Saturday, February 6, 2016
Teruntuk Mas..
Friday, January 1, 2016
Tulisan Pertama
Friday, December 25, 2015
Bungkus atau Isi ?
Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus "bungkus" saja dan mengabaikan "isi".
Maka, bedakanlah apa itu "bungkus" dan apa itu "isi".
"Rumah indah" hanya bungkusnya,
"keluarga bahagia" itu isinya.
"Pesta pernikahan" hanya bungkusnya,
"cinta kasih, pengertian, dan tanggung jawab" itu isinya.
"Ranjang mewah" hanya bungkusnya
"tidur nyenyak" itu isinya.
"Kekayaan" itu hanya bungkusnya,
"hati yang gembira" itu isinya.
"Makan enak" hanya bungkusnya,
"gizi, energi, dan sehat" itu isinya.
"Kecantikan dan ketampanan" hanya bungkusnya, "kepribadian dan hati" itu isinya.
"Bicara" itu hanya bungkusnya, "kenyataan" itu isinya.
"Buku" hanya bungkusnya; "pengetahuan" itu isinya.
"Jabatan" hanya bungkusnya,
"pengabdian dan pelayanan" itu isinya.
"Pergi ke tempat ibadah" itu bungkusnya, "melakukan ajaran agama" itu isinya.
"Kharisma" hanya bungkusnya,
"karakter" itu isinya.
"Rejeki" itu hanya bungkusnya, "keberkahan" itu isinya.
Utamakanlah isinya, namun rawatlah bungkusnya.
Maaf, ini tulisan pertama di blog ini lagi setelah sekitar 6 bulan tidak menulis sama sekali. Entahlah, banyak sekali yang terjadi padahal hanya dalam beberapa bulan. Thanks for seorang kakak yang membagi tulisan ini kala saya mungkin terlihat kusut di kantor. Jangan lupa jaga kesehatan. Apalagi dengan cuaca seperti ini. Semoga yang sedang sakit, segera diangkat penyakit nya. Jangan lupa bahagia, apalagi dengan orang-orang tercinta. Hehe..
Sunday, June 21, 2015
Hati-Hati Dengan Selfie
Catatan Ramadhan Hari Ini
Wednesday, June 17, 2015
Ego Is Soul's Worst Enemy
Sunday, June 14, 2015
Lalu..
Wednesday, June 10, 2015
Aku Ingin Tua Bersamamu.
Saturday, June 6, 2015
Patah Hati..
Dunia terasa buruk ketika segala sirna
Rasanya hanya ada satu perspektif disana.
Hanya ada satu pandangan. Satu rasa.
Kesakitan. Kebencian. Prahara.
Patah hati..
Apa yang mereka tidak mengerti adalah setelahnya.
Apa yang dibaliknya.
Apa yang patah hati ini coba jelaskan.
Sayang sekali, kebanyakan dari mereka tidak mengerti.
Patah hati..
Biarkan ia datang.
Biarkan sakit itu memenuhi udaramu hingga kau sesak.
Peluk ia dengan segala durinya
Terima dengan selapang-lapangnya dada.
Sungguh, itulah satu-satu cara mengobatinya.
Jatuh Cinta.
Panggil mereka gila karena tersenyum.
Tersenyum padamu.
Tersenyum pada kenangan yang sudah ia ukir.
Tersenyum pada hari baru. Karena akan ada satu hari lagi yang aku hadapi denganmu.
Jatuh cinta..
Apa yang salah dengannya?
Salahkah ketika ia membuat seseorang menjadi seorang pujangga?
Sebelumnya tak pernah sekalipun menulis puisi.
Dan..voila! Tiba-tiba dia menjadi seorang penulis hebat.
Sungguh tidak ada yang salah ketika kata-kata mengalun.
Hanya karena ia jatuh cinta.
Jatuh cinta..
Sebut saja mereka tolol.
Karena menghambakan sebagian hatinya kepadanya.
Membiarkan jantungnya berdebar cepat.
Menikmati setiap detaknya.
Menghela setiap nafasnya yang sesak .
Karena cinta sudah memenuhi udaranya.
Tapi, apa yang lebih indah saat jatuh cinta?
Mereka tidak pernah tahu sedalam apa cinta itu.
Tidak sampai ketika mereka hanya berdua dengan Tuhan.
