Friday, May 16, 2014

Hopes.

Lagi-lagi harus berurusan dengan harapan. Tapi, bukannya itu wajar? Harapan tumbuh karena ketidaktahuan, ketidakpastian dengan masa depan. Dan saya hanya manusia yang jelas tidak tahu apa-apa tentang masa depan saya sendiri. 

Tapi, setelah melalui beberapa pengalaman. Saya selalu belajar untuk berharap bukan pada sesuatu yang selalu diharapkan itu. Tapi, selalu berharap saja sama Dia yang akan memberikan jawaban kepastian  akan harapan tersebut. Sudah ada beberapa pengalaman, biasanya kalau berharap sama "objek" nya itu sering kecewa. Karena yah ekspektasi kita hanya sebatas "objek" harapan kita itu dan juga terlalu tinggi. Gampangnya, kalau dapat ya dapat terus senang deh. Kalau gak, yaa gak dapat terus nangis peluk guling. Yaa pokoknya gitulah.

Sedangkan kalau berharapnya sama Dia. Biasanya ekspektasi kita menjadi lebih luas. Dan dengan ekspektasi luas, kita bisa mencari pemahaman untuk diri sendiri lebih luas juga. Tidak sempit terbatas hanya sampai "objek" harapan saja. Lebih luas dari itu.

Terbukti kalau misalnya kita mengharapkan sesuatu, lantas kita serahkan harapan itu pada Allah. Kita mendapatkannya kelak atau tidak, kita selalu bisa memahamkan diri sendiri dengan alasan-alasan yang baik. Berhusnudzon. Dan tidak gampang untuk kecewa atau terlalu bahagia.

Terlepas dari sebab-sebab menjadi nyatanya sebuah harapan atau tidak adalah rahasia Allah, yang terpenting adalah bagaimana sikap kita ketika menghadapi harapan itu sendiri.

Wednesday, May 14, 2014

!

I am not in good mood
I am not in good mood
I am not in good mood
I am not in good mood..
For God sake, i need to write something on my blog for making me sane from all of these stuff.

!

Friday, May 9, 2014

Wednesday, May 7, 2014

Tips Naik Angkot Buat Cewek

Kejadiannya adalah malam ini ketika saya pulang dari kantor. Tepatnya jam setengah 8 malam. Jadi gue pulang nih naik angkot seperti biasa. Didalam angkot itu sudah ada tiga orang penumpang. Dua orang perempuan, satunya masih muda dan berjilbab dengan memakai pakaian berlengan.panjang dan ketat. Dan mungkin berumur sekitar 24 tahun. Seorangnya lagi adalah wanita paruh baya. Mungkin berumur sekitar 33 tahun. Tidak berjilbab dan dengan pakaian kemeja serta rok. Biasa saja, malah terkesan berantakan.

Seorang penumpang lagi di dalam angkot itu adalah seorang laki-laki kurus dan berkulit hitam. Mungkin berumur sekitar 45 tahun. Dan dia duduk tepat disebelah perempuan-24 tahun tadi. Awalnya gue sih tidak peduli. Cuek aja. Tapi, lama-lama gue perhatiin tuh bapak duduknya agak mepet dengan perempuan itu *jreeeeng... Padahal, bangku tempat mereka duduk masih luas. Gue yang lihat itu jadi merasa aneh dan curiga dong. Masa bangku segitu luas cuma ada mereka dua orang yang duduk, si bapak itu duduk malah mepet banget sih? Gak cuma itu yang mencurigakan. Dibawah remang-remangnya lampu dalam angkot, gue liat tangannya tuh bapak agak dekat juga dengan tubuh si cewek. Tepatnya dibawah ketiaknya tuh cewek alias.. *pikir aja sendiri* *maaaaaaak.. > <

And the worse thing is kebetulan si cewek ini duduknya agak serong dan posisinya membelakangi si bapak. Otomatis dia jadi gak ngerasa apalagi melihat. Padahal tuh tangan bapak physcho sudah hampir menyentuh bagian tubuhnya. Gue pun langsung mengalihkan pandangan dari kejadian itu, pura-pura gak lihat sambil terus berbaik sangka "ah mungkin suaminya..". Dan gue pun tetap merinding sepanjang perjalanan, dan ngerasa si bapak liatin gue. Hih..beneran ngeri banget. Pengen loncat dari jendela aja gue.

Kengerian ini bertambah to the max ketika melihat perempuan itu turun, TAPI gak sama si bapak itu. Ternyata si bapak itu gak sama siapa-siapa, not even that girl. Berarti..dia habis grepe orang dan si korban gak ngerasa sama sekali. Oh God..ya Allahu..dalem hati cuma bisa istighfar sambil peluk tas ransel gue erat-erat biar gue langsung kabur kalau ada apa-apa.

Tips:
1. Kalau lagi naik angkot, dan ada penumpang lain, apalagi cowok, jangan duduk serong. Buat kamu membelakangi penumpang lain dan mengurangi kewaspadaan kamu akan gelagat penumpang lainnya. Duduknya yang lurus saja, jadi kamu bisa memprhatikan jeli situasi dalam angkot. Toh bayarnya tetap sama, 4000 juga.

2. Usahakan kalau keluar, jangan pakai baju ketat dan pendek. Apalagi yang berjilbab. Sudah berkali-kali peringatan tentang berpakaian ketat ini, bahwa itu bisa mengundang kejahatan juga.

3. Bayar dengan uang pas. Mau itu jauh-dekat. Bukan apanya sih, bang supirnya kadang suka ngomel kalau dikasih uang besar. *eh salah..abaikan saja ini* -_-

4. Pegang erat-erat dan siaga dengan barang bawaan kamu. Siapa tahu aja nih ya, kalau ada sesuatu aneh terjadi di dalam angkot dan alarm bahaya kamu nyala, kamu bisa langsung loncat dari angkot. Ini serius. Gapapa deh mungkin luka dikit asal jangan jadi korban kejahatan orang lain dalam angkot.

Sekian pengalaman malam ini. Semoga bermanfaat buat para perempuan yang suka naik kendaraan umum. Apalagi di malam hari. Kejahatan muncul bukan hanya dari niat si pelaku tapi juga kesempatan. Waspadalah.. (,--)/

Sunday, May 4, 2014

Cerita Hijrah

Beberapa hari yang lalu, salah seorang teman bercerita bagaimana gelisahnya ia karena keputusannya untuk mulai berhijab syar'i, memutuskan untuk berhijrah. Dia bercerita bagaimana ia selalu khawatir dengan reaksi orang lain mengenai tindakannya itu. Ia takut kalau seandainya teman-temannya akan menjauhi dia karena dianggap berbahaya dengan kerudung lebarnya. Belum lagi mamanya yang ternyata ikut tidak mendukung keputusan mulianya ini. 

Saya mengerti bagaimana perasaan teman saya itu. Harus saya aku bahwa keputusan hijrah memang sulit. Belum lagi dengan ujiannya. Tapi, itu hanya di awal saja. Nanti setelah dijalani, akan ada lagi ujian lagi. Mulai timbul juga bisikan syaithan yang menghembuskan perasaan was-was. Khawatir. Gelisah. Sulit sekali.

Menanggapi cerita teman tadi, saya hanya bisa mendengarkan dan memberikan saran terbaik semampu dan sepengetahuan saya. Bahwa, penilaian manusia tidak bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk memulai suatu ketaatan. Biar bagaimanapun, ketaatan itu urusan seorang manusia itu sendiri dengan Allah. Manusia boleh berkomentar, tapi tetap Allah yang memiliki akhirat. Penilaian manusia tidak bisa selamanya dijadikan tolak ukur, apalagi kalau sampai hal itu menghambat kita untuk berusaha taat. 

Lalu, bagaimana dengan orang tua yang tidak setuju dengan keputusan berhijrah kita? Untuk satu ini, mungkin agak rumit. Karena orang tua adalah pihak terdekat dengan kehidupan kita. Yang tidak bisa begitu saja menghiraukan mereka, sama seperti ketika kita dengan orang lain. Maka, saya hanya bisa menyarankan kalau untuk mengatasinya harus pelan-pelan. Coba ajak orang tua berbicara dari hati ke hati dengan cara baik. Bertukar pikiran, bukan berdebat. Kalau bisa, hindari hal semacam debat kusir ini dengan orang tua. Katakan kalau keputusan berhijab ini juga salah satu usaha kita sebagai anak untuk tidak menyusahkan orang tua ketika mereka akan ditanyai pertanggungjawabannya di akhirat. Seiring dengan waktu untuk berusaha dan menunggu untuk meluluhkan hati mereka, tetap belajar pakai hijab syar'i nya. Diiringi dengan tetap berperilaku baik dengan orang tua. 

Dan untuk melengkapi semua usaha tadi, jangan lupa berdoa. Minta sama Allah agar dimudahkan, dan niatnya berhasil diwujudkan. Insya Allah, Allah akan mudahkan dan melembutkan juga hati orang-orang disekitar untuk mau menerima keputusan kita.

Jalan hijrah akan penuh dengan ujian. Tapi, justru itu akan membuktikan seberapa kuatnya keinginan hijrah itu sendiri. Dan seberapa besarnya keinginan kita untuk datang mengetuk pintu hidayahNya yang sudah Dia tunjukkan. Selalu ada ujian jika itu berhubungan dengan keimanan. Untuk teman-teman yang sedang memulai untuk berhijab, yang masih belajar, atau yang bahkan masih berniat, semoga segalanya dimudahkan oleh Allah. Setelah itu, semoga tetap istiqomah dan silahkan didakwahkan kepada teman-teman yang lainnya juga. Semoga tulisan ini bermanfaat..  :)

Wallahu a'lam.

Dua Puluh..

Dua Puluh..
Umur yang masih muda. Dengan segala sisa-sisa kelabilan dan ketidaktahuan akan apa-apa di dunia dari masa remaja selama 6 tahun yang lalu (Well, saya anggap masa remaja mulai dari usia 14 tahun. Is it allright?) yang masih melekat. Dan sudah cukup untuk waktu 19 tahun yang sia-sia dan semoga selalu bisa lebih baik lagi dari yang lalu. Maksudku yah, bukannya karena hari ini adalah ulang tahun makanya saya berharap untuk bisa lebih baik lagi. Karena pada nyatanya, seorang muslim sebaiknya selalu punya keinginan dan usaha untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin. Pertanyaannya, how better am i?

Dua Puluh..
Melihat kebelakang sejenak, seperti biasa sudah banyak hal yang terjadi lagi selama setahun hingga hari ini umur sudah bertambah lagi. Skenario tidak terkira. Jatuh bangun membangun keistiqomahan iman dijalanNya selalu terjadi, sejak memutuskan berhijrah. Keputusan yang awalnya sulit, banyak ujian didalamnya. Tapi, justru ujian itu membuat iman menjadi terasa manis. Akan membuktikan seberapa kuat dan konsistennya iman kita. Pertanyannya, how strong is mine?

