Wednesday, January 2, 2019

#3 Thought: 2018 to 2019

I haven't made my own resolutions for 2019. Tapi, sepertinya resolusiku di tahun 2019 tidaklah muluk. Yang pada intinya, saya ingin 2019 kembali menjadi tahun titik balik. Lebih rajin dan lebih bersyukur. Salah satunya adalah mengisi blog ini minimal sebulan sekali. Tidak muluk. Hahaha..

Kembali pada setahun lalu.

Sunday, November 11, 2018

#2 Thought: I Knew I Loved You

Malam ini, saya sedang mengerjakan tugas sambil mendengarkan sebuah lagu yaitu "I knew I Loved You" dari Savage Garden. Sebenarnya tidak ada yang momen khusus untuk secara sengaja mendengarkan lagu tersebut. It has just came up on my random playlist then here i am having a flashback memory. Lagu ini seperti mengingatkan saya kembali, bahwa kalau kita mau menggambarkan seperti apa cinta orang tua, apalagi ibu, ke anaknya. Sebesar apa cinta mereka. Kira-kira makna lagunya seperti ini. 

Saturday, November 3, 2018

#1 Thoughts

The only thing i love about Jakarta: the skycrappers.

Is it weird that there is still something i love about this city? I know, not every person has their reason that they could be remember about Jakarta. Most of people might be going to give up everything just to get out of the town. Some of them might be have no choice. But, there are people who still have other reason to love Jakarta

I know, Jakarta could be so mean. Could be so boring, for few people. Even could be so annoying, making so many hatred feeling in some of us with all of conflicts hapeened there. Not to mention the traffic. Streets are always crowded, full of cars, public transportaions, motorcycles, or people who are walking on the sideways. I hate going everywhere in that city. I hate traffic in Jakarta, too. But, i still have something that i can love from Jakarta.

I like walking on sidewalks in Jakarta. I enjoy it. I enjoy meeting people who also walking in the street. I like standing for long times in busway (although, i hate it because it will take a long time to get our destinantions). And paying attention of some people in there. Making some thoughts that guessing what their life could be. I enjoy going out in nights, when all of those buildings turn on all of their lights that they have. I enjoy watching people feel tired in public transportation, question in their head, "when can i get home, seeing my wife and children?" I know, some of you that have live in Jakarta for years, forever, could laugh at me and think "Are you sure? why don't we just switch? I am at your city, and you live in Jakarta. 'Cause i can guarantee that you can't overcome yourself living in Jakarta? There's no one can stand for Jakarta. Ha..ha..ha.." Right? :)

I actually care about that thought, if there's someone actually thought of that. But, everytime i visit Jakarta, most of reasons are business trip (thank God..hehe :)), i always have the same feeling. I've been working for (only) 4 years, have had visited Jakarta for many times, but i still fall for Jakarta and its city view. 

Being in between in those skycrappers, makes me realize something about loving this city. Those skycrappers are making me so small that i can not any reasons to feel bigger than i am now. Everytime. I always feel that there are so many things bigger things in my life than i am. That making me can not have excuse feel greater than anyone else, than anything else. 

Being in those skycrappers, makes me think that i am part of something big which God has planned. Making me feel that although i am small, still every one of those big moments, big events of my life, myself have part of it. My desicions, my efforts, my thoughts, and my feeling. All of those moments, huge or little, my failure or my successful, happened because of my part in my own life. With God's help, of course. That's why i have never complain for anything bad that happened to me. Or i have never been so over-proud of everyhing good that also happened. God plans my life perfectly. But, i also not a chess-pion. Myself has part of it. 

Being in Jakarta, always makes me having so many evaluation, correction of my life. I pause of my life for a second. What am i chasing for? Am i still the person after all this time? Am i still on my track? What plan does God have planned for me? Because you are in between something bigger than Jakarta. Something bigger than i can imagine. You have big purposes of life that you might be forget about. And Jakarta is kind of reminder for me. Reminder that although this life is bigger than myself, and i still have part of it. 

Thursday, June 21, 2018

#1 Potensi Diri

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia, dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (QS 95: 4)

Semalam, bersamaan dengan menerima kuliah dari @bengkel_diri (bisa coba dibuka akunnya via instagram apa itu @bengkel_diri. Yang jelas ini akun dan orang-orang didalamnya, keren banget), saya juga menonton program TV Mata Najwa. Topik yang dibahas keduanya ini kurang lebih hampir sama. Yaitu tentang potensi diri.

Thursday, May 17, 2018

Buku

Selamat Hari Buku Nasional!!

Selain hari ini adalah hari khusus dimana sebagian besar toko buku, apalagi yang online, mengadakan diskon besar-besaran untuk pembelian buku. Biasanya tergantung jenis bukunya apa dan ada juga yang memakai minimal pembelian. Tapi, apapun itu lah, yang penting bukunya diskon. Suka pokoknya sama yang diskon-an 😜💖

Wednesday, May 16, 2018

#1 Ramadhan

Selamat datang, Ramadhan.