Bercakap-cakap.
Dan ada namanya disana.
Saturday, May 23, 2015
Will He Still Love You In The Morning?
Sunday, May 17, 2015
Forgiven, But Not Forgotten
Tuesday, May 5, 2015
Pernikahan Bukan Sebuah Dongeng
Monday, May 4, 2015
"Selamat Ulang Tahun, Semoga..."
Sunday, May 3, 2015
Cerita Skoliosis Setelah Bertahun-Tahun Dilupakan
Umur dan Ide
Saturday, May 2, 2015
A Kind Reminder For Me Today
Thursday, April 23, 2015
Note For You.
Dari Ayahnya.
Dari Saudara-saudarinya.
Dari teman-temannya.
Dari orang-orang yang menyayanginya.
Sunday, April 12, 2015
Nice To Meet You, Douglas.
Saturday, April 11, 2015
Bukan Badai, Tapi Layarnya.
Monday, April 6, 2015
Peluk rasa sakitnya.
Resapi setiap durinya.
Hayati sakitnya.
Pahami bahwa melepaskan adalah tanda sejati untuk segala sesuatu yang baik.
Bahwa melepaskan artinya mengikhlaskan.
Bahwa melepaskan artinya paham kalau semua hal di dunia ini bukan milikmu.
Semoga dengan melepaskan, rasa perih itu sendiri yang akan melepaskan diri.
Saturday, March 28, 2015
Sunday, March 22, 2015
Kapan Menulis?
Friday, March 20, 2015
Wednesday, March 18, 2015
Mereka Adalah Penjual Minyak Wangi
Wednesday, March 11, 2015
8 Ayat Jawaban Untuk Malam Ini
Dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu.
Yang memberatkan punggungmu.
Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu.
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.
Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
Thursday, March 5, 2015
Wednesday, March 4, 2015
Sunday, March 1, 2015
Antara Pallubasa dan Kartu Kredit
Thursday, February 26, 2015
Monday, February 23, 2015
Sunday, February 22, 2015
Cek Lagi
"We Read to Know We Are Not Alone"- C.S Lewis
Friday, February 20, 2015
Semakin berharap, semakin kecewa.
Semakin berjalan jauh sendirian, semakin banyak jalan buntu yang ditemui.
Tidak terhitung sudah berapa kali berbalik arah dan terus mencari.
Tidak terhitung sudah berapa kali jatuh tertimpa harapan dan bangkit dari puing-puingnya.
Padahal hakikatnya adalah apa yang semu, semakin dicari maka ia akan semakin hilang.
Padahal apa yang fana, semakin digenggam, maka ia akan semakin terlepas.
Apa yang kita cari, dapatkan, dan pilih belum tentu yang terbaik.
Maka, lepaskanlah.
Lalu, biarkan Tuhan yang memilihkan.
Maka, perbaikilah.
Lalu, biarkan Tuhan menepati apa yang selalu Ia janjikan.
Maka, yakinlah.
Lalu, biarkan Tuhan yang membukakan jalan.
Karena..
Tuhan tidak pernah main-main dengan janjiNya.
Monday, February 16, 2015
Cerita DTU (Part 3)
Sunday, February 15, 2015
Cerita DTU (Part 2)
Day H-1 Registrasi
Curhatan Seorang Distributor
Saturday, February 7, 2015
Baca Ini Untuk Mengingatkanmu, Non
Monday, January 26, 2015
Kamu Gagal?
Allah selalu punya banyak cara untuk membuat sebuah pertemuan dan perpisahan.
Selalu ada makna terselip di balik sebuah kejadian indah dan suram.
Semua kejadian yang manusia alami selalu berawal dari sebuah pertemuan. Lalu, berlanjut terus, hingga waktu membuktikan sesuatu.
Sayang, kita selalu tidak pernah punya petunjuk, akan dengan siapa dan dimana kita menemukan sebuah pertemuan.
Orang bijak bilang, seseorang bisa hadir sebagai berkah..atau pelajaran. Perantara atas apa yang coba Allah ajarkan kita, bisa jadi melalui seseorang, dengan sebuah kejadian.
Tapi, dari semua kejadian itu, Allah hanya ingin ajarkan satu hal.
