Sunday, May 4, 2014
Dua Puluh..
Saturday, May 3, 2014
Another Unnecessary Writing
Thursday, April 24, 2014
Friday, April 18, 2014
Yang Baik Agamanya..
Saya sedang berbincang-bincang dengan seorang saudari muslimah. Alhamdulillah, selain seorang rekan kerja, dia juga bisa dijadikan kakak yang bisa mengingatkan tentang kebaikan. Kebetulan kita sedang membicarakan standar kriteria penilaian jodoh (tuh kan jodoh lagi, tuh kakak mungkin lagi pengen manas-manasin gue lagi kalik ya buat nikah. Haha :D)
Berbicara tentang kriteria, sudah sangat jelas diatur dalam agama. Penting mengenali seseorang dari agamanya. Tidak hanya sekedar tahu, tapi bagaimana ia memahami dan mengaplikasikannya. Misalnya, apakah ia menjalani sholat 5 waktu (ini sangat utama, menunjukkan apakah ia mengingat Tuhannya atau tidak). Setelah itu, baru kriteria yang lainnya. Selain itu, yang berani....berani datang ke rumah :p
Hemat saya, yang baik agamanya. Hal lain-lain bisa dipertimbangkan. Pasalnya, kalau hati sudah tertaut karena taqwanya kepada Allah, sudah bagus. Karena apapun yang kelak ia lakukan dan TIDAK ia lakukan, jika seandainya ia akan menjalani pernikahan, pasti akan didasari karena Allah. Wallahu a'lam.
(Kurang lebih pembicaraan kami seperti ini adanya.. ^^)
Sudah Lama Banget Rasanya Pengen Nulis Ini..
Suka sebel sendiri sama kelakuan laki-laki. Kenapa sih kebanyakan yang ngajakin nonton, jalan, makan daripada ngajakin ta'aruf buat nikah? Padahal kan kalau tujuannya mau mengenal ya mbok ajakin ta'aruf lah kalau cocok langsung khitbah aja, bukan ajakin nonton. Gimana sih.. *tepok jidat* *banting hape*
Menurut saya pribadi sih, justru laki-laki yang bahkan berani datang ke rumah buat kenalan sama orang tua si perempuan justru akan mendapat poin plus pertama sebelum melangkah ke kriteria penilaian lainnya. Hehe..Karena jarang ada macem tipe laki-laki kayak begitu, yang mau langsung datang ke rumah, duduk sambil ngobrol masa depan dengan mereka sambil minum teh di ruang tamu. Apalagi kalau anaknya sudah kenal dengan kamu, lebih gampang lagi karena gak perlu mulai dari awal banget.
Lagipula cara itu lebih banyak baiknya dan lebih pasti tujuannya. Daripada ngajakin anak gadis orang nonton, ngobrol gak jelas, makan tapi udah gitu aja. Maunya apa gak jelas ,kepastian juga gak ada. Jangankan kepastian, bakal digebetin sama tuh cowok aja belum tentu. Siapa tahu dia cuma lagi pengen jalan aja sama orang, siapa aja. Padahal perempuan itu sudah ngarep lho. Nah, nyesek gak tuh?
Daripada kalian laki-laki cuma bisanya bikin perempuan berharap tidak jelas. Ingat, hati perempuan itu rapuh sekali. Rentan sekali berharap apalagi sama urusan beginian. Mending gak usah deketin deh kalau gak niat serius nikahin. Temen ya temen aja, gak usah ngajakin malem mingguan, apalagi berduaan. Teman ya temenan tapi biasa aja, gak usah modus. Mungkin ini juga perlu dijadikan catatan untuk perempuan biar mesti hati-hati. It's better to build your own wall so nobody will hurt you :D
Kalau memang mau usaha dapetin hati si dia, mending ngobrol sama orang tuanya aja sono, mereka lebih kenal anaknya. Toh orang tuanya juga yang bakal ikut menilai kamu, gak cuma anaknya. Atau ngobrol sama teman dekatnya, mereka lebih sering berinteraksi dengan si dia. Kenalan tidak harus dengan mengajak si dia pergi keluar berduaan, kok.