Dua Puluh..
Hidayah. Keluarga luar biasa. Teman-teman luar biasa pula. Lingkungan hidup yang kondusif. Pendidikan. Kesehatan. Rezki yang cukup. Pemahaman. Segala cerita masa lalu yang nilai ilmunya bertahan hingga sekarang. I've never stopped saying thank you for this amazing life that Allah has given. I have never and i hope, i won't. Insya Allah. Allah baik sekali. Selalu memberikan hal-hal yang menurut orang lain, mungkin masih sepele, tapi bagi saya, besar sekali artinya. Segala yang dari Allah adalah nikmat. Semua yang dimiliki sekarang karena semata-mata kebaikan Allah untuk mengamanahkan kepada saya. Karena saya tidak pernah benar-benar memiliki apapun. Pertanyaannya, how grateful am i?

Dua Puluh..
Terlepas dari segala kebahagiaan dan rasa syukur karena umur bertambah, saya ingat ada sesuatu yang penting pula. Umur bertambah, tapi disisi lain, umur didunia ini juga berkurang. Bukannya mau menakuti atau apa, tapi kita semua akan menemui ajal juga, kan? Bukan sesuatu yang tabu lagi untuk dibicarakan. Angka umur saya boleh bertambah, tapi saya juga selangkah lebih maju menuju ajal. Entah kapan dan dimana ajal itu menemui. Pertanyaannya, how ready am i?


Saturday, May 3, 2014

Another Unnecessary Writing

No more better words that i can say for today than Alhamdulilllah.
Mungkin bagi yang selalu membaca blog ini, akan sedikit bosan. Karena kebanyakan tulisan di blog ini fokus pada ekspresi syukur saya dengan apa yang sudah, yang sedang, dan yang akan terjadi. Whatever it is, Allah always has better plan. 

Oke..mari sehari ini saja kita tidak terlalu serius. Saya hanya akan menulis tulisan yang isinya hanya cerocosan aneh, tidak berguna, dan tidak penting. I just wanna have fun for a moment in this blog. Besides, i like writing my random thoughts. Like i always did.

Hari ini sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa selain hari ini dan besok adalah weekend. Waktu dimana saya bisa mengerjakan sesuatu hal lain dan tidak memikirkan pekerjaan kantor untuk sejenak. Bersantai, membaca buku sambil menunggu cucian di mesin cuci selesai, browsing, atau sekedar mengobrol dengan mama dan kedua adik saya. Sayang bapak sekarang tugasnya sudah jauh sekali dari Makassar. It is always fun. O yes, today is my birthday. Terlepas dari bagaimana islam memandang sebuah hari ulang tahun, momen seperti ini sebaiknya selalu diarahkan saja kepada yang positif. Misalnya, waktunya digunakan untuk spending time together with family, atau meng-aamiin-kan semua doa baik-baik yang orang lain kirimkan di hari ulang tahun ini. Lebih ke momennya saja, bukan karena sebab karena ulang tahun doang makanya hari ini spesial. Ya ya, i'd rather to do that.

Ada satu hal random lagi di pagi hari ini. Kalian tahu orang yang sering beratraksi dengan menyemburkan api dari dalam mulutnya. Ya itu sebenarnya hanya sebuah trik. Dengan kumur-kumur suatu cairan, hmm tidak yakin apakah itu minyak tanah atau apa, lalu disemburkan ke sebuah obor dengan api diatasnya dan..voila! Api menyembur lebih besar. Everyone knows that tricks. Tapi, waktu kecil saya fikir api itu betulan dari dalam mulutnya. And i was like "how did he do that?". Polos. And stupid, i guess.

Dan ternyata foto diriku di buku tahunan SMA tidak bagus. I was look..ugh..bahkan saya saja rasanya tidak mau berlama-lama melihat fotoku. Pakaian yang tidak sesuai, apa adanya, i was look so..terrible with that dress, that skirt, and those shoes -___-

Ah..terlalu banyak hal yang saya fikirkan akhir-akhir ini. Terlalu banyak hal rasanya yang ingin saya tuliskan tapi saya rasa itu agak inappropriate. Jadi, saya sudahi saja tulisan ini. Sorry for my unnecessary-thoughts.

Thursday, April 24, 2014

Assalamualaikum..

Hai hai ( ^^)/
Kayaknya sudah lama sekali saya tidak posting tulisan baru lagi di blog ini. Paling kalau sempat nulis cuma via mobile, jadinya gak bisa nulis panjang-panjang dan tulisan jadi kurang greget. Hehe..

Seperti yang saya sudah ceritakan pada tulisan sebelumnya (baca: Penempatan Definitif, Everyone..), rasanya itu yahh..deg-degan gimana lah ya. Mungkin karena bakal ketemu sama lingkungan baru lagi kaliik ya, ketemu beberapa orang baru lagi dengan pekerjaan dan tanggung jawab yang berbeda pula. 

Saya ditempatkan di Subbagian Umum, tepatnya di bagian Sekretariat, dan ini sudah berjalan selama seminggu lebih. Setelah satu minggu berada disana, itu rasanya..... *heavy breathing*. Ada sukanya, ada dukanya. 

Dukanya..hmm ada tapi gak terlalu banyak sih. Gak penting juga buat disebutin di blog. Ngadunya rahasia aja sama Allah. Hehehe..

Sukanya, saya dapat partner kerja perempuan dan hanya ada kita berdua diruangan itu. Seru sih, karena kakaknya juga orangnya asik diajak kerja, asik juga diajak ngerumpi. Heuheu.. Apalagi, kita masih sepemikiran, serasa kayak dapat kakak sendiri ^^

Sukanya..saya jadi lebih rajin makan. Harus saya akui, setelah seminggu di sekretariat, nafsu makan agak meningkat. Lebih cepat lapar, dan lebih sering makan. Apalagi, buat dapetin makanannya itu gampang. Cemilan selalu ada. Nasi juga tinggal pesan lewat telepon trus gak lama mbak-mbaknya sudah datang anterin. Ala ala delivery ke.ef.ci gitu :D

Sukanya..ini bisa jadi ladang pahala lain yang lebih banyak, yang lebih luas lagi. Asal gue kerjanya fokus dan benar, gak macem-macem, kerja yang terbaik buat keluarga, buat bantuin orang lain juga, insya Allah bakal jadi ladang pahala lagi. Aamiin..

Overall, i am so grateful. Alhamdulillah.. ^^

Friday, April 18, 2014

Yang Baik Agamanya..

Saya sedang berbincang-bincang dengan seorang saudari muslimah. Alhamdulillah, selain seorang rekan kerja, dia juga bisa dijadikan kakak yang bisa mengingatkan tentang kebaikan. Kebetulan kita sedang membicarakan standar kriteria  penilaian jodoh (tuh kan jodoh lagi, tuh kakak mungkin lagi pengen manas-manasin gue lagi kalik ya buat nikah. Haha :D)

Berbicara tentang kriteria, sudah sangat jelas diatur dalam agama. Penting mengenali seseorang dari agamanya. Tidak hanya sekedar tahu, tapi bagaimana ia memahami dan mengaplikasikannya. Misalnya, apakah ia menjalani sholat 5 waktu (ini sangat utama, menunjukkan apakah ia mengingat Tuhannya atau tidak). Setelah itu, baru kriteria yang lainnya. Selain itu, yang berani....berani datang ke rumah :p

Hemat saya, yang baik agamanya. Hal lain-lain bisa dipertimbangkan. Pasalnya, kalau hati sudah tertaut karena taqwanya kepada Allah, sudah bagus. Karena apapun yang kelak ia lakukan dan TIDAK ia lakukan, jika seandainya ia akan menjalani pernikahan, pasti akan didasari karena Allah. Wallahu a'lam.

(Kurang lebih pembicaraan kami seperti ini adanya.. ^^)

Sudah Lama Banget Rasanya Pengen Nulis Ini..

Suka sebel sendiri sama kelakuan laki-laki. Kenapa sih kebanyakan yang ngajakin nonton, jalan, makan daripada ngajakin ta'aruf buat nikah? Padahal kan kalau tujuannya mau mengenal ya mbok ajakin ta'aruf lah kalau cocok langsung khitbah aja, bukan ajakin nonton. Gimana sih.. *tepok jidat* *banting hape*

Menurut saya pribadi sih, justru laki-laki yang bahkan berani datang ke rumah buat kenalan sama orang tua si perempuan justru akan mendapat poin plus pertama sebelum melangkah ke kriteria penilaian lainnya. Hehe..Karena jarang ada macem tipe laki-laki kayak begitu, yang mau langsung datang ke rumah, duduk sambil ngobrol masa depan dengan mereka sambil minum teh di ruang tamu. Apalagi kalau anaknya sudah kenal dengan kamu, lebih gampang lagi karena gak perlu mulai dari awal banget.

Lagipula cara itu lebih banyak baiknya dan lebih pasti tujuannya. Daripada ngajakin anak gadis orang nonton, ngobrol gak jelas, makan tapi udah gitu aja. Maunya apa gak jelas ,kepastian juga gak ada. Jangankan kepastian, bakal digebetin sama tuh cowok aja belum tentu. Siapa tahu dia cuma lagi pengen jalan aja sama orang, siapa aja. Padahal perempuan itu sudah ngarep lho. Nah, nyesek gak tuh?

Daripada kalian laki-laki cuma bisanya bikin perempuan berharap tidak jelas. Ingat, hati perempuan itu rapuh sekali. Rentan sekali berharap apalagi sama urusan beginian. Mending gak usah deketin deh kalau gak niat serius nikahin. Temen ya temen aja, gak usah ngajakin malem mingguan, apalagi berduaan. Teman ya temenan tapi biasa aja, gak usah modus. Mungkin ini juga perlu dijadikan catatan untuk perempuan biar mesti hati-hati. It's better to build your own wall so nobody will hurt you :D

Kalau memang mau usaha dapetin hati si dia, mending ngobrol sama orang tuanya aja sono, mereka lebih kenal anaknya. Toh orang tuanya juga yang bakal ikut menilai kamu, gak cuma anaknya. Atau ngobrol sama teman dekatnya, mereka lebih sering berinteraksi dengan si dia. Kenalan tidak harus dengan mengajak si dia pergi keluar berduaan, kok.

-______-

Saya punya sebuah mimpi. Sudah lama sekali saya memimpikannya. Tapi, ada satu hal yang selalu menjadi masalah selama saya masih memeluk mimpi itu. Saya selalu merasa mimpi itu terlalu tinggi jauh diatas sana dan jangankan untuk membuatnya menjadi nyata, bahkan untuk memimpikan dan mengharapkannya saja rasanya saya tidak pantas. Saya sepertinya tidak terlalu percaya diri bahkan untuk menggenggam mimpi itu. Saya fikir mimpi itu mungkin lebih pantas dimimpikan orang lain dibandingkan saya.