Keikhlasan. Bagaimana caranya memberikan terbaik hanya untuk Dia, setelah mendapatkan atau mengalami sesuatu.
Banyak manusia lupa akan itu. Termasuk saya. Mungkin juga Anda. Lupa kalau sesuatu itu bukan milik kita. Sehingga, kita memberikan segala usaha hanya untuk menggenggamnya.
Sayang, banyak juga yang lupa. Allah yang miliki segalanya. Dia bisa memberikan apapun, kapanpun kepada siapapun.
Tapi, Allah juga bisa mengambilnya, kapanpun dari siapapun.
Maka, ketika ada yang hilang. Ada yang pergi. Ada yang gagal. Mengapa terjadi?
Maka, tanyakan pada dirimu sendiri dulu. Siapa kamu sebenarnya hendak coba memiliki segalanya tapi tidak mencoba untuk memiliki Allah? Padahal Dia adalah Yang Maha Memiliki.
Menggenggam sesuatu tapi mulai melepaskan Allah, sama sekali bukan tindakan cerdas.
Semoga di kemudian hari, ego yang ingin memiliki semuanya tidak menguasai lagi. Apa yang terjadi, maka terjadilah.
Bukan sesuatu yang harus dilupakan dan disesali. Justru disyukuri. Karena melalui itu, Allah coba berbicara kepada kita dan ajarkan sesuatu.
Mungkin kamu gagal, karena hubunganmu dengan Allah sudah retak.
(Semoga tulisan ini menjadi pengingat untuk saya. Dan juga Anda yang membaca)
Friday, January 16, 2015
Cerita DTU (Part 1)
Wednesday, January 14, 2015
Seandainya Saja..
Mungkin aku tidak perlu sesendu ini ketika hanya melihat langit yang sama dengan mu.
Seandainya saja pertemuan ini tidak begitu berarti.
Seandainya saja aku sadar kalau aku pernah kalah melawan jarak dan waktu.
Mungkin aku tidak perlu menyisipkan sedikit tempat disini, di sebuah sudut dalam nirwanaku.
Begitu lucu ketika sebuah pertemuan diantara banyak pertemuan menjadi begitu sangat membekas. Sebab pada kenyataannya, kita selalu bertemu dengan orang lain.
Tapi lama-lama bukan sekedar kita lagi yang berbincang.
Tapi, tidak denganku. Dan tidak pula denganmu. Kita berdua tahu.
Biarkan saja perasaan ini menggenggam dirinya sendiri, dalam senyap.
Biarkan saja kata-kata ini mengantarkan rindu menujumu.
Disaat lisanku belum bisa berbisik sayang di telingamu.
Biarkan saja doa ini melindungimu dari sini.
Saturday, January 10, 2015
A Very Strong and Deep Line With Someone.
Friday, January 2, 2015
Sebuah Keluarga
Monday, December 29, 2014
Tentang Hujan.
Saturday, December 27, 2014
Aku tidak tahu apa lagi yang tetap menahanku disini.
Apa yang aku tahu adalah gravitasi ku bukan disini.
Bahagia ku bukan disini.
Aku bahkan tahu gravitasi ini tidak ingin menahanku lagi.
Bahkan tahu kalau dia ingin lupa untuk menarikku kembali ke tanah.
Dan biarkan aku saja melayang tanpa jatuh ke bumi.
Rasanya seperti tidak diinginkan.
Langit tidak membiarkan mu terbang.
Dan bumi juga tidak membiarkanmu mendarat.
Kau tahu ini lebih parah daripada kau jatuh berdebam saja.
Menubruk tanah, menghantam dengan kerasnya.
Daripada tidak kemana-mana.
Tidak ke atas atau ke bawah.
Karena aku tahu tidak ada lagi yang menahanku disini.
Thursday, December 11, 2014
Sunday, December 7, 2014
Get To Me
Got a full moon rising
And you know this is the time I get a little bit lonely
And I can't fight it, I can't hide it.
Don't know where you are,
But I want you just like lightning
Shooting straight out of the sky,
Come and strike me with your light igniting
Yeah, igniting.
Gotta get to me, gotta get to me
You gotta spread your wings and start flying.
Like a drop of rain, gotta find the way
Don't hit the brakes, just come and crash through my horizon.
Bring back the air, I need to breathe, baby
You gotta get to me.