New Methods.

I need some new methods to write.
Karena mengandalkan kehidupan sehari-hari akan sangat membosankan, untuk saya dan yang membacanya. Because, well, my routine is a really ordinary day, sama seperti keseharian orang lain. Mulai dari bangun pagi sampai tidur lagi kayaknya berjalan stagnan begitu saja. Tidak ad perubahan yang berarti.

Tuesday, May 15, 2018

24 Tahun.

Sebenanrnya tanggal sudah lama lewat, jadi momennya mungkin sudah mulai basi. Tapi, tidak apa-apa. Rasanya sudah lama sekali saya tidak duduk sendiri seperti ini, merenung, lalu menulis. Saya terlalu sibuk bahkan untuk merangkai mimpi yang tidak besar sekalipun. I have lost myself these months. Tapi, melalui menulis, hope i will refresh, recharge, and rearrange myself. Find my old-me but in the better version.

Sebelum 24 tahun.
Seperti tersesat. Sama seperti yang saya katakan tadi, i lost myself. Rasanya tidak menjadi diri yang dulu. Yang semua penyebabnya adalah yang tidak pernah disangka. Ujian kadang datang, baik yang kecil maupun besar, datang bertubi-tubi. Begitu saja, tanpa ada tanda. Dan yang terburuk, i am not me when i faced them. I was wrong. Mungkin ada yang salah. Tapi, entah apa.

Sebelum 24 tahun. 
There's something missing here. Tapi, entah apa.

Sebelum 24 tahun.
Hidup seperti persimpangan jalan yang membingungkan. Hendak akan darimana dan akan kemana. Dan bagaimana akan kesana. Semuanya serba membingungkan. Seperti bumi tidak lagi di bawah telapak kaki. Tapi, tidak juga di langit. Tidak dimana-mana. Entah dimana. 

Semoga di 24 tahun.
Saya tidak lagi tersesat. Saya temukan apa yang hilang. Saya akan hidup lebih baik.

Belum

Monday, January 29, 2018

#10 dan #11 Bulan Kesepuluh dan Kesebelas: Waldan Ke Yogya!

Di bulan ke sepuluh ini, Al punya pengalaman baru. Kali ini, Waldan ke Yogya! 
Setelah persiapan yang butuh dua minggu, akhirnya tiba waktu Al melihat dunia yang lebih luas lagi daripada rumahnya. Alhamdulillah, ada rezeki dan waktu, so i thought, why not? Mumpung masih bisa cuti sebelum akhir tahun waktunya cuti-cutian dilarang. Hehe..

Tuesday, September 26, 2017

#8 Bulan Kedelapan: Sakit

Selamat 8 bulan, nak.
Ini lagi-lagi tulisan yang sangat terlambat di pos. Karena tulisan ini lama banget selesainya. Tertatih dalam prosesnya. Kadang lupa, kadang males. Yah gitu deh, namanya mama ini juga manusia biasa, ya Al? :))
 
Bulan kedelapan..

Monday, September 18, 2017

Bulan Ketujuh: First Tooth and Baby Spa

Selamat 7 bulan, nak.

Tulisan ini telat dipos, soalnya baru selesai dan lupa kalau saya belum tulis tulisan untuk Al di bulan ketujuh. Emangnya sampai kapan mau nulis untuk Al? Ya, sampai udah gak bisa nulis lagi. Emangnya materi tulisannya tentang apa? Ya, tentang apa saja. Tentang Al, tentang pikiran-pikiran mama, tentang hal yang baik-baik :)

Momen usia Al yang ke 7 bulan, saya gunakan untuk sejenak bersyukur dengan apapun yang Al bawa ke dunia sejak lahir. Apapun itu. Bersyukur dengan apapun yang terjadi dengan Al. Sakit dan sehat. Baik dan buruk. Semua saya hadapi baik-baik dan resapi dengan perlahan. Bahwa apapun yang Al bawa ke dunia, takdirnya, akan menuntunnya kepada sederetan momen yang turut juga akan membentuk saya dan suami, orang tuanya Al, menjadi pribadi yang lebih baik. Khususnya menjadi orang tua yang baik untuk Al.

Al sudah bisa apa di usia 7 bulan ini?

Thursday, June 22, 2017

Isi Lamunan Saat Menyetir Pagi Ini.

Pagi ini, saya sedang asyik mengemudi menuju kantor sambil mendengar radio dari sebuah stasiun radio yang terkenal. They threw some topics to invite opinions from listeners. The listeners will tweet, phone, or mention the radio in facebook to speak their opinion out. Dan sampailah pembicaraan sang penyiar tentang sebuah tema yang cukup menggelitik logika dan nurani saya.