Seiring berjalannya waktu, saya hanya tetap bisa bermimpi walaupun tidak tahu kapan ia akan jadi kenyataan. Dan tidak tahu kapan saya bisa percaya dengan diri sendiri untuk mengejarnya. Karena kesempatan itu juga tidak ada. Mimpi itu masih hanya menjadi dirinya.

Hingga suatu hari, Tuhan memberikan jawaban. Tidak ada yang kebetulan didunia ini. Suatu kejadian punya jawaban. Kesempatan itu datang. Dan betul saja, mimpi itu sedikit demi sedikit menunjukkan tanda-tanda akan menjadi kenyataan. Tapi, sayang sekali, ia datang dengan cara salah. Menyayangkan hal itu karena mimpi itu harus diabaikan sejenak karena caranya salah. I mean, untuk apa kalau toh jalannya salah?

Ini berhasil membuka fikiran saya sedikit demi sedikit. Kesempatan tadi bukan hanya sekedar kesempatan tapi sebuah jawaban. Bahwa mimpi ini tidak pantas untuk diperjuangkan, selama kedatangannya bersama kenyataan dan harapan masih dengan cara yang salah.

Monday, March 31, 2014

Surat Untuk Tuhan

Tuhan,
Untuk apa Kau ciptakan segumpal daging dalam tubuh manusia yang disebut hati?
Pagi ini, ada seorang teman baru saja curhat sama saya. Katanya dia galau, Tuhan. Putus-nyambung dengan pacarnya bikin dia galau. Saya rasa tidak hanya temanku ini yang galau karena hal yang mereka sebut ini cinta. Saya rasa cinta Kau ciptakan tujuannya bukan untuk selalu digalaukan, ya kan? Apalagi cinta kepada manusia tanpa ikatan dan landasan karena ridho-Mu. Dan Kau ciptakan hati bukan untuk sepenuhnya mencintai seorang cinta saja kan? Bukan untuk ditarik ulur seperti itu ,kan?
Teringat saya dengan salah satu ayat-Mu dalam surah Ar-Rad. Mengatakan bahwa hanya dengan mengingatMu, aku akan tenang. Mengingat setiap manusia tidak sendirian, sekalipun semua manusia menjauhi atau sekalipun seorang cinta meninggalkan. Saya rasa ini bisa menjadi obat kami untuk melepaskan.
Teringat juga dengan salah satu janji-Mu dalam surah An-Nur. Laki-laki yang baik akan Kau sandingkan dengan perempuan yang baik pula. Ayat ini Kau turunkan untuk menghindarkan 'Aisyah dari fitnah. Bahwa 'Aisyah pasti seorang perempuan baik, menjaga harga dirinya, sehingga ia bisa disandingkan dengan Baginda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam. Walaupun, dalam beberapa kasus ada yang tidak seperti itu. Tapi, siapa yang tahu tentang ketaqwaan seseorang selain diri-Mu? Wallahu a'lam.
Tuhan.
Saya fikir jika sepasang manusia memang tidak berjodoh, maka mereka tidak akan berjodoh. Kau lebih mengetahui mengapa, daripada kami. Tidak ada yang terjadi jika Kau tidak mengizinkan, tidak peduli sudah seberapa kuat kami menggenggamnya. Dan janji-Mu itu pasti. Bisakah Kau sampaikan ini saja ke dalam hati temanku itu?

Surat Untuk Tuhan

Selamat pagi, Tuhan. Sebenarnya saya tidak tahu juga, diatas sana apakah ada pagi, siang, atau malam. Tapi, karena bumi-Mu sedang pagi, jadi kuucapkan saja selamat pagi. Saya harap Engkau tidak keberatan.

Pagi ini, rintik air sedang membasahi tanah-Mu. Daun-daun basah. Jalanan di depan rumahku juga basah. Bau basah segar dari hujan menyeruak. Saya selalu suka bau hujan, apalagi di pagi hari seperti ini. Segar. Hmm, maka nikmat-Mu yang mana lagi yang aku dustakan? Segala puji untuk-Mu, Allah.

Saya tahu, kalau selama ini saya terlalu banyak meminta tanpa memperhatikan diriku juga, apakah saya sudah memberikan kewajibanku kepada-Mu dengan baik? Saya tahu, Engkau tidak akan pernah meminta balik atas balasan doa-doa atau bahkan menuntut manusia, Engkau baik sekali. Untuk itu, saya hanya mau mengucapkan terima kasih. Terima kasih atas segala yang kau berikan. Terlalu banyak hal dalam hidup yang Engkau datangkan dalam kehidupanku. Membawa kebaikan-kebaikan yang membaikkanku.

Terima kasih untuk skenario masa lalu yang Kau tuliskan untukku. Siapa saya hari ini tidak akan ada tanpa masa laluku itu. Membuatku belajar melepaskan hidup. Karena sedari awal saya tidak benar-benar memiliki apapun. Terima kasih untuk hari ini, untuk setiap kesempatan yang selalu Kau berikan setiap hari. Membuatku terus belajar untuk selalu bersyukur dan mencoba menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih untuk masa depan, untuk setiap ketidakpastiannya. Membuatku berjuang, melakukan segala yang terbaik hari ini.

Saturday, March 29, 2014

Penempatan Definitif, Everyone..

Saya ucapkan rasa syukur sedalam-dalamnya. Untuk sebuah kejutan dan insya Allah ini sudah menjadi keputusan terbaikNya. Malam tadi, telah diumumkan pengumuman penempatan para CPNS Prodip I dan III STAN 2012. Seperti yang sudah diprediksikan sebelumnya bahwa pola penempatan kali ini tidak bisa diprediksikan. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi, penempatan ini..it seems random, but it is not. Ternyata untuk tahun ini, penempatan berdasarkan tempat pendidikan. Mengingat karena saya dulu kuliah di BDK Manado, maka sudah jelas saya tidak pindah ke wilayah kerja Kanwil di Indonesia bagian Barat. Begitu juga dengan teman-teman yang lain. Tapi, ini jelas hanya asumsi saya, jangan terlalu difikirkan ^^

Banyak reaksi muncul dari teman-teman. Ada yang senang, tapi ada juga yang hanya bisa tersenyum sambil mengelus dada, mencoba sabar. Mungkin karena harus kembali jauh dari rumah setelah nyaman berada di tanah tempat domisili. Atau mungkin karena ada yang harus menimbun harapan indah untuk bisa satu daerah penempatan dan kembali berpisah jarak dengan kekasihnya. :D

Allah memang selalu punya kejutan untuk setiap babak baru dalam skenario kehidupan yang Ia tulis. Dan ada beberapa momen tersebut yang merupakan diluar kendali manusia. Atau setidaknya diluar sepengetahuan kita bahwa ada faktor penyebab apa diluar sana sehingga terjadi suatu kejadian itu.

Untuk itu, saya rasa tidak ada hal yang bisa dilakukan selain bersyukur, tetap husnudzan dengan Allah. Yakin ini semua bukan kebetulan, ada tujuan baiknya dan akan ada cerita-cerita baru lagi. Entah apa itu. Okay, fine, mungkin teman-teman yang membaca ini bakal berfikir "iya enak ngomong, karena bukan kamu yang ngalamin..". Yah terlepas dari kemungkinan akan ada mutasi beberapa tahun lagi, entah akan kemana lagi, apa salahnya kalau diikhlaskan dulu apa yang sudah diperoleh sekarang.

Semoga keputusan-Nya ini memang sudah terbaik untuk saya dan teman-teman lainnya. Laa tahzan, innallaha ma'ana. Keep on doing your best, guys :)

Saturday, March 22, 2014

Menjaga Wudhu

Ada sebuah pernyataan menarik dari sebuah pengalaman menarik, yang keluar dari salah satu rekan kerja. Ini bermula karena di kantor dia sering melihat saya jarang mau bersalaman dengan lawan jenis, kemudian diikuti dengan jawaban "maaf, saya sudah berwudhu". Suatu hari, dia iseng bercanda dan mengatakan "alah, kamu itu alasan doang gak mau salaman sama laki-laki. Wudhu tuh kalau sudah selesai sholat ya udah, namanya wudhu sudah batal". Mendengarnya saya cuma bisa geleng-geleng kepala. Ada dua hal yang bikin saya geleng-geleng kepala. Pertama, mengenai wudhu. Jujur saja, saya tidak pernah baca dalil atau referensi dari manapun yang mengatakan kalau wudhu setelah melaksanakan sholat adalah batal. Pertanyaannya, batal karena apa dulu? Penyebabnya apa? Kecuali kalau setelah sholat, kita memang melakukan hal-hal yang bisa menyebabkan batalnya wudhu misalnya buang angin, BAK, BAB, haid, dan sebab lainnya yang dapat menyebabkan wudhu. Ini baru dapat dikatakan batal. Coba deh cari lagi referensi lengkapnya, ya.

Balik lagi ke cerita tadi. Jadi, saya rasa teman tadi mungkin tidak tahu atau lupa tentang hal-hal pembatal wudhu. Dan mungkin juga lupa kalau menjaga wudhu adalah sunnah Rasulullah, dan memiliki keutamaan. Berikut adalah beberapa hadist tentang keutamaan menjaga wudhu:

Tuesday, March 11, 2014

Anda Suka Menulis Kritik?

Baru saja saya selesai membaca sebuah tulisan yang dimuat dalam sebuah blog, milik seorang pegawai kementerian sama seperti saya, yang sepertinya baru penempatan definitif. Jadi dia belum lama bekerja di kementerian ini. Tidak, saya gak akan share linknya disini. Saya juga gak bakal mencoba membantah semua isi tulisannya sekarang. Karena yah, well, saya juga belum bisa ngomong banyak apa-apa. Lagian, her writing is her own opinion. And everyone has right to speak theirown opinion out. Tapi, saya agak merasa sedikit kecewa dengan si Penulis. 

Seperti yang saya bilang tadi, semua orang punya hak untuk bersuara. Tapi, kayaknya mesti sesuai tempat dan keadaan juga deh. Apalagi ini media sosial, khususnya blog, anda bisa bicara banyak dan lengkap dengan blog. Semua orang bisa baca. Belum lagi kalau konteks tulisannya kontroversial, penuh akan kritik, pasti link-nya disebar kemana-mana. Your writing gonna be spread out faster than when you wrote that.

Ikhlas Itu Sulit

Banyak manusia mencoba ikhlas sekuat tenaga. Tapi, rasanya sia-sia. Keluhan masih mengalir dari lisan. Perasaan jengkel, sebal hingga sesal masih merasuk. Apa yang terjadi?

Sepertinya manusia selalu lupa satu hal. Kalau semenjak dari awal, manusia tidak pernah benar-benar memiliki apapun didunia ini. Bahkan dalam hidupnya sendiri. Bahkan jasadnya sendiri.