The bottle is empty
And I'm dancing in the shadow of a memory.
Yeah, call me crazy
But I still got this schoolgirl's dream.
You're gonna show up and kiss me,
Pull me in, hold me tight, love me and carry me away
Like there's no more tomorrows and no more yesterdays.
Gotta get to me, gotta get to me
You gotta spread your wings and start flying.
Like a drop of rain, gotta find the way
Don't hit the brakes, just come and crash through my horizon.
Bring back the air, I need to breathe, baby
You gotta get to me.
Gotta get to me, gotta get to me
You gotta spread your wings and start flying.
Like a drop of rain, gotta find the way
Don't hit the brakes, just come and crash through my horizon.
Bring back the air, I need to breathe, baby
And get to me.
Get to me, get to me, yeah
You gotta get to me.
The night is hot,
Got a full moon rising...
Saturday, December 6, 2014
Langit semakin terang. Matahari mulai terbit. Sepertinya saya harus memberi sedikit apresiasi untuk kedua mata saya yang kemarin hanya melihat warna hijaunya rerumputan, menggantinya dengan pemandangan padatnya kota Jakarta dari jendela kamar lantai 7 hotel tempat saya menginap. Mungkin beberapa hari kemudian saya akan mulai merindukan pemandangan rerumputan dan hutan itu.
Lagi-lagi televisi kamar ini menayangkan Disney Channel. Akhirnya saya bisa menonton TV. Tidur dengan santai, nyaman dan hangat. Makan makanan apapun yang saya mau. Bisa mandi dengan bersih. Lho? Memangnya kemarin tidak bisa? Saya baru saja selesai melaksanakan kegiatan diklat selama 10 hari, dalam rangka memenuhi tugas kantor pusat instansi tempat saya bekerja. Dan saya..tidak bisa melakukan hal-hal yang tadi. Saya hanya hidup "seadanya" selama 10 hari. Nanti saja di tulisan lain saya akan tuliskan dengan lengkap. Saya hanya terlalu lelah untuk bisa menulis tentang itu sekarang. Saya masih dalam keadaan setengah percaya dan sadar kalau sekarang saya sudah pulang. Hehe..
Terlalu banyak hal yang terjadi. Seperti biasa, untuk instansi kami, kegiatan diklat seperti ini seperti ajang reuni yang terjadi accidentally. Tidak direncanakan. Tidak dibicarakan, tau-tau sudah ada surat pemanggilan mengikuti diklat. Bertemu lagi dengan orang lama dan orang baru. Mengenal teman-teman baru. Mengenal ilmu baru. Setelah selesai, kembali lagi meninggalkan sesuatu disini. Begitu seterusnya, dan akan selalu berulang.
10 hari meninggalkan cerita. Meninggalkan kenangan. Meninggalkan rekam tawa dan muram. Meninggalkan cerita pertemanan masing-masing orang, yang baru akan dimulai. Dan selama 10 hari pula saya tahu..ada sesuatu yang belum terselesaikan.
Tuesday, October 28, 2014
Saturday, October 25, 2014
My Deep Thoughts About What Had Happened Lately
Mana Lebih Dulu: Berdoa Atau Bersyukur?
Sunday, October 19, 2014
Uzlah: Sunyi Dalam Keramaian, Ramai Dalam Kesunyian.
Thursday, September 25, 2014
Kangen Lagi.
Sunday, September 14, 2014
And here i am doing my favorite thing before i sleep. Headphone and music's on. Safe and Sound. Listening my deep breathe only. Staring at the wall. Thinking about few things. It's been months and still counting. And until today, whatever i have been through because of you. Problems, kindness, sadness, and happyness. I am still me hoping you are always safe in God's protection.
Tuesday, September 9, 2014
Sunday, September 7, 2014
Saturday, September 6, 2014
Monday, September 1, 2014
Perempuan Blazer Coklat
Saturday, August 23, 2014
Thursday, August 21, 2014
Sesederhana Main Basket dan Dua Remaja Istimewa.
Beberapa hari belakangan ini tulisan rada galau. Emang sih akhir-akhir ini saya agak sedih. Ada masalah. Yah biasalah, gak ada hidup yang baik-baik saja. Tapi, ternyata saya gak hanya merasa sedih, tapi juga lupa.