-______-
Saya punya sebuah mimpi. Sudah lama sekali saya memimpikannya. Tapi, ada satu hal yang selalu menjadi masalah selama saya masih memeluk mimpi itu. Saya selalu merasa mimpi itu terlalu tinggi jauh diatas sana dan jangankan untuk membuatnya menjadi nyata, bahkan untuk memimpikan dan mengharapkannya saja rasanya saya tidak pantas. Saya sepertinya tidak terlalu percaya diri bahkan untuk menggenggam mimpi itu. Saya fikir mimpi itu mungkin lebih pantas dimimpikan orang lain dibandingkan saya.
Seiring berjalannya waktu, saya hanya tetap bisa bermimpi walaupun tidak tahu kapan ia akan jadi kenyataan. Dan tidak tahu kapan saya bisa percaya dengan diri sendiri untuk mengejarnya. Karena kesempatan itu juga tidak ada. Mimpi itu masih hanya menjadi dirinya.
Hingga suatu hari, Tuhan memberikan jawaban. Tidak ada yang kebetulan didunia ini. Suatu kejadian punya jawaban. Kesempatan itu datang. Dan betul saja, mimpi itu sedikit demi sedikit menunjukkan tanda-tanda akan menjadi kenyataan. Tapi, sayang sekali, ia datang dengan cara salah. Menyayangkan hal itu karena mimpi itu harus diabaikan sejenak karena caranya salah. I mean, untuk apa kalau toh jalannya salah?
Ini berhasil membuka fikiran saya sedikit demi sedikit. Kesempatan tadi bukan hanya sekedar kesempatan tapi sebuah jawaban. Bahwa mimpi ini tidak pantas untuk diperjuangkan, selama kedatangannya bersama kenyataan dan harapan masih dengan cara yang salah.
Monday, March 31, 2014
Surat Untuk Tuhan
Untuk apa Kau ciptakan segumpal daging dalam tubuh manusia yang disebut hati?
Saya fikir jika sepasang manusia memang tidak berjodoh, maka mereka tidak akan berjodoh. Kau lebih mengetahui mengapa, daripada kami. Tidak ada yang terjadi jika Kau tidak mengizinkan, tidak peduli sudah seberapa kuat kami menggenggamnya. Dan janji-Mu itu pasti. Bisakah Kau sampaikan ini saja ke dalam hati temanku itu?
Surat Untuk Tuhan
Selamat pagi, Tuhan. Sebenarnya saya tidak tahu juga, diatas sana apakah ada pagi, siang, atau malam. Tapi, karena bumi-Mu sedang pagi, jadi kuucapkan saja selamat pagi. Saya harap Engkau tidak keberatan.
Pagi ini, rintik air sedang membasahi tanah-Mu. Daun-daun basah. Jalanan di depan rumahku juga basah. Bau basah segar dari hujan menyeruak. Saya selalu suka bau hujan, apalagi di pagi hari seperti ini. Segar. Hmm, maka nikmat-Mu yang mana lagi yang aku dustakan? Segala puji untuk-Mu, Allah.
Saya tahu, kalau selama ini saya terlalu banyak meminta tanpa memperhatikan diriku juga, apakah saya sudah memberikan kewajibanku kepada-Mu dengan baik? Saya tahu, Engkau tidak akan pernah meminta balik atas balasan doa-doa atau bahkan menuntut manusia, Engkau baik sekali. Untuk itu, saya hanya mau mengucapkan terima kasih. Terima kasih atas segala yang kau berikan. Terlalu banyak hal dalam hidup yang Engkau datangkan dalam kehidupanku. Membawa kebaikan-kebaikan yang membaikkanku.