Bahwa ada Tuhan yang Maha Memiliki Segalanya. Termasuk ciptaan-Nya sendiri. Kita. Ada Tuhan yang menggenggam hati kita. Dia bebas membolak-balikkan hati siapa saja, dengan maksud dan tujuan tersembunyi yang tidak lain hanya untuk kebaikan. Jadi, jangan tanyakan lagi kenapa kadang hati kita merasa ini-itu.
Jadi, kita seperti biduk catur, begitu? Tidak juga, karena poin lainnya lagi adalah peran manusia bagaimana mengendalikan perasaan-perasaan itu atau justru bisa membuat kita dekat dengan-Nya. Perasaan itu tetap butuh kendali manusianya.

Hari ini semangat dan optimis dengan segala kemungkinan hidup. Tiba-tiba besok jadi galau dan pesimis. Wajar. Jadikan semua itu justru sebagai kekuatan untuk semakin dekat dengan-Nya. Luapkan sedih dan bahagia dengan nama-Nya. Jangan merasa berlebihan, karena kadang bisa merusak hati serta menurunkan iman. Terlalu bahagia, bisa sombong. Terlalu sedih, bisa pesimis. Apapun yang kita rasakan, perlu kita ingat bahwa manusia memang tidak sepenuhnya kuasa akan sesuatu dalam hatinya selain mempunyai kendali untuk tetap mengendalikan dalam jalan-Nya. Wallahu a'lam..

Monday, March 10, 2014

Jangan Berghibah

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda,

اتدرون ما الغيبه؟ قالوا: الله ورسوله أعلم .قال:الْغِيبَة ذِكْرك أَخَاك بِمَا يَكْرَه قِيلَ : أَفَرَأَيْت إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُول ؟ قَالَ : إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُول فَقَدْ اِغْتَبْته ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فَقَدْ بَهَتّه

"Tahukah kalian apa itu ghibah?"

Mereka (para sahabat) menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu."

Kemudian beliau shallahu'alaihi wasallam bersabda, "Engkau menyebut-nyebut saudaramu tentang sesuatu yang ia benci."

Kemudian ada yang bertanya, "Bagaimana menurutmu jika sesuatu yang aku sebutkan tersebut nyata-nyata apa pada saudaraku?"

Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Jika memang apa yang engkau ceritakan tersebut ada pada dirinya itulah yang namanya ghibah, namun jika tidak berarti engkau telah berdusta atas namanya." (HR Muslim 2589 Bab: Al-Bir Wash Shilah Wal Adab)

Jangan berghibah. Ghibah tidak hanya mendatangkan yang lain kecuali yang buruk-buruk saja untuk diri kita. Berusaha tahan nafsu diri untuk membicarakan orang lain, apalagi mengenai hal-hal yang tidak berguna dan tidak bermanfaat dari orang lain. Dimanapun dan kapanpun, selalu berhati-hati dengan lisan. Begitu juga dengan perilaku. Berusaha melakukan yang baik-baik saja. Jangan berperilaku yang bisa mengundang orang lain untuk berlisan buruk tentang kita. Yah walaupun, manusia berfikir berdasarkan apa yang ia lihat, tidak peduli itu memang benar atau salah, adanya. Semoga saya, kita, dimaafkan khilafnya dan selalu dibimbing oleh Allah agar tetap selalu dijalan-Nya. Aamiin..

Wednesday, February 26, 2014

"Apapun yang terjadi, aku akan terima..."

Di mata manusia, ada banyak hal pembeda antara satu manusia dengan manusia lainnya. Faktor pembeda itu yang membuat seseorang ter-judge, apakah mereka baik atau tidak, tapi tetap masih dalam konteks fikiran masing-masing orang. Secara pribadi, saya selalu melihat seseorang dari caranya ia menghargai sesuatu. Menghargai hidupnya, menghargai waktunya, menghargai bahagianya, menghargai sedihnya, menghargai sakitnya. Menghargai hidupnya dengan beribadah kepada Tuhannya. Baik, perihal ibadah ini memang masih dalam ranah yang sifatnya sangat pribadi. Saya bukannya bilang kalau orang yang tidak beribadah itu jahat, dan saya tidak suka. Karena saya sama sekali tidak punya hak untuk menilai iman seseorang. Entahlah.

Monday, February 24, 2014

Negeri Di Ujung Tanduk (Darwis Tere Liye)



Di Negeri di Ujung Tanduk
kehidupan semakin rusak,
bukan karena orang jahat semakin banyak, 
tapi semakin banyak orang yang memilih untuk tidak peduli lagi.

Di Negeri di Ujung Tanduk
para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan,
bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan,
tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian.

Buku "Negeri di Ujung Tanduk" (sekuel "Negeri Para Bedebah") menceritakan tentang seorang konsultan politik, Thomas. Berkarakter kuat, teguh pendirian dan tidak takut dengan seorangpun apapun jika itu ada sangkut pautnya dengan sebuah kebenaran. Digambarkan layaknya sebagai seorang petarung yang rela melakukan apa saja demi suatu keadilan.

Sunday, February 23, 2014

City of Angels (1998)

Film ini menceritakan tentang seorang malaikat bernama Seth (Nicholas Cage) yang jatuh cinta dengan seorang manusia berprofesi sebagai dokter bedah bernama Maggie (Meg Ryan). Oke, sebelum kalian menonton film ini, hal pertama yang perlu kalian harus lakukan adalah lupakan realitas. Lupakan dulu kenyataan-kenyataan hidup. Yah karena dilihat dari plot secara garis besarnya memang sudah tidak masuk akal. Masa' ada malaikat jatuh cinta dengan manusia? So, forget the reality first.

Saturday, February 22, 2014

Sajak Harapan

Bukan harapan untuk bertemu yang aku inginkan..
Tidak ada harapan yang lebih baik untukmu, untukku..
Selain untuk kebahagiaanmu

Dimanapun kau berada kelak..
Disampingku atau tidak..

Bersama siapa nanti kau akan bersanding..
Denganku atau bukan..

Dan jemari siapa yang akan kau genggam..
Jemariku atau bukan..

Bahagiamu penting.
Kau boleh berbalik..
Dan aku hanya akan mendapati punggungmu menjauh dari sini..
Karena sungguh kita tidak bertemu lebih baik adanya..

Sungguh lebih baik jika itu untuk bahagiamu.
Dan bahagiaku. Harapanku.


Friday, February 21, 2014

Sajak Kau Boleh Pergi

Siang pasti digantikan malam
Sekeras apapun siang bertahan
Matahari pasti tumbang
Dan gelap menyelimuti
Siang pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi

Kelopak bunga mawar pasti rontok
Sekeras apapun dia ingin mekar lama
Pasti tiba masanya layu
Dan tangkai2 membisu
Bunga mawar pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi
Hujan pasti reda
Selama apapun dia hendak turun
Pasti tiba masanya habis
Dan menyisakan basah di halaman
Hujan pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi

Maka
Apalagi urusan perasaan
Cinta bisa berganti benci
Percaya memudar berganti kusam ragu
Pun komitmen menipis berubah jadi lupa
Kau boleh pergi
Sungguh boleh.

Tapi aku akan tetap di sini
Meyakini bahwa
Besok pagi, malam pun akan berganti siang
Mawar baru akan merekah ulang
Dan hujan berikutnya pasti kan datang

Kau sungguh boleh pergi.

(Darwis Tere Liye)

Sajak Jalanku Masih Panjang

Wahai perasaan

Kau buat pagiku jadi mendung, soreku jadi kelam

Kau buat siangku jadi gelap, dan malam semakin gulita

Kau buat beberapa menit lalu aku gembira,

untuk kemudian bersedih hati


Wahai perasaan

Kau buat aku berlari di tempat

Semakin berusaha berlari, kaki tetap tak melangkah

Kau buat aku berteriak dalam senyap

Kau buat aku menangis tanpa suara

Kau buat aku tergugu entah mau apalagi


Wahai perasaan

Kau buat aku seperti orang gila

Mengunjungi sesuatu setiap saat, untuk memastikan sesuatu

Padahal buat apa?

Ingin tahu ini, itu, untuk kemudian kembali sedih

Padahal sungguh buat apa?


Wahai perasaan

Kau buat aku seperti orang bingung

Semua serba salah

Kau buat aku tidak selera makan, malas melakukan apapun

Memutar lagu itu2 saja,

Mencoret2 buku tanpa tujuan

Mudah lupa dan ceroboh sekali


Wahai perasaan

Cukup sudah

Kita selesaikan sekarang juga

Karena,

Jalanku masih panjang

Aku berhak atas petualangan yang lebih seru


Selamat tinggal

Jalanku sungguh masih panjang....

(Darwis Tere Liye)

Thursday, February 20, 2014

#DialogAbsurd 3

Kita selalu punya lawan bicara yang misunderstanding dengan apa yang kita bilang. Kita bilang A, mereka mengertinya yah..A. Bukan B,C, atau D. Seharusnya memang seperti itu, tapi kadang walaupun orang lain berbicara A, B, atau C, pikiran kita lah yang perlu di expand. Dicocokkan dan disesuaikan dengan keadaan sebenarnya.

Saya pernah makan di sebuah restoran makanan cepat saji, bersama dengan seorang teman. Waktu itu, saya masih merantau di Manado. Dan untuk seorang perantau, variasi makanan perlu diperhatikan demi kelangsungan hidup di tanah orang. Makanya, kita mau makan diluar saat itu. 

Saya       : Eh kamu aja yang pesan ya. Gue jaga tempat duduk disini. (yaelah kayak lagi ngepet, main jaga-jagaan segala)

Dia         : Iya, tapi kita mau pesen apa? *nanya dengan wajah bingung*

Saya       : Yaelah, yah pesan 2 nasi aja lah. Emang mau makan apaan lagi? *nanya dan ikutan bingung karena Dia mau pesan di restoran fastfood terkenal-murah-meriah-dan-enak ini saja, bingung*

Dia         : Ooh, ya udah deh.. *jalan menuju counter*

Beberapa menit kemudian..
Tebak teman saya itu bawa apa? Dia benar-benar bawa 2 nasi. Diatas nampan itu, hanya ada dua bungkus nasi ala fastfood itu, gak ada ayamnya apalagi minumnya.

Saya       : *bengong* *tahan ketawa* Pfft..

Dia         :  Lho? Kenapa? Pesannya nasi kan? *muka polos*

Saya       :  Duh iya sih, tapi maksudnya sama AYAMNYA trus MINUMNYA juga. Itu kan ada paketnya.. *tunjuk menu* *tepok jidat*

Dia         :  Ooh.. ya udah abis gue gak pernah makan ginian sih *garuk kepala*

Dan akhirnya, saya pun pergi memesan apa yang seharusnya kami pesan saat itu. Sore itu baru sekali ini gue merasa bersalah. Saya mempermalukan teman sendiri didepan mbak-mbak penjaga kasir. Mana saya tau kalau akan begini kejadiannya.. Sekaligus jadi pelajaran, kalau memang gak tahu sesuatu, jangan gengsi buat bilang.

Bayangkan, nasi minus ayam, minus minumannya.

#DialogAbsurd 2

Teringat dengan dialog absurd lainnya, beberapa bulan yang lalu. Tepatnya masih tahun 2013. Singkat cerita, saya perlu materai 6000. Karena waktu itu, Bapak lagi diluar, saya pun minta tolong titip buat dibelikan.