Pagi ini mencengangkan diri saya sendiri. Lagi-lagi terfikir apakah hari ini akan menjadi hari yang berat. Apakah hari ini akan menjadi hari dengan kekhawatiran yang sama. Langkah pertama keluar dari pagar rumah, tiba-tiba diperlihatkan saya dengan sebuah pemandangan menyadarkan. Ada dua orang remaja menderita down-syndrome. Sepertinya mereka saudara. Lengkap dengan berpakaian seragam sekolah. Memang didekat rumah nenek saya ini, ada sekolah luar biasa. Hanya saja saya tidak pernah tahu dimana letaknya dan saya pikir sekolah itu sudah berhenti.
Mereka itu tertawa. Bercanda di jalanan. Berangkat ke sekolah sama seperti orang lain. Seakan gak ada masalah apapun. Padahal mereka gak sama seperti orang lain. Mereka istimewa, berbeda.Tapi, mereka tuh kelihatan baik-baik saja. Saya langsung merasa tolol.
Bego banget malah. Udah dikasih segini banyak nikmat, ada orang-orang baik terdekat yang bisa saya sayang sepenuh hati, dan harusnya saya fokus dengan mereka. Lalu, karena seibrit masalah gara-gara orang gak dikenal aja langsung ciut. Trus, dengan ada masalah secuil ini saya jadi galau habis-habisan? Saya harus kalah sama orang lain yang saya tidak kenal gitu? It is just completely ridiculuous.
Saya harusnya sadar, masalah ini gak sebanding dengan apa yang Tuhan sudah kasih. "Orang" ini gak berhak apa-apa untuk membuat saya tidak fokus dengan apa yang sudah saya bangun. Dan saya sudah, dan selalu bisa melewati situasi seperti ini. Trus, kenapa sekarang berbeda?
Saya lupa kalau sebelum masalah ini datang, saya sudah punya apa yang gue butuhkan. Tuhan sudah kasih semuanya. Mungkin saya lupa bersyukur lagi. Dan dengan masalah itu, melalui "orang" itu, jadi reminder buat saya sendiri. Ini ujian.
Hadapi. Terima. Maafkan. Lalu, ikhlaskan. Saya harusnya seperti itu.
(Ditulis sambil sarapan dan mengingat betapa sederhananya bahagia itu selama kita menginginkannya. Sesederhana sore kemarin dan pagi ini)
Wednesday, August 20, 2014
Buat saya, film MIKA selalu punya pesan moral sendiri. Tiap kali saya nonton atau bahkan sekedar ingat-ingat lagi tentang filmnya, saya seperti diingatkan lagi tentang kesempurnaan.
Saya gak sempurna. Sangat tidak sempurna. Dan karena itu, orang-orang bisa datang dan pergi. Karena saya gak punya kesempurnaan itu untuk menahan mereka disini. Saya memang gak tau apa-apa. Cuma bisa berusaha yang terbaik sebisa saya untuk mempertahankan. Dan tanpa kehendak mereka sendiri juga, saya sama sekali gak bisa.
Tetaplah seperti ini, hati..
Sungguh, bahagialah..
Cerialah seperti kau sebelum khawatir ini datang..
Jadilah pelangi seperti dirimu sebelum mendung ini tiba..
Sejenak saja..
Atau tak bisakah kau menjadi sama seperti sore ini?
Yang bisa sesederhana itu kau bahagia.
Aku sungguh rindu dirimu yang itu, hati.
Tuesday, August 19, 2014
Sunday, August 17, 2014
Karena Satu Kata, Rusak Semua Momennya.
Mungkin itu sebabnya, sesekali perempuan butuh bicara. Jangan kode muluu deh kayaknya. Karena kode kadang tidak berhasil untuk kita berkomunikasi. Karena laki-laki terlalu tuli dan tidak peka dengan bahasa kode. Gak tau, terserah mau kode semaphore kek, kode morse, atau apalah itu, laki-laki jarang ada yang mengerti. And most of them are like that. Always. Mungkin ini ada keterkaitan juga dengan ego. Itu sebabnya, komunikasi sering jadi akar permasalahan antara laki-laki dan perempuan.
Tapi, ada juga lho ternyata yang kita ngomong sudah to do point banget, tapi tetap aja gak ngerti. Ada. Jelas gitu aja gak ngerti apalagi kalau dikodein. Itu gimana ceritanya *facepalm* Wkwk~
(Terinspirasi dengan momen malam ini. Rusak.)
