangan Berghibah

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda,

اتدرون ما الغيبه؟ قالوا: الله ورسوله أعلم .قال:الْغِيبَة ذِكْرك أَخَاك بِمَا يَكْرَه قِيلَ : أَفَرَأَيْت إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُول ؟ قَالَ : إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُول فَقَدْ اِغْتَبْته ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فَقَدْ بَهَتّه

"Tahukah kalian apa itu ghibah?"

Mereka (para sahabat) menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu."

Kemudian beliau shallahu'alaihi wasallam bersabda, "Engkau menyebut-nyebut saudaramu tentang sesuatu yang ia benci."

Kemudian ada yang bertanya, "Bagaimana menurutmu jika sesuatu yang aku sebutkan tersebut nyata-nyata apa pada saudaraku?"

Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Jika memang apa yang engkau ceritakan tersebut ada pada dirinya itulah yang namanya ghibah, namun jika tidak berarti engkau telah berdusta atas namanya." (HR Muslim 2589 Bab: Al-Bir Wash Shilah Wal Adab)

Jangan berghibah. Ghibah tidak hanya mendatangkan yang lain kecuali yang buruk-buruk saja untuk diri kita. Berusaha tahan nafsu diri untuk membicarakan orang lain, apalagi mengenai hal-hal yang tidak berguna dan tidak bermanfaat dari orang lain. Dimanapun dan kapanpun, selalu berhati-hati dengan lisan. Begitu juga dengan perilaku. Berusaha melakukan yang baik-baik saja. Jangan berperilaku yang bisa mengundang orang lain untuk berlisan buruk tentang kita. Yah walaupun, manusia berfikir berdasarkan apa yang ia lihat, tidak peduli itu memang benar atau salah, adanya. Semoga saya, kita, dimaafkan khilafnya dan selalu dibimbing oleh Allah agar tetap selalu dijalan-Nya. Aamiin..

Wednesday, February 26, 2014

"Apapun yang terjadi, aku akan terima..."

Di mata manusia, ada banyak hal pembeda antara satu manusia dengan manusia lainnya. Faktor pembeda itu yang membuat seseorang ter-judge, apakah mereka baik atau tidak, tapi tetap masih dalam konteks fikiran masing-masing orang. Secara pribadi, saya selalu melihat seseorang dari caranya ia menghargai sesuatu. Menghargai hidupnya, menghargai waktunya, menghargai bahagianya, menghargai sedihnya, menghargai sakitnya. Menghargai hidupnya dengan beribadah kepada Tuhannya. Baik, perihal ibadah ini memang masih dalam ranah yang sifatnya sangat pribadi. Saya bukannya bilang kalau orang yang tidak beribadah itu jahat, dan saya tidak suka. Karena saya sama sekali tidak punya hak untuk menilai iman seseorang. Entahlah.

Monday, February 24, 2014

Negeri Di Ujung Tanduk (Darwis Tere Liye)



Di Negeri di Ujung Tanduk
kehidupan semakin rusak,
bukan karena orang jahat semakin banyak, 
tapi semakin banyak orang yang memilih untuk tidak peduli lagi.

Di Negeri di Ujung Tanduk
para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan,
bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan,
tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian.

Buku "Negeri di Ujung Tanduk" (sekuel "Negeri Para Bedebah") menceritakan tentang seorang konsultan politik, Thomas. Berkarakter kuat, teguh pendirian dan tidak takut dengan seorangpun apapun jika itu ada sangkut pautnya dengan sebuah kebenaran. Digambarkan layaknya sebagai seorang petarung yang rela melakukan apa saja demi suatu keadilan.

Sunday, February 23, 2014

City of Angels (1998)

Film ini menceritakan tentang seorang malaikat bernama Seth (Nicholas Cage) yang jatuh cinta dengan seorang manusia berprofesi sebagai dokter bedah bernama Maggie (Meg Ryan). Oke, sebelum kalian menonton film ini, hal pertama yang perlu kalian harus lakukan adalah lupakan realitas. Lupakan dulu kenyataan-kenyataan hidup. Yah karena dilihat dari plot secara garis besarnya memang sudah tidak masuk akal. Masa' ada malaikat jatuh cinta dengan manusia? So, forget the reality first.

Saturday, February 22, 2014

Sajak Harapan

Bukan harapan untuk bertemu yang aku inginkan..
Tidak ada harapan yang lebih baik untukmu, untukku..
Selain untuk kebahagiaanmu

Dimanapun kau berada kelak..
Disampingku atau tidak..

Bersama siapa nanti kau akan bersanding..
Denganku atau bukan..

Dan jemari siapa yang akan kau genggam..
Jemariku atau bukan..

Bahagiamu penting.
Kau boleh berbalik..
Dan aku hanya akan mendapati punggungmu menjauh dari sini..
Karena sungguh kita tidak bertemu lebih baik adanya..

Sungguh lebih baik jika itu untuk bahagiamu.
Dan bahagiaku. Harapanku.


Friday, February 21, 2014

Sajak Kau Boleh Pergi

Siang pasti digantikan malam
Sekeras apapun siang bertahan
Matahari pasti tumbang
Dan gelap menyelimuti
Siang pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi

Kelopak bunga mawar pasti rontok
Sekeras apapun dia ingin mekar lama
Pasti tiba masanya layu
Dan tangkai2 membisu
Bunga mawar pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi
Hujan pasti reda
Selama apapun dia hendak turun
Pasti tiba masanya habis
Dan menyisakan basah di halaman
Hujan pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi

Maka
Apalagi urusan perasaan
Cinta bisa berganti benci
Percaya memudar berganti kusam ragu
Pun komitmen menipis berubah jadi lupa
Kau boleh pergi
Sungguh boleh.