Saya          :  Pah, titip beliin materai 6000, ya?

Bapak       :  Ooh iya, mau dibeliin berapa?

Saya          :  Beli 4 lembar aja.

Bapak       :  Oke, kita sumpah pocong aja artis-artis itu..

Saya          :  *glek* Err..oke -_- *sigh*

Kalau kalian suka nonton acara infotainment, gaul, dan update, pasti tahu kata-kata "sumpah pocong.." itu punya siapa. Dengar Bapak bilang begitu, saya cuma bisa mengiyakan. Masa' mau tak ajakin tinju? Heu.

p.s: sebenarnya saya mau pasang foto "You-Know-Who-Siapa-Yang-Sedang-Kita-Bicarakan" diakhir tulisan ini, seperti biasa. Tapi, ya gitu deh, gak usah ya? Penting? Gak juga sih. Ya udah..


So Much Time

She can't get out of bed this morning
You can tell that she's been crying
From the stains on her pillow case last night
She wonders why he got no warning
She wonders all the time
Well maybe in his dreams she'll make it right

She finally pulls herself together
And tries to face her life
But the thought of her cripples her inside
She wonders if he thinks about her
Or if he feels alright
These thoughts don't seem to leave her mind

At least she's still got so much…

Time on her hands
Time to get back on her feet again
Time left to stand
Time to let go of her feelings

Problems in her life get clearer
As she finds some peace of mind
It gets a little easier with time
No she doesn't have all the answers
But she figures that's alright
Cause some things in life you just can't find

All she wanted to find
Was a heart to match her own
When he left her behind
He killed the boy she thought she'd known

At least she's still got so much…

Time on her hands
Time to get back on her feet again
Time left to stand
Time to let go of her feelings

(Lirik lagu "So Much Time-Boyce Avenue". Dengan edit seperlunya)

Tuesday, February 18, 2014

Sesi Curhat

Sedang tidak mau berkata apa-apa, selain Alhamdulillah, sebanyak-banyaknya. Hari ini dapat musibah, kecelakaan jatuh dari motor. Tidak luka berat ,cuma dapat memar disekitar paha, 2 luka lecet dikaki, sedikit lecet ditangan. Lalu, otot leher jadi agak kaku. Mungkin sakit akibat kecelakaan ini campur lagi dengan capek hasil bolak-balik di kantor lagi. Kerjooooo..haemmmmm (tolong yang baca ini, pasangkan saya spanduk tulisan "GWS" didepan kantor. Siapa tahu saya sembuh. Lol). Syukur sekali tadi pas jatuh ditengah jalan, terkapar sebentar disana, tidak ada kendaraan yang sedang melaju. Kalau tidak, mungkin pagi tadi saya sudah menjemput ajal. Tapi, hari ini belum waktunya. Ajal memang selalu dekat, tidak meninggalkan sedikitpun, membayangi bagai bayangan.

Semoga capek saya secara fisik dan mental (karena shock belum selesai, lanjut ngantor lagi. Pulang-pulang langsung tepar, bangun-bangun melayang) bisa jadi penggugur dosa-dosa saya. Sakit bisa menjadi penggugur dosa, meskipun hanya sakit karena tertusuk duri, kan?

nih, biar gak cuma baca curhatan saya ^^

Monday, February 17, 2014

#SajakPendek: Lelahlah..Sedihlah..Gelisahlah..

Lelahlah..
Sedihlah..
Gelisahlah..
Kadang hati butuh merasa..
Jangan terlalu lama, atau mereka akan selamanya disana

Jalan ini memang panjang..
Kejenuhan kadang menjadi teman perjalanan.
Jalan ini memang melelahkan..
Kelelahan kadang menjadi kawan seperjuangan.

Mungkin kau butuh sedikit melihat ke belakang.
Sejenak membalikkan ragamu, menoleh..
Lihat sudah sejauh mana kau berjalan.
Lihat sudah berapa langkah kau lewati.

Ada setapak jalan perjuangan..
Sudah kau lewati dengan terseok-seok namun teguh.
Telah jauh dirimu yang lampau itu..
Dan kau tinggalkan ia dibelakang sana.

Lelahlah..
Sedihlah..
Gundahlah..
Tapi..
Ingat lagi mengapa kau memulai.

Teruntuk dirimu yang imannya mulai lelah..

Saturday, February 15, 2014

My Corner of Thoughts

Menulis memang jadi pelarian terbaik dari segala macam perasaan. Karena terkadang berbicara saja tidak cukup. Menulis sama menenangkannya ketika berbincang dengan Tuhan dalam doa. Bedanya, kau dan Tuhan tidak memiliki sekat apapun. Privasi tidak berlaku disana. Sedangkan menulis, walaupun itu hanya untuk dirimu sendiri, di buku diari rahasiamu atau di blog, atau dimanapun yang orang lain turut jadi pembacanya, tentu harus ada sekat tebal disana. Antara para pembaca dan dirimu. Atau setidaknya, ada sekat antara dirimu dan ketakutanmu jika ada manusia yang membaca dan salah paham. Mesti pintar menyiratkan sebuah maksud dalam bahasa baik. Meskipun begitu, menulis menjadi wadah dan langkah kongkrit dalam menampung segala macam rasa dan fikiran serta membuatnya nyata dalam wujud kata-kata. 

Tulisan Sore Ini

Umur bertambah. Hidup berkembang. Semakin banyak substansi dalam hidup yang masuk, yang diserap. Sehingga pola pikir berkembang. Membuat manusia kreatif dalam berfikir apa yang akan ia lakukan detik ini juga. Secara kontiunitas. Memacu manusia untuk terus berfikir tentang apa yang akan terjadi didepan. Memikirkan dirinya ketika sudah ada dalam dimensi waktu yang jauh didepan sana. Dan jangan lupa, manusia akan mengaitkan kehidupannya sekarang dan nanti. Yang jelas setiap langkah hari ini akan mengantarkan menuju kehidupan nanti. Lalu, sesederhana itulah pilihan bermunculan beserta kualitasnya yang meningkat. Setiap langkah yang diambil, besar atau kecil, akan mencabangkan dirinya lagi menjadi beberapa langkah lagi. Yang disebut pilihan. Setiap melangkah akan muncul pilihan lain. Setiap pilihan akan muncul resikonya sendiri. Beserta tingkatannya sendiri. Baik dan buruk. Besar dan kecil. Tapi, apapun itu, pilihan akan menentukan skala prioritasmu seperti apa. Dan menentukan nilai kehidupanmu sendiri. Menentukan siapa dirimu.

Friday, February 14, 2014

#SajakPendek : Diam-diam

Masalah ini..
Entah akan berapa lama lagi aku kuat.
Sembunyi di pojok nirwanaku sendiri.
Menahan kaki ini untuk tidak berlari menujumu.

Seandainya aku cukup berani,
Untuk merusak jalan cerita ini sedikit.
Curang melewati banyak halaman buku kehidupan ini.
Demi kepuasan rasa penasaranku untuk sebuah akhir.

Seandainya aku tidak tahu,
Sedari awal manusia bukan miliknya sendiri.
Diri ini, hati ini, rasa ini. Kau.
Bahwa aku tidak pernah benar-benar memiliki.

Mungkin sudah kubiarkan saja akar rindu ini ,
Tumbuh merambat menujumu..
Bukannya malah menginjaknya hingga mati.
Seandainya aku tidak tahu..

Tuesday, February 11, 2014

#6 Intermezzo (Eps. Going Hangout Alone)

Tulisan ini diawali dengan curhat tentang seorang dokter perempuan. Dokter ini adalah seorang dokter yang tiap sore datang, bertugas di sebuah ruangan poliklinik di gedung kantor tempat saya bekerja. Suatu hari, saya iseng bertanya sama beliau. Bagaimana cara untuk menaikkan berat badan? Soalnya saya memang merasa berat badan saya cuma segini-gini aja. Pokoknya badan saya dari dulu imut-kecil-menggemaskan deh *kibas jilbab*. Thanks to my height. Untung saja tinggi badan saya tidak terlalu pendek, tapi juga tidak terlalu tinggi (menurut saya lho..) jadinya yah postur tubuh ala-ala supermodel tinggi-ramping gitu deh (Heu..dasar narsis. Hehe..). Tapi, tetap saja saya sebenarnya penasaran sekali dengan statement orang "Naikkin berat badan itu gampang. Turunin berat badan itu yang susah beuddddhhhh..". Makanya saya nanya ke dokter itu, katanya "kamu coba makan malam dua kali deh. Sekitar jam 7 malam dan jam 10 malam". Baru coba 3 hari, saya sudah mulai suka lapar sekitar jam segitu gara-gara makan malam dua kali. Bahkan sebelum jam 7 perut saya sudah keroncongan lagi. Doakan saya semoga cara ini berhasil. Fufu (,--)9

Sebenarnya, walaupun saya sekarang lagi ada di sebuah restoran cepat saji, di sebuah mall, tapi tidak banyak yang bisa saya observasi buat dijadikan bahan tulisan sekarang. So, i guess this will be all about my thoughts, about random things.

Sebenarnya tidak enak juga sih kalau mesti jalan sendiri kayak gini. Tapi, the best part of going hangout alone is when i can focus on observing people to make a short writing. Saya senang menulis dengan situasi dan kondisi seperti ini. Karena bisa bikin saya fokus memikirkan segala hal apa yang saya ingin tulis saat itu. Karena biasanya keinginan saya untuk menulis muncul tiba-tiba disaat saya juga sedang mengerjakan sesuatu. Jadi disaat seperti inilah yang menjadi waktu yang tepat untuk mengeluarkan semua isi kepala saya.

Kayaknya saya harus akhiri sementara dulu tulisan ini. Waktu maghrib sudah tiba. Sebaiknya saya bergegas sebelum musholla mall ini penuh. Kapan-kapan kita sambung lagi. Hehe.. :))

Salam Intermezzo \(^^)/

Monday, February 10, 2014

#ODOA 1

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka...."(Surah Al An'am: 32)

Kemarin sore saya melihat segerombolan anak kecil sedang bermain hujan. Mereka tertawa.

Setiap hari, saya selalu melihat para rekan kerja tertawa. Di kantor. Tidak lebih supaya suasana tidak kaku, dan tidak bikin ngantuk. Mereka pun tertawa.

Di cerita lain, saat sedang berkumpul lagi dengan teman-teman, sahabat, agenda "tertawa bersama" tidak pernah terlewat. Ada saja sesuatu yang membuat kita semua tertawa. Lalu, kami tertawa juga.

Jangankan orang lain, saya dan keluarga juga senang bercanda. Kami membicarakan ini-itu. Lalu, kami tertawa.