"O"
Engkaulah penunjuk jalan menuju palung kekosongan dalam samudera terkelam
Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang menuju tempat tak bernama namun terasa ada
Ajarkan aku,
Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap
Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut
Bangun dari ilusi namun tak memilih untuk pergi
Tunggu aku,
Yang hanya selangkah dari bibir jurangmu.
(Dari buku "Akar" Supernova oleh Dewi Lestari)
Tuesday, August 12, 2014
Photos.
I looked back my photo album on my instagram account. It is filled with photos of my beloved people. And i am so grateful that i have them stay around me, that i can love..
Monday, August 11, 2014
Kangen Odit.
I really can't explain how i miss Odit so much. I've not talked to him for a week. And i miss when he's angry at me. Lol.
Emang bener kata orang, kita bakal tahu kita sayang sama seseorang setelah dia pergi, gak ada di dekat kita. Gue sama Adit layaknya kakak-adik pada umumnya. Eits, bukan kakak-adik ketemu gede ya, tapi saudara kandung. Saudara beneran. Hehe.
Kita marahan, baikan, diem-dieman, trus kompakan. Tiap pagi gue paling sering kena omelan dia gara-gara gue telat bangun. Telat mandi dan segala macem. Gue bener-bener kangen dimarahin adek sendiri.
Gue mungkin belum jadi kakak yang baik buat dia. Terakhir kali ketemu dia aja gue cuma bisa kasih dia buku TOEFL sama buku Fisika Dasar. Gak kece plus gak seru banget kan? It doesn't sound fun for a farewell gift. Soalnya menurut gue, dua hal itu penting buat dia. Mengingat karena dia bakal tes kemampuan dasar gitu, dan salah satu mata pelajaran yang diujikan bahasa inggris dan fisika. Jadi, gue gak terlalu jahat amat kan kasih dia buku tebal dan membosankan macem begituan? Heu..
Dan sekarang tinggal si Bungsu ini adek gue yang masih disini. Tahun depan dia bakal kuliah juga. Entah itu di sekitaran Makassar aja atau diluar Makassar. Dengan tau dua kenyataan kalau kedua adek gue udah kuliah dan (akan) kuliah, gue merasa lebih tua aja. Ternyata waktu cepat banget berlalu. Time flies so quickly.
Saturday, August 9, 2014
Jilboobs Terkenal Karena Kita.
Baru buka home facebook lagi dan saya kaget. Yup, apalagi kalau bukan karena artikel tentang Jilboobs. Scroll terus, baca belasan artikelnya dari sumber yang berbeda pula. Kembali ada perpecahan terjadi disana.
So sad knowing about this. Tapi, mari kita lihat dari beberapa sudut pandang yang berbeda. Pertama, mari kita lihat dari hal yang lebih fundamental dari semuanya. Hukum menutup aurat.
Cek lagi (An-Nūr):31 - Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka..."
Referensi dari Alqur'an langsung, jelas hukumnya wajib. Hematnya, jilbab itu menutupi. Dan disebut menutupi karena tidak melekukkan bagian tubuh lainnya.
Selanjutnya, harus saya akui, berkerudung tapi memakai kaos ketat itu memang kurang tepat. Karena pada dasarnya jilbab untuk melindungi. Singkatnya, kalau lekuk tubuh tetap terlihat jelas, apanya yang harus dilindungi lagi?
Memang itu bagian dari proses, saya pun awalnya juga seperti itu sampai akhirnya pakai jilbab syar'i. Proses, bukan berarti jalan ditempat disitu saja. Tetap berusaha memperbaiki tiap langkah, itulah proses. Terus belajar. Biar prosesnya maju. Tidak diam ditempat begitu saja.
Lebih penting lagi, ayo kita sama-sama lihat diri masing-masing. Lihat apakah kita memang sudah lebih baik daripada orang lain. Rasanya agak miris ketika tahu ada page Jilboobs community. Dan akan sangat miris lagi kalau adminnya ternyata seorang muslim.