Terima kasih untuk skenario masa lalu yang Kau tuliskan untukku. Siapa saya hari ini tidak akan ada tanpa masa laluku itu. Membuatku belajar melepaskan hidup. Karena sedari awal saya tidak benar-benar memiliki apapun. Terima kasih untuk hari ini, untuk setiap kesempatan yang selalu Kau berikan setiap hari. Membuatku terus belajar untuk selalu bersyukur dan mencoba menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih untuk masa depan, untuk setiap ketidakpastiannya. Membuatku berjuang, melakukan segala yang terbaik hari ini.
Saturday, March 29, 2014
Penempatan Definitif, Everyone..
Saya ucapkan rasa syukur sedalam-dalamnya. Untuk sebuah kejutan dan insya Allah ini sudah menjadi keputusan terbaikNya. Malam tadi, telah diumumkan pengumuman penempatan para CPNS Prodip I dan III STAN 2012. Seperti yang sudah diprediksikan sebelumnya bahwa pola penempatan kali ini tidak bisa diprediksikan. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi, penempatan ini..it seems random, but it is not. Ternyata untuk tahun ini, penempatan berdasarkan tempat pendidikan. Mengingat karena saya dulu kuliah di BDK Manado, maka sudah jelas saya tidak pindah ke wilayah kerja Kanwil di Indonesia bagian Barat. Begitu juga dengan teman-teman yang lain. Tapi, ini jelas hanya asumsi saya, jangan terlalu difikirkan ^^
Banyak reaksi muncul dari teman-teman. Ada yang senang, tapi ada juga yang hanya bisa tersenyum sambil mengelus dada, mencoba sabar. Mungkin karena harus kembali jauh dari rumah setelah nyaman berada di tanah tempat domisili. Atau mungkin karena ada yang harus menimbun harapan indah untuk bisa satu daerah penempatan dan kembali berpisah jarak dengan kekasihnya. :D
Allah memang selalu punya kejutan untuk setiap babak baru dalam skenario kehidupan yang Ia tulis. Dan ada beberapa momen tersebut yang merupakan diluar kendali manusia. Atau setidaknya diluar sepengetahuan kita bahwa ada faktor penyebab apa diluar sana sehingga terjadi suatu kejadian itu.
Untuk itu, saya rasa tidak ada hal yang bisa dilakukan selain bersyukur, tetap husnudzan dengan Allah. Yakin ini semua bukan kebetulan, ada tujuan baiknya dan akan ada cerita-cerita baru lagi. Entah apa itu. Okay, fine, mungkin teman-teman yang membaca ini bakal berfikir "iya enak ngomong, karena bukan kamu yang ngalamin..". Yah terlepas dari kemungkinan akan ada mutasi beberapa tahun lagi, entah akan kemana lagi, apa salahnya kalau diikhlaskan dulu apa yang sudah diperoleh sekarang.
Semoga keputusan-Nya ini memang sudah terbaik untuk saya dan teman-teman lainnya. Laa tahzan, innallaha ma'ana. Keep on doing your best, guys :)
Saturday, March 22, 2014
Menjaga Wudhu
Tuesday, March 11, 2014
Anda Suka Menulis Kritik?
Ikhlas Itu Sulit
Banyak manusia mencoba ikhlas sekuat tenaga. Tapi, rasanya sia-sia. Keluhan masih mengalir dari lisan. Perasaan jengkel, sebal hingga sesal masih merasuk. Apa yang terjadi?
Sepertinya manusia selalu lupa satu hal. Kalau semenjak dari awal, manusia tidak pernah benar-benar memiliki apapun didunia ini. Bahkan dalam hidupnya sendiri. Bahkan jasadnya sendiri.
Bahwa ada Tuhan yang Maha Memiliki Segalanya. Termasuk ciptaan-Nya sendiri. Kita. Ada Tuhan yang menggenggam hati kita. Dia bebas membolak-balikkan hati siapa saja, dengan maksud dan tujuan tersembunyi yang tidak lain hanya untuk kebaikan. Jadi, jangan tanyakan lagi kenapa kadang hati kita merasa ini-itu.