Tapi aku akan tetap di sini
Meyakini bahwa
Besok pagi, malam pun akan berganti siang
Mawar baru akan merekah ulang
Dan hujan berikutnya pasti kan datang

Kau sungguh boleh pergi.

(Darwis Tere Liye)

Sajak Jalanku Masih Panjang

Wahai perasaan

Kau buat pagiku jadi mendung, soreku jadi kelam

Kau buat siangku jadi gelap, dan malam semakin gulita

Kau buat beberapa menit lalu aku gembira,

untuk kemudian bersedih hati


Wahai perasaan

Kau buat aku berlari di tempat

Semakin berusaha berlari, kaki tetap tak melangkah

Kau buat aku berteriak dalam senyap

Kau buat aku menangis tanpa suara

Kau buat aku tergugu entah mau apalagi


Wahai perasaan

Kau buat aku seperti orang gila

Mengunjungi sesuatu setiap saat, untuk memastikan sesuatu

Padahal buat apa?

Ingin tahu ini, itu, untuk kemudian kembali sedih

Padahal sungguh buat apa?


Wahai perasaan

Kau buat aku seperti orang bingung

Semua serba salah

Kau buat aku tidak selera makan, malas melakukan apapun

Memutar lagu itu2 saja,

Mencoret2 buku tanpa tujuan

Mudah lupa dan ceroboh sekali


Wahai perasaan

Cukup sudah

Kita selesaikan sekarang juga

Karena,

Jalanku masih panjang

Aku berhak atas petualangan yang lebih seru


Selamat tinggal

Jalanku sungguh masih panjang....

(Darwis Tere Liye)

Thursday, February 20, 2014

#DialogAbsurd 3

Kita selalu punya lawan bicara yang misunderstanding dengan apa yang kita bilang. Kita bilang A, mereka mengertinya yah..A. Bukan B,C, atau D. Seharusnya memang seperti itu, tapi kadang walaupun orang lain berbicara A, B, atau C, pikiran kita lah yang perlu di expand. Dicocokkan dan disesuaikan dengan keadaan sebenarnya.

Saya pernah makan di sebuah restoran makanan cepat saji, bersama dengan seorang teman. Waktu itu, saya masih merantau di Manado. Dan untuk seorang perantau, variasi makanan perlu diperhatikan demi kelangsungan hidup di tanah orang. Makanya, kita mau makan diluar saat itu. 

Saya       : Eh kamu aja yang pesan ya. Gue jaga tempat duduk disini. (yaelah kayak lagi ngepet, main jaga-jagaan segala)

Dia         : Iya, tapi kita mau pesen apa? *nanya dengan wajah bingung*

Saya       : Yaelah, yah pesan 2 nasi aja lah. Emang mau makan apaan lagi? *nanya dan ikutan bingung karena Dia mau pesan di restoran fastfood terkenal-murah-meriah-dan-enak ini saja, bingung*

Dia         : Ooh, ya udah deh.. *jalan menuju counter*

Beberapa menit kemudian..
Tebak teman saya itu bawa apa? Dia benar-benar bawa 2 nasi. Diatas nampan itu, hanya ada dua bungkus nasi ala fastfood itu, gak ada ayamnya apalagi minumnya.

Saya       : *bengong* *tahan ketawa* Pfft..

Dia         :  Lho? Kenapa? Pesannya nasi kan? *muka polos*

Saya       :  Duh iya sih, tapi maksudnya sama AYAMNYA trus MINUMNYA juga. Itu kan ada paketnya.. *tunjuk menu* *tepok jidat*

Dia         :  Ooh.. ya udah abis gue gak pernah makan ginian sih *garuk kepala*

Dan akhirnya, saya pun pergi memesan apa yang seharusnya kami pesan saat itu. Sore itu baru sekali ini gue merasa bersalah. Saya mempermalukan teman sendiri didepan mbak-mbak penjaga kasir. Mana saya tau kalau akan begini kejadiannya.. Sekaligus jadi pelajaran, kalau memang gak tahu sesuatu, jangan gengsi buat bilang.

Bayangkan, nasi minus ayam, minus minumannya.

#DialogAbsurd 2

Teringat dengan dialog absurd lainnya, beberapa bulan yang lalu. Tepatnya masih tahun 2013. Singkat cerita, saya perlu materai 6000. Karena waktu itu, Bapak lagi diluar, saya pun minta tolong titip buat dibelikan.

Saya          :  Pah, titip beliin materai 6000, ya?

Bapak       :  Ooh iya, mau dibeliin berapa?

Saya          :  Beli 4 lembar aja.

Bapak       :  Oke, kita sumpah pocong aja artis-artis itu..

Saya          :  *glek* Err..oke -_- *sigh*

Kalau kalian suka nonton acara infotainment, gaul, dan update, pasti tahu kata-kata "sumpah pocong.." itu punya siapa. Dengar Bapak bilang begitu, saya cuma bisa mengiyakan. Masa' mau tak ajakin tinju? Heu.

p.s: sebenarnya saya mau pasang foto "You-Know-Who-Siapa-Yang-Sedang-Kita-Bicarakan" diakhir tulisan ini, seperti biasa. Tapi, ya gitu deh, gak usah ya? Penting? Gak juga sih. Ya udah..


Day 10: Your Bestfriend

Di bangku SD, sahabat saya ada dua orang. Mereka adalah teman sekelas dan teman satu mobil jemputan. Kami bahkan tidak tahu apa itu sahabat....