Jika kita memang peduli, apakah tidak lebih baik kalau menasehati langsung secara personal dengan orangnya? Tidak perlu lah membuat page seperti itu. Apalagi turut meng-like atau mem-posting foto saudari mu disitu. Saya rasa orang-orang yang sudah mempopulerkan dan membuat istilah rese' itu menyebalkan juga.
Dan sadarkah kita bahwa orang-orang yang turut meng-klik tombol "share" juga ikut menyebarkan fitnah karena menyebarkan foto milik perempuan2 yang diupload di artikel tersebut? Sadar gak kalau kita juga turut menjelekkan mereka karena foto mereka juga tersebar yaa karena kita juga. Tanpa sengaja, kita juga bikin mereka jelek juga, membuka aib mereka, didepan orang lain. Fikirkan lagi deh.
"Tapi, kita kan juga cuma mau bikin mereka sadar" | Tujuanmu baik, tapi caramu salah. Nasehati teman mu langsung. Dari hati ke hati. Itu cara yang lebih efektif dan tepat. Dari istilah saja sudah mesum dan kasar begitu, bagaimana nasehatnya mau didengar?
Berhenti menyebarkan artikel tentang jilboobs. Jika kontennya foto aurat wanita juga. Hanya akan menambah dosa jariyah. Masih banyak artikel bermanfaat lainnya yang ada korelasi nya dengan itu, yang bahasanya lebih halus dan lebih baik.
Maaf kalau ada kata-kata saya yang tidak berkenan. Semoga bisa mengingatkan. Wallahu a'lam.
Hidup Seperti Anak SMA.
Tidak. Ini bukan lagi sebuah cerita tentang masa SMA. Tidak ada lagi diri yang semerta-merta mengambil keputusan seenak jidat. Atau, diri yang berlarut dalam kepekatan dunianya sendiri. Atau diri yang egois dan serakah tentang keelokan dunianya saja. Sudah tidak ada lagi hal-hal mudah disini.
Dewasalah. Berfikirlah. Tegaslah. Tidak usah jauh kepada orang lain, tegas dengan dirimu sendiri. Apa dan siapa yang kau inginkan dalam hidupmu. Dewasalah. Segala sesuatu akan selalu menjadi rumit daripada dirimu sendiri. Umur kita bertambah, pola fikir kita berubah. Begitu juga dengan keinginan kita. Kita akan semakin serakah seiring dengan bertambahnya tiap detik kita. Tapi, bijaklah. Pilihlah dengan tegas. Atau dewasa bahkan akan merusakmu. Bukan mengubahmu lebih baik.
Hidup kita tidak semudah hidup anak SMA lagi. Hura-hura, tanpa tekanan. Terbang tanpa pilihan. Tidak. Kau punya hidup. Kau punya keluarga. And you will have your own family. Kau akan selalu punya pilihan. Dan pilihan itulah yang menentukan kau akan hidup seperti apa.
Mereguk cemburu,
Tersedak sakitnya.
Racun membakar didalam sana.
Termegap-megap bernafas.
Logika berlari.
Amarah menguasai.
Bersama sakit ia menjalar.
Sendiri ia seorang manusia merasa.
Menelan untuk dirinya sendiri.
Tumpah bulir air matanya.
Mengalirkan perih.
Bersama ikhlas batinnya.
Raganya bergetar.
Tidak berdaya akan apapun.
Tidak dunia, tidak juga dirinya
Menahan sesuatu yang lebih besar dari dia didalam sana.
Hati-nya.
Ego-nya.
Rasa-nya.
Dan merelakan sesuatu yang lebih kuasa darinya....
Hatimu.
Egomu.
Hidupmu.
Day 10: Your Bestfriend
Di bangku SD, sahabat saya ada dua orang. Mereka adalah teman sekelas dan teman satu mobil jemputan. Kami bahkan tidak tahu apa itu sahabat....
-
I haven't made my own resolutions for 2019. Tapi, sepertinya resolusiku di tahun 2019 tidaklah muluk. Yang pada intinya, saya ingin 201...
-
"Assalamualaikum, saudariku. Langsung saja, saya ingin menanyakan sesuatu. Sangat sederhana. Ketika seorang muslimah jatuh cinta, apa y...
-
Di bangku SD, sahabat saya ada dua orang. Mereka adalah teman sekelas dan teman satu mobil jemputan. Kami bahkan tidak tahu apa itu sahabat....