Jadi, kita seperti biduk catur, begitu? Tidak juga, karena poin lainnya lagi adalah peran manusia bagaimana mengendalikan perasaan-perasaan itu atau justru bisa membuat kita dekat dengan-Nya. Perasaan itu tetap butuh kendali manusianya.
Hari ini semangat dan optimis dengan segala kemungkinan hidup. Tiba-tiba besok jadi galau dan pesimis. Wajar. Jadikan semua itu justru sebagai kekuatan untuk semakin dekat dengan-Nya. Luapkan sedih dan bahagia dengan nama-Nya. Jangan merasa berlebihan, karena kadang bisa merusak hati serta menurunkan iman. Terlalu bahagia, bisa sombong. Terlalu sedih, bisa pesimis. Apapun yang kita rasakan, perlu kita ingat bahwa manusia memang tidak sepenuhnya kuasa akan sesuatu dalam hatinya selain mempunyai kendali untuk tetap mengendalikan dalam jalan-Nya. Wallahu a'lam..
Monday, March 10, 2014
Jangan Berghibah
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda,
اتدرون ما الغيبه؟ قالوا: الله ورسوله أعلم .قال:الْغِيبَة ذِكْرك أَخَاك بِمَا يَكْرَه قِيلَ : أَفَرَأَيْت إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُول ؟ قَالَ : إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُول فَقَدْ اِغْتَبْته ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فَقَدْ بَهَتّه
"Tahukah kalian apa itu ghibah?"
Mereka (para sahabat) menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu."
Kemudian beliau shallahu'alaihi wasallam bersabda, "Engkau menyebut-nyebut saudaramu tentang sesuatu yang ia benci."
Kemudian ada yang bertanya, "Bagaimana menurutmu jika sesuatu yang aku sebutkan tersebut nyata-nyata apa pada saudaraku?"
Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Jika memang apa yang engkau ceritakan tersebut ada pada dirinya itulah yang namanya ghibah, namun jika tidak berarti engkau telah berdusta atas namanya." (HR Muslim 2589 Bab: Al-Bir Wash Shilah Wal Adab)
Jangan berghibah. Ghibah tidak hanya mendatangkan yang lain kecuali yang buruk-buruk saja untuk diri kita. Berusaha tahan nafsu diri untuk membicarakan orang lain, apalagi mengenai hal-hal yang tidak berguna dan tidak bermanfaat dari orang lain. Dimanapun dan kapanpun, selalu berhati-hati dengan lisan. Begitu juga dengan perilaku. Berusaha melakukan yang baik-baik saja. Jangan berperilaku yang bisa mengundang orang lain untuk berlisan buruk tentang kita. Yah walaupun, manusia berfikir berdasarkan apa yang ia lihat, tidak peduli itu memang benar atau salah, adanya. Semoga saya, kita, dimaafkan khilafnya dan selalu dibimbing oleh Allah agar tetap selalu dijalan-Nya. Aamiin..
Wednesday, February 26, 2014
"Apapun yang terjadi, aku akan terima..."
Monday, February 24, 2014
Negeri Di Ujung Tanduk (Darwis Tere Liye)

Di Negeri di Ujung Tanduk
kehidupan semakin rusak,
bukan karena orang jahat semakin banyak,
tapi semakin banyak orang yang memilih untuk tidak peduli lagi.
Di Negeri di Ujung Tanduk
para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan,
bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan,
tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian.