Semua orang senang tertawa. Tidak ada yang salah dengan itu, selama tidak berlebihan.Tapi, mari kita bertanya pada diri masing-masing. Mari kita renungkan sejenak pertanyaan ini :

Jika di akhirat kelak, akankah saya tetap tertawa? -


"....Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (Surah Al-An'am: 32)

(Hari ini, saya tertampar dengan ayat ini. Dan pertanyaan itu muncul di benak saya gara-gara satu ayat itu. Masya Allah..)

Wallahu a'lam bish-shawab..


#DialogAbsurd 1


Saya lagi nonton tv sama bapak. Acaranya On the Spot, lagi bahas tentang hewan. Kebetulan acaranya lagi menayangkan orang-orang sibuk berenang di tengah lautan, bareng ikan Hiu Paus. Mungkin sejenis Hiu, tapi blasteran Paus juga.


Saya : Pah, itu ikannya gigit gak sih? Gede banget.


Bapak : Gak kok, soalnya itu kan Hiu Paus.


Saya : Ah masa' sih? Gede gitu gak gigit. Itu kan jenis ikan Hiu juga.


Bapak : Gak gigit pokoknya. Abis ikan Hiu nya tidak jahat..

Saya : Ooh jadi itu Hiu baik?


Bapak : iya itu Hiu baik. Dan....... *sejenak diam*. Bijaksana.


Saya : oooooh.. *ikutan diem juga*

Gak tau, kita tadi lagi bicarain Hiu Paus beneran atau Hiu Paus dunia dongeng.

Nih, buat yang gak tau apa itu Hiu Paus

Friday, February 7, 2014

Mungkin tidak ada yang lebih menyakitkan 
Selain mengetahui kalau kita tidak akan pernah bisa mendapatkan kesempatan, 
Bahkan untuk sekedar menggantungkan harapan. 
Karena ia terlalu tinggi untuk kita yang jauh dibawah sini.

Ta'aruf Bukan Pacaran Islami

Teringat dengan cerita adik bungsu saya tentang salah seorang teman kelasnya. Namanya.... Tidak usah menyebut nama sebenarnya, karena cerita ini tidak butuh namanya, tapi hikmahnya. Ditulisan ini, anggap saja namanya Lia (kayak lagi wawancara kriminal aja pake nama samaran. Fufu.. :)). Adik saya cerita kalau dia sebenarnya sudah suka sama si Lia ini dari sejak mereka baru masuk SMA dan kebetulan mereka sekelas. Tapi, baru sekarang ini mereka dekat. Tidak pacaran tapi katanya sebagai teman, tapi rajin ingatkan Lia makan, sholat. Yaelah emang lo bapaknya? *ngomong sama bungsu*. Tapi, saya biarkan saja. Di umur begini memang akan sulit sekali mau menerima nasihat apalagi soal beginian, perasaan. Biarkan dia tahu sendiri. Daripada penasaran trus tidak makan tidak tidur 3 hari. Kadang manusia keras kepala sekali, butuh berkali-kali salah dulu baru menjadi benar.

Monday, February 3, 2014

Curahan Seorang Hamba

Bismillahirrahmanirrahiim..

Dengan namaMu ku awali doa ini..
Doa dari seorang hamba..
Hanya seorang hamba yang sangat kecil dimuka bumi ini..
Dan merasa sesak akan pekatnya dosa hasil kelakuannya sendiri..


Izinkan aku untuk mengeluh padaMu detik ini..
Orang bisa saja melihatku kuat
Dan aku pantang menyerah didepan mereka.
Tapi, aku tetaplah manusiaMu..
Nyatanya aku ini sangat lemah, jika didepanMu..


Aku merasa gelisah, Tuhan
Entah dosa apa lagi yang akan kubuat esok hari
Aku tidak tahu apakah semua amalku cukup menghapus dosaku..
Atau malah sebaliknya..
Padahal seiring detikMu terus bertambah, detikku terus berkurang..


Aku merasa lelah, Tuhan.
Rasanya perjalanan ini sungguh teramat jauh..
Harus berapa lama lagi aku jalani peranku dalam skenarioMu?


Tidak muluk doaku kali ini..
Tapi..
Tuhan, selama Engkau masih beri aku hidup..
Jangan biarkan aku menyerah di jalanMu..
Itu saja.

Saturday, February 1, 2014

Baik dan Berilmu

Singkat saja tulisan kali ini. Bermula ketika saya telah menonton program TV acara talkshow "Kick Andy 's Show". Kebetulan tema acara pada malam itu adalah mengenai kisah-kisah inspiratif seorang ayah dari narasumber-narasumber yang diundang pada talkshow tersebut. Salah satunya, adalah Bapak Letjen TNI (Mar) Nono Sampono. Pada saat itu dia bercerita tentang sosok ayahnya yang sangat berjasa besar atas kesuksesannya hingga sekarang. Beliau banyak belajar dari ayahnya. Ketika ditanya, apa yang ayahnya ajarkan sehingga ajarannya itu membekas hingga ia sukses sekarang.

"Ayah saya pernah bilang, kalau kamu mau sukses, kamu butuh dua hal. Yaitu, pertama, kamu harus banyak berbuat kebaikan pada orang lain. Setiap manusia pasti punya kekurangan, punya kejelekan tersendiri. Tapi kalau kamu banyak berbuat kebaikan, orang-orang tetap akan menganggapmu sebagai orang baik. Kedua, kamu harus pintar. Kamu harus belajar keras. Kalau kamu tidak mempunyai kedua hal itu tadi, percuma. Percuma kamu pintar, tapi bohong, yah..pokoknya tidak berlaku baik. Dan percuma kamu baik, tapi tidak pintar. Bisa-bisa kamu dibodohi orang.."

Saya tertegun mendengar jawabannya. Betul. Dan sederhana. Kita hanya butuh dua hal itu tadi. Banyak orang yang sibuk mencari cara agar ia bisa sukses, menggapai cita-citanya, tapi secara garis besar kita hanya butuh dua bekal untuk kesuksesan. Yaitu menjadi orang baik dan berilmu. 

Friday, January 31, 2014

Tentang Hijrah

Hijrah. Satu kata, tapi tidak semua orang mau menjadikannya sebagai pilihan. Satu pilihan yang awalnya akan terasa sulit, tapi dengan niat yang sungguh-sungguh hanya untuk mencari ridho Allah. Semuanya akan menjadi gampang. 

Hijrah. Mungkin banyak orang yang selalu terbatin hatinya untuk berhijrah. Selalu ingin merubah dirinya menjadi lebih baik lagi, sesuai dengan yang Allah mau. Karena rasa sesaknya diri selalu berada dalam kepekatan dosa dan ia sebenarnya tahu itu sesuatu hal tidak bagus yang hanya akan mengantarnya menuju kesengsaraan berkepanjangan didunia dan di akhirat. Yah, pada dasarnya manusia tahu apakah sesuatu hal yang ia lakukan benar atau salah, dosa atau pahala. Jauh di dalam lubuk hati paling dalam milik semua manusia sadar akan itu. Karena memang fitrahnya sebuah hati selalu menuju kebaikan. Tapi, mengapa masih ada orang- atau bahkan kita- yang masih berbuat dosa? Jawabannya sederhana, karena bisikan syaithan. 


Iblis berkata: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). [ QS.7 : 16 – 17 ].


Bisikan syaithan inilah yang mengibar-ngibarkan nafsu dalam diri sehingga menghalang kita untuk berbuat kebaikan. Hanya ini penghalang kita untuk tetap berada dijalan lurus.

Sunday, January 26, 2014

Surat Cinta Untuk Seorang Ayah

Teruntuk seorang ayah..
Aku selalu mengira kau terlalu mengekangku dengan berbagai aturan yang selalu tidak aku suka..
Masa muda yang menggoda selalu membuatku ingin bebas..
Tapi, kita memang selalu tidak senama jika bicara tentang kebebasan..
Semua kau lakukan hanya untuk melindungiku dari dunia sebenarnya..

Teruntuk seorang ayah..
Satu dua pendapat kita berlawanan..
Tidak ada ayah yang sempurna..
Tapi, seorang ayah hanya ingin mencintai dengan sempurna..
Selalu mau yang terbaik untuk anak-anaknya..
Hanya saja aku terlalu egois menerima kasih sayang dari hati besarmu itu..

Teruntuk seorang ayah..
Maafkan aku karena pernah sejenak aku melupakan cintamu..
Bodohnya aku karena mencari cinta diluar sana..
Dungunya aku karena mencari cinta dari orang asing..
Yang kutahu semuanya tidak selamanya..
Padahal, cinta sebenar-benarnya cinta sudah ada pada dirimu selama ini..

Teruntuk seorang ayah..
Suatu hari nanti , akan ada lelaki lain dalam hidupku..
Yang akan kau serahkan semua tanggungjawabmu selama ini ,kepadanya..
Lewat ucapan janji yang akan mengguncangkan langit..
Janji yang membuat Arsy-Nya bergetar..
Baktiku memang akan sepenuhnya untuknya kelak..
Tapi, aku akan tetap jadi anak perempuanmu 19 tahun yang lalu..
Aku akan tetap cinta kepadamu, ayah..

Teruntuk seorang ayah..
Surat ini kuakhiri dengan permintaan maafku padamu.
Maaf atas semua kelancanganku..
Maaf atas semua kesalahanku, kekhilafanku..
Maaf atas semua keangkuhan masa mudaku..
Walaupun, dulu kau menerima itu semua dengan perih..
Yang semuanya pasti selalu kau maafkan dan lupakan..

Ucap doa setiap sujudku tidak akan kuakhiri sebelum kusebut namamu, bersama dengan nama ibu..
Terima kasih, ayah..


With Love,
Anak perempuanmu..

Saturday, January 18, 2014

Ketika Muslimah Patah Hati..

Kalau dalam postingan lalu Ketika Muslimah Jatuh Cinta saya bahas tentang hal-hal jika kita jatuh cinta, bagaimana kalau kita patah hati? Apa yang harus kita lakukan?

Sama seperti jatuh cinta, sebagai seorang muslim dan muslimah yang mengaku mencintai Allah dan Rasullullah, jika patah hati tentu harus pula ditanggapi dengan elegan, anggun dalam koridor islam. Tapi, pada dasarnya, patah hati itu tidak akan ada kalau kita juga tidak terlalu larut dalam perasaan cinta yang tiba-tiba datang. Rasa kecewa tidak akan ada kalau kita juga tidak terlalu larut dalam perasaan harap yang ditujukan untuk seorang manusia. Jika mengaku patah hati, berarti hatinya memang sudah terlalu akut jatuh cinta. Tidak menutup kemungkinan hati sudah berangan-angan tidak jelas dan itu menjadi potensi zina hati. Mungkin dosa zina hati menjadi hal yang sangat perlu diperhatikan untuk mereka yang memutuskan untuk tidak berpacaran, dan bisanya hanya suka diam-diam. Cinta bersemai dalam hatinya, diam-diam. Wah, fikirnya dosa zina itu hanya berpotensi untuk mereka yang menjalin hubungan belum halal, tapi ternyata tidak. Godaan setan bisa masuk kapan saja dan kedalam hati siapa saja, tanpa pilih orang.