Berawal dari berita viral di internet tentang sepasang remaja berumur 15 tahun yang telah menikah beberapa waktu yang lalu. I have read the news. Dan entah harus berkata apa ya, karena ada beberapa faktor yang menyebabkan pernikahan dini (walaupun saya jga tidak tahu motif apa yang melatarbelakangi pernikahan 2 remaja tadi. Berita tidak mengatakan apapun tentang alasannya) dan diri saya sendiri pun sekarang berada di posisi pro dan kontra tentang menikah di usia dini. Apalagiii..married in age 15? Fine but, are you serious, people? Saya rasanya gemes sendiri pengen berkomentar. Kan udah lama juga rasanya saya nulis-nulis tentang nikah sejak saya sendiri pun sudah menikah 😆

So, here my opinion..

Tuesday, June 13, 2017

#5 Bulan Kelima : MPASI!!

Selamat mengulang bulan lagi, Al. You are 5 months old now, Al.

Al tumbuh semakin baik, semakin berat (hahaha..) dan semakin ganteng. I can not stop falling in love with Al, after my husband. Kalau dulu lahir dia sangat mirip dengan papanya. Semakin bertambah usianya, malah semakin mirip mamanya. Malah terkadang mirip perpaduan antara mama dan papanya.

Kalau lagi kalem, mirip banget papa. Tapi kalau lagi senyum, mirip banget dengan mama. Setidaknya begitu kata orang tua kami. And i noticed it, too. Duh, rasanya pengen nempel terus di Al. Pagi sebelum ke kantor rasanya susah banget buat move on dari kasur gegara asik nonton Al tidur.

Friday, May 12, 2017

#4 Bulan Keempat : Sleeping Routine

Sempat sharing di instagram pagi ini tentang sleeping routine-nya Al. Tapi, kok kayaknya gak cukup kalau dijelasin di caption doang. Panjang banget ceritanya dan beneran ada perjuangan dalam memperbaiki kebiasaan tidur Al. Jadi, mari kita jabarkan lebih rinci disini. Saya bukan ahli, hanya saja saya pernah belajar dan mencoba.

Pada awalnya, Al adalah anak yang  (mungkin) bisa dibilang gampang tidur kalau sudah ngantuk (yaiyalah.. 😂). Dan ngantuk ini bisa datang jika dia sudah kenyang karena nyusu. Ya maklum lah kalau aktivitas newborn cuma tiga yaitu minum, tidur dan buang air. Dan ternyata manfaat tidur untuk bayi itu besar sekali. Salah satunya adalah manfaatnya untuk perkembangan di dalam otaknya (Baca: http://bidanku.com/betulkah-pola-tidur-bayi-berpengaruh-pada-kecerdasan). Jadi, bayi memang sangat penting untuk memiliki waktu tidur yang cukup.

Newborn Al gampang banget ditidurin. Tinggal dikasih nyusu aja, trus digendong bentar. Di ninabobokan. Ya seperti bayi newborn pada umumnya. Walau jadwal nyusu tetap 2 jam sekali tapi setelah minum, dia tidur lagi.

Tapiiiiii...

Friday, March 31, 2017

#2 Breastfeeding Experience

Banyak cara seorang Ibu bisa mengasihi anaknya. Memberikan quality time, memperhatikan asupan gizi yang ia makan, memperhatikan perkembangan tubuhnya, dan lain-lain. Masing-masing ibu punya cara yang berbeda pula untuk mengasuh anaknya. I also convinced myself everytime that we, the mothers, are different. Because, we are, of course, totally different person. Tapi, hanya satu hal yang membedakan para ibu: mereka pasti berusaha yang terbaik untuk anaknya. Apapun itu.

Thursday, March 23, 2017

#1 Breastfeeding Experience

I almost finish my fourth trimester.

Emangnya ada trimester keempat?

Gak sih, saya aja yang bikin seolah-olah ada sih. Hehehe.

Trimester keempat, buat saya pribadi, adalah masa menyusui. Saatnya mulai lagi dari nol, setelah menjalani proses kehamilan selama 9 bulan lalu melahirkan. Mungkin ibu-ibu lain beruntung bisa melalui proses awal masa menyusuinya dengan tenang, juga mungkin di beberapa waktu kedepan bisa menyusui anaknya dengan less perjuangan. Tanpa mesti susah-susah :(

Lain dengan ibu lainnya yang masa menyusuinya normal-normal saja, lain juga dengan saya dan ibu-ibu lainnya yang mungkin senasib dan seperjuangan dengan saya. Hehehe..

Ini semua bermula ketika saya sudah tidak bisa menyusui Al langsung a.k.a direct breastfeeding. Usia Al sudah hampir 3 bulan, dan selama ini dia minum susu pake botol dot. Sedih? Ya. Jujur, saya sedikit iri dengan para ibu yang masih direct breastfeeding anaknya. In facts, batin ibu dan anak terjalin saat menyusui. Well, my son and i are unlike any other mothers and their children.

Day 10: Your Bestfriend

Di bangku SD, sahabat saya ada dua orang. Mereka adalah teman sekelas dan teman satu mobil jemputan. Kami bahkan tidak tahu apa itu sahabat....