Jodoh, Pilihan atau Takdir?

Pertama-tama, saya mau berikan apresiasi tinggi untuk buku "Nikah Muda, Siapa Takut?" karya bang Ahmad Rifai Rif'an. Sekilas judulnya sok, plus berani banget ya, menantang para pembaca untuk melihat isinya. Saya sendiri waktu lihat nih buku pertama kali di toko buku, malah jadi tertantang membeli dan membaca buku ini. Seberani apa sih penulis mengungkap hal tentang nikah muda? Mengapa harus nikah muda? Dan ternyata isinya sangat bagus. Buku ini berhasil ditulis dengan ulasan sederhana tanpa menggeser ilmu yang terkandung didalamnya. Sangat cocok untuk mewakili isi fikiran mereka yang mengidamkan menikah di usia muda. Sangat recommended juga untuk mereka yang masih ragu dan bingung persiapan apa saja ketika mau menikah muda. Dan teramat sangat bagus untuk mengompori kita yang masih belum menikah. Hehe..

Salah satu topik bahasan dalam buku adalah "Jodoh, pilihan atau takdir?". Pertanyaan ini memang seringkali muncul dikepala kita. Sebenarnya, jodoh itu pilihan atau takdir? Jodoh itu ditunggu atau diusahakan? 

Tuesday, January 14, 2014

Memahami Ibadah MAHDHAH dan GHAIRU MAHDHAH (Agar Tidak Mudah Membid'ahkan)

PENDAHULUAN

Jangan terburu-buru menilai orang !
Apalagi menilai amalan orang ! 
Menganggap orang lain bid'ah, sesat ?
Apakah kita sudah bisa jadi orang yang benar dalam beribadah ?
Atau hanya karena iri (hasad) lantas memojokkan seseorang ?
Mencari-cari kesalahan dan menyalahkan orang lain ?
Beribadah, hanya diri sendiri dan Allah yang tahu apakah ikhlas atau karena riya ?

Ibadah sendiri secara umum dapat dipahami sebagai wujud penghambaan diri seorang makhluk kepada Sang Khaliq. Penghambaan itu lebih didasari pada perasaan syukur atas semua nikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah padanya serta untuk memperoleh keridhaanNya dengan menjalankan titah-Nya sebagai Rabbul ‘Alamin.

Namun demikian, ada pula yang menjalankan ibadah hanya sebatas usaha untuk menggugurkan kewajiban, tidak lebih dari itu. Misalnya, saat ini banyak umat islam yang tidak berjama'ah ke masjid kecuali shalat jum’at. Bahkan ada pula yang tidak sholat kecuali pada hari raya. Islamnya hanya ada di kartu identitas. Dan ada pula yang beribadah, mendekatkan diri kepada Allah hanya pada saat ibadah ritual saja, setelah itu dia jauh dari ridlo Allah.

II. PERMASALAHAN
1. Apa pengertian ibadah mahdhah dan ghairu mahdah?
2. Bagaimana hakikat ibadah itu?
3. Apa saja syarat-syarat diterimanya ibadah?

Corat-Coret di Hari Maulid Nabi Muhammad

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala all Sayyidina Muhammad..

Mengawali tulisan ini dengan mengucap nama Allah Subhanahu wa ta'ala. Tak lupa juga mengirim salam dan shalawat kepada Rasulullah Muhammad Shallahu 'alaihi wasallam. Tentu banyak sekali keutamaan yang terkandung ketika bershalawat untuk Rasulullah Shallahu 'alaihi wasallam. 
'Amr ibn Al-'Ash r.a meriwayatkan bahwa dia pernah mendengar Nabi Muhammad Shallahu 'alaihi wassalam bersabda, "Barangsiapa bershalawat kepadaku, Allah melimpahkan sepuluh rahmat kepadanya" (HR. Muslim). 

Rasulullah Shallahu 'alaihi wasallam bersabda "Siapa yang bershalawat atas diriku dengan sekali shalawat, maka Allah memberinya rahmat sepuluh kali. Siapa yang bershalawat sepuluh kali, maka Allah memberinya rahmat seratus kali, maka Allah membebaskannya dari kemunafikan, dan membebaskannya dari neraka, dan Allah menempatkannya pada Hari Kiamat bersama para syuhada" (HR. Al Thabrani dari Anas r.a)

Kita kembali ke topik. Berbicara tentang hari Peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallahu 'alaihi wasallam, ternyata menimbulkan pro dan kontra apakah peringatan ini boleh atau tidak. Hal ini menjadi perbincangan di media social media twitter. Ada yang menyebutnya bid'ah, ada yang membolehkan. Yah, twitter membuat saya bisa melihat dua perspektif berbeda dan mendorong saya untuk mencari menggali lebih dalam lagi tentang perayaan Maulid Nabi Muhammad Shallahu 'alaihi wasallam. Tulisan ini akan membahas sedikit tentang itu berdasarkan ilmu yang juga masih sedikit ini.

Sunday, January 5, 2014

#HeadShot

Kadang merasa pathetic banget kalau lihat temen-temen yang masih pacaran tapi panggilnya sudah "Papih-Mamih", "Mamah-Papah", "Hunny", "Beph..", "Tante-Om", asal jangan "Engkong-Cucu" aja sih manggilnya. Tapi, kenapa merasa pathetic? Emang kamu mau juga? Gak, jelas gak mau, apa bagusnya kalau status masih pacaran. Wait..emang pacaran itu status? Kayaknya tidak. Pacaran itu adalah jomblo yang terselubung. Ibaratnya, naik kapal masih merapat dipelabuhan dan partner berlayarnya masih sering pergi. Belum tetap. 

Kadang merasa pathetic kalau lihat orang-orang yang sibuk umbar kemesraan di social media. Sama pacar. Dih. Suami-istri yang sudah menikah sah secara hukum dan agama, yang statusnya sudah sangat jelas apa, sebenarnya, sebaiknya tidak terlalu mengumbar kemesraan di muka publik. Karena alasannya sederhana, itu sifatnya privasi. Tidak bisa sembarang orang yang boleh tahu, namanya juga privasi. Apalagi ini..yang masih pacaran. Yaelah, belum apa-apa sudah sebar-sebar kemesraan. Pacar lo habis ngapain, lo update. Pacar lo habis kasih apa, kalian bicara apa pakai emoticon begini --> :* ({}) ,semua orang bisa tahu. Itu..pacar lo atau pacar semua orang sih sampai kita semua juga bisa tahu? Berarti pacar lo milik orang lain dong. Kemesraan kalian bukan untuk konsumsi publik. Apalagi ini, masih belum jelas statusnya apa. Bisa jadi nanti malah ganti lagi. 



Kadang merasa pathetic kalau lihat orang-orang yang pacaran di socmed sibuk menyinggung tentang rencana masa depannya dengan sang Pacar. "Beb, nanti kita nikah tahun ini..ya" "Sayang..nanti kita nikah tahun (sekian) ya.." "Sayang, nanti kamu mau kasih cucu mama kamu berapa? Ciyeee.." atau sebar-sebar kode. Ya ini nih yang paling..apa-apaan banget kita yang baca. Bukan apanya, tanya lagi sama diri sendiri, buat apa dibicarain di socmed? Biar supaya orang lain cemburu? Iri? Biar supaya orang lain tahu rencana kalian berdua? Please, 99% orang (1% nya gak sempat baca) yang baca bahkan gak peduli bahkan menganggap itu menyebalkan karena mereka bisa tahu hal yang sebaiknya mereka tidak perlu tahu. Bikin penuh harddisk kepala, tau. Bahkan, kalau seandainya mereka tahu kalau kalian putus ditengah jalan, tidak jadi, padahal sudah terlanjur bercakap-cakap seperti itu, mereka malah bisa jadi cuma bisa bilang "Sukurin.." atau malah kasihan. Nah kan, kalian jadi terlihat pathetic? Iya. Kenapa? Karena kelihatan terlalu berharap. Ingat, pacar belum tentu jodoh. Kalau yang beginian sebaiknya pakai prinsip "Rahasiakan prosesnya, Umumkan pernikahannya..". Biar indahnya cukup kalian yang menjalani saja yang merasakan, tidak perlu terlalu banyak orang lain yang ikut-ikutan merasakan juga.


Bukan apanya, mengingatkan saja kalau berharap jangan terlalu tinggi, biar jatuhnya gak terlalu sakit. Apalagi ini cuma berharap sama manusia. Pikirkan lagi.

(Maaf, kalau ada yang merasa tersinggung setelah membaca ini. Atau ada yang ter-JLEB. Bisa jadi ini menjadi bahan pertimbangan untuk berhati-hati di social media. Apalagi kalau soal perasaan, jangan dibiarkan berceceran disana. Tidak, bukan untuk saya saja. untuk kalian juga)

Pembuka Tahun 2014

Semua hal yang kita lakukan dulu dan sekarang, itu berhubungan. Memang benar adanya ya? Entah karena saya yang terlalu banyak menghubung-hubungkan segala sesuatunya, sampai sekecil apapun itu, tapi saya selalu merasa kalau semuanya itu berhubungan dan seperti ada hukum sebab-akibat disana. Misalnya, saya punya skoliosis sejak SMA bikin saya semangat untuk mau ikut klub renang. Karena, iya dokternya menganjurkan rajin berenang. Walaupun berenang ratusan meter, tiga kali seminggu tiap sore, gak peduli itu mau cuaca lagi hujan atau panas, kulit sudah..beh Masya Allah tanned nya kayak Beyonce, apalagi habis dari klub langsung lanjut bimbel lagi, sempat bikin males dan pengen mundur saja, tapi karena skoliosis inilah bikin saya memaksakan diri untuk bertahan. 


Tuesday, December 31, 2013

Ya Allah, Sayangi Orang Tua Kami..

Ruangan ini terasa lengang oleh suara manusia. Hanya gemuruh AC yang terdengar. Bunyi jemari-jemari mereka beradu diatas keyboard juga ikut menimpali. Hanya seorang bapak tua yang terlihat mondar-mandir diruangan ini. Sibuk mengumpulkan tempat sampah yang sudah penuh lagi dengan sampah. Kebanyakan sampah kertas. Keriput usiannya jauh mendominasi wajahnya. Wajar saja, umurnya mungkin sudah 60-70 tahun. Satu-satunya petugas cleaning service kantor ini yang paling tua. Setiap hari hanya mondar-mandir dari satu ruangan ke ruangan lain, mengumpulkan sampah. Caranya berjalan sudah terlihat lunglai, berbeda dengan petugas lainnya yang rata-rata masih muda dan lincah. Dia selalu menyapa orang-orang terlebih dahulu. Setiap pagi. Tanpa senyum, hanya dengan raut wajah yang..entah kenapa. 

Saya merasa ia sedang kesepian. Saya tidak tahu apakah dia punya keluarga disini, punya anak dan istri, atau dimana kampung halamannya atau apakah ia memang domisili disini atau tidak. Kadang ingin saya tanyakan tapi saya takut itu akan mengganggunya atau bagaimana. Asumsi saya kalau dia kesepian juga terlihat di gelagatnya ketika berbicara. Menunduk dan berbicara agak ragu-ragu. Sepertinya selalu ingin cerita banyak tapi dia juga berusaha menahan diri. Entahlah. Mungkin karena ia tidak enak dengan dirinya, merasa mengganggu orang-orang yang sedang kerja disini padahal boleh jadi mereka sama sekali tidak merasa terganggu. 

Seharusnya bapak itu, yang umurnya sudah lanjut sudah tidak perlu lagi pergi bekerja seperti ini. Mungkin kalian akan ikut simpati jika melihatnya langsung. Dan bapak ini tidak sendiri, banyak sekali diluar sana para orang berusia lanjut masih bekerja. Entah karena atas nama tanggung jawab atau bukan. All the questions that appear in my head is, kemana anak-anaknya? I don't know, if he might be have one or not. Tapi, seriously, kemana anak-anaknya? Dimana keluarganya? Saya hanya bisa bertanya sendiri tanpa berani bisa menanyakannya langsung. Rasanya pilu sekali kalau melihat orang tua yang sendiri, atau tidak diperhatikan. Semoga Allah memberkahi bapak ini, orangtua ku dan juga untuk semua para orang tua..

“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan sayangilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka telah memelihara, mendidikku sewaktu aku kecil.”


Aamiin..

Sunday, December 22, 2013

Mengapa Wanita Menjadi Penghuni Neraka?

Salah satu hadis dari Abdullah ibn Umar r.a, bahwasanya Rasulullah bersabda, "Wahai kaum wanita, bersedekahlah kalian, perbanyaklah memohon ampunan, sesungguhnya aku melihat sebagian besar kalian penghuni neraka". Seorang wanita diantara mereka bertanya,"Wahai Rasulullah, mengapa sebagian besar kami penghuni neraka?" Beliau menjawab,"Sebab kalian banyak melaknat dan kufur terhadap suami. Aku melihat orang yang lemah akal dan agamanya diantara kalia lebih banyak daripada yang memiliki hati nurani." Ia bertanya lagi, "Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan lemah akal dan agamanya itu?" Beliau menjawab,"Yang dimaksud dengan lemah akal adalah kesaksian dua orang wanita sama dengan kesaksian seorang lelaki. Dan tidur pada malam hari tanpa melaksanakan shalat, tidak puasa pada bulan Ramadhan, inilah yang dimaksud dengan lemah agamanya" (HR. Muslim)

Ibn Arabi Al-Maliki berpendapat bahwa yang menyebabkan wanita menjadi penghuni neraka paling besar adalah:

Bidadari-Bidadari Surga Yang Disegerakan

Wanita Shalihah: Pesona Di atas Pesona

Ia mutiara terindah dunia
Bunga terharum sepanjang masa
Ada cahaya di wajahnya, Betapa indah pesonanya
Bidadari bermata jeli pun cemburu padanya
Kelak, ia menjadi bidadari surga, Terindah dari yang ada


(Hanan)

Ya, bidadari surga yang Allah segerakan berikutnya adalah wanita shalihah. Konteks tulisan ini sama sekali bukan tentang fisik. Kita hanya akan membahas hal-hal substansial yang bernama kesalehan. Untuk itu, cukuplah dialog penuh ‘ibrah antara Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang didokumentasikan oleh Imam Ath-Thabrani sebagai pecut penyemangat, pengobar ruh kesalehan.

Bila Engkau Cantik, Biarlah Itu Karena Hijab..

Selamanya takkan ada lagi wanita sesempurna 
Asiyah atau Maryam binti Imran
Namun dunia akan selalu mengenal wanita 
yang meniti jalan yang sama dalam ketaatan 

Tiada lagi wanita yang bapaknya nabi, pamannya nabi, 
dan bersuamikan nabi sebagaimana Shafiyyah
Namun tak habis dunia merindu wanita cerdik cendekia 
yang karena akalnya ia berharga

Sampai ujung waktu akan sangat sulit menandingi 
cantik jelita paras 'Aisyah yang kemerah-merahan
namun sampai dunia berakhir akan banyak yang mencoba merebut cinta 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam dengan taati perintahnya dalam kenakan hijab

Hanya akan ada satu Khadijah yang dikenal setia
namun dunia penuh dengan wanita yang mengaguminya 
dan kepada surga mereka bersedia

Bila engkau cantik, biarlah itu karena hijab
Bila engkau mulia, itu karena engkau menjaga yang wajib

Bila engkau mulia, biarlah itu karena ketaatan 
Bila Allah berkenan, mudah-mudahan engkau dianugerahi kehormatan



(Dikutip dari buku "Yuk Berhijab!" oleh Ust. Felix Siauw)

Tuesday, December 17, 2013

Hujan Sore Ini

Jas hujan gombrang berwarna merah marun siap menutupi semua tubuhku. Saya siap pulang dan menerobos hujan sore ini. Seharian ini hujan terus. Lumayan deras, lumayan bikin basah kalau tidak pakai jas hujan, apalagi payung walaupun angin tidak bertiup kencang hari ini. Ini bulan desember, wajar saja kalau Indonesia sudah mulai masuk musim hujan. Salah satu yang saya syukuri juga. Saya penikmat hujan.

Monday, December 16, 2013

Titik Balik

Adakah yang punya masa-masa kelam dalam kehidupan lalunya? Jawabannya, ada. Semua orang, malah. Setiap orang pasti punya masa-masa pahit, barang cuma sedetik. Rasanya ingin sekali menghilangkan bagian episode itu dari ingatan kita. Ingin sekali rasanya menghilangkan bekas irisannya dalam hati kita kala mengingat itu semua. Air mata boleh kering, tapi hati yang menangis bisa jadi selamanya. Karena memang masa lalu itu bukan untuk dilupakan. Tapi, untuk disyukuri sebagai bagian dari skenario hidup kita. Tidak menerima masa lalu, sama saja tidak menerima hidup itu sendiri.

Punya masa-masa kelam, setiap orang juga punya masa titik baliknya sendiri. Berbalik arah. Merubah jalurnya. Lalu, bergerak lagi. Move on bukan berarti harus bergerak maju, tapi bisa saja merubah jalurnya.

Tips Mengantri

Ada yang tidak pernah mengantri? Pasti pernah dong ya. Selalu malah. Buat orang yang sabar banget, pasti mengantri ini tidak menjadi masalah besar. Sekalipun itu antriannya sudah kayak ular-naga-panjangnya-bukan-kepalang, tetap saja sabar buat menunggu. Tapi, gimana kalau dengan orangnya gak sabaran, apalagi kalau situasi dan kondisi yang mengharuskan dia untuk terburu-buru dan gak bisa menunggu lama-lama diantrean. Kali ini, gue mau kasih tips jitu ala gue biar lo mengantrinya gak lama-lama banget gitu. Biar mukanya gak manyun aja sih pas mengantri, jelek tau.

Sunday, December 15, 2013

Menulis

Menulis itu selalu abadi. Kau tahu? Banyak orang punya sesuatu yang ingin dikatakan tapi tidak tahu harus mulai darimana. Tidak tahu harus dikatakan kapan. Sekarang? Besok? Nanti? Tapi, yang ada memang selalu tidak pernah benar-benar dikatakan. Seperti dikatakan tapi kadang ada saja yang terlewat dari kita. Jadinya malah apa yang kita sampaikan tidak sepenuhnya tersampaikan. Mau diulangi yah tetap saja akan ada yang miss dari apa yang dikatakan sebelumnya. Karena lisan itu tidak berbekas. Bisa hilang begitu saja dan tidak abadi. Beberapa kasus spesial, ketika lisan buruk yang keluar, efeknya bisa selamanya. Dan tidak bisa dihapus begitu saja. Melekat. 

#SajakPendek : Seorang Anak

Lihat kelopak mata mereka yang mungil
Dengar suara tawa mereka yang renyah
Rasakan kedua telapak kakinya yang kecil
Menapak diatas pasir..
Mereka..
Kufikir selalu ada pesan Tuhan disana.

This pic was taken by me in Kuta Beach on May 2013. He's so cute :')

#SajakPendek : Denganmu

Banyak cerita kutulis
Banyak sajak kutata
Tak satupun denganmu berdua
Tapi harus berharap apa
Siapa kau, masih rahasiaNya

Sunday, December 8, 2013

#SajakPendek : Punggung

Hanya punggungmu disana
Coba ku gapai, selalu gagal.
Lagi-lagi hanya punggungmu
Sulitkah untuk kau berbalik?


Saturday, December 7, 2013

Desember Versi Sendiri

Bangun-bangun sudah desember lagi. Tidak terasa. Yah memang akan selalu begitu sih, waktu selalu tidak terasa berjalan, tahu-tahu sudah akhir tahun lagi. Desember..hmm let see what we've got in December.

#SajakPendek: Mendung

Mendung.
Karena hujan malu kepada bumi
Seperti rindu yang malu-malu dalam menanti
Seperti hati yang pelan-pelan ikhlas




Wednesday, December 4, 2013

Ini Visiku, Apa Visimu?

Satu lagi tulisan dari sebuah blog yang jleb banget. Gara-gara tulisannya tentang tentang visi hidupnya di dunia dan akhirat, bikin saya sadar. Apa visi hidup gue di dunia dan akhirat? (ini gapapa ya pake lo-gue, gak, bukan mau ngajak ribut. Bukan mau belagu kok. Hehe)



Hmm..pertanyaan yang lumrah tapi tidak semua orang bisa dapat jawabannya begitu saja. Kalau difikir-fikir lagi, pasti ada banyak sekali hal yang pengen banget kita lakukan dalam hidup. Buat diri sendiri, buat orang tua, buat sesama manusia, yang semuanya itu dilakukan karena satu, Allah. Karena itu bikin semuanya jadi sederhana dan terarah. Gak ngelibet macem-macem.

Sunday, December 1, 2013

December Wish

December's coming. And everyone makes their own wishes. December Wish. Entah tradisi darimana orang-orang selalu buat harapan tiap awal bulan. Timeline twitter, facebook saya penuh dengan orang-orang yang "berdoa" untuk harapan-harapan dibulan ini. Entah juga ini hanya sekedar update status biasa atau memang bener-bener berdoa untuk awal bulan dan hari-hari selanjutnya. Tapi, dizaman sekarang siapa sih yang gak bisa baca orang lewat social media. Berkat social media, apa sih yang gak transparan. Lagi ngapain, sama siapa bahkan doa orang lain saja kita bisa tahu. Coba cek disini deh. Gak cuma bulan ini aja, tapi tiap bulan sepanjang tahun. January Wish. February Wish. Dan seterusnya. Selalu saja begitu.

Day 10: Your Bestfriend

Di bangku SD, sahabat saya ada dua orang. Mereka adalah teman sekelas dan teman satu mobil jemputan. Kami bahkan tidak tahu apa itu sahabat....