Sunday, February 23, 2014
City of Angels (1998)
Film ini menceritakan tentang seorang malaikat bernama Seth (Nicholas Cage) yang jatuh cinta dengan seorang manusia berprofesi sebagai dokter bedah bernama Maggie (Meg Ryan). Oke, sebelum kalian menonton film ini, hal pertama yang perlu kalian harus lakukan adalah lupakan realitas. Lupakan dulu kenyataan-kenyataan hidup. Yah karena dilihat dari plot secara garis besarnya memang sudah tidak masuk akal. Masa' ada malaikat jatuh cinta dengan manusia? So, forget the reality first.Saturday, February 22, 2014
Sajak Harapan
Tidak ada harapan yang lebih baik untukmu, untukku..
Selain untuk kebahagiaanmu
Dimanapun kau berada kelak..
Disampingku atau tidak..
Bersama siapa nanti kau akan bersanding..
Denganku atau bukan..
Dan jemari siapa yang akan kau genggam..
Jemariku atau bukan..
Bahagiamu penting.
Kau boleh berbalik..
Dan aku hanya akan mendapati punggungmu menjauh dari sini..
Karena sungguh kita tidak bertemu lebih baik adanya..
Sungguh lebih baik jika itu untuk bahagiamu.
Dan bahagiaku. Harapanku.
Friday, February 21, 2014
Sajak Kau Boleh Pergi
Sekeras apapun siang bertahan
Matahari pasti tumbang
Dan gelap menyelimuti
Siang pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi
Kelopak bunga mawar pasti rontok
Sekeras apapun dia ingin mekar lama
Pasti tiba masanya layu
Dan tangkai2 membisu
Bunga mawar pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi
Hujan pasti reda
Selama apapun dia hendak turun
Pasti tiba masanya habis
Dan menyisakan basah di halaman
Hujan pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi
Maka
Apalagi urusan perasaan
Cinta bisa berganti benci
Percaya memudar berganti kusam ragu
Pun komitmen menipis berubah jadi lupa
Kau boleh pergi
Sungguh boleh.
Tapi aku akan tetap di sini
Meyakini bahwa
Besok pagi, malam pun akan berganti siang
Mawar baru akan merekah ulang
Dan hujan berikutnya pasti kan datang
Kau sungguh boleh pergi.
(Darwis Tere Liye)
Sajak Jalanku Masih Panjang
Kau buat pagiku jadi mendung, soreku jadi kelam
Kau buat siangku jadi gelap, dan malam semakin gulita
Kau buat beberapa menit lalu aku gembira,
untuk kemudian bersedih hati
Kau buat aku berlari di tempat
Semakin berusaha berlari, kaki tetap tak melangkah
Kau buat aku berteriak dalam senyap
Kau buat aku menangis tanpa suara
Kau buat aku tergugu entah mau apalagi
Wahai perasaan
Kau buat aku seperti orang gila
Mengunjungi sesuatu setiap saat, untuk memastikan sesuatu
Padahal buat apa?
Ingin tahu ini, itu, untuk kemudian kembali sedih
Padahal sungguh buat apa?
Wahai perasaan
Kau buat aku seperti orang bingung
Semua serba salah
Kau buat aku tidak selera makan, malas melakukan apapun
Memutar lagu itu2 saja,
Mencoret2 buku tanpa tujuan
Mudah lupa dan ceroboh sekali
Wahai perasaan
Cukup sudah
Kita selesaikan sekarang juga
Karena,
Jalanku masih panjang
Aku berhak atas petualangan yang lebih seru
Selamat tinggal
Jalanku sungguh masih panjang....
Thursday, February 20, 2014
#DialogAbsurd 3
#DialogAbsurd 2
Saya : Pah, titip beliin materai 6000, ya?
Bapak : Ooh iya, mau dibeliin berapa?
Saya : Beli 4 lembar aja.
Bapak : Oke, kita sumpah pocong aja artis-artis itu..
Saya : *glek* Err..oke -_- *sigh*
Kalau kalian suka nonton acara infotainment, gaul, dan update, pasti tahu kata-kata "sumpah pocong.." itu punya siapa. Dengar Bapak bilang begitu, saya cuma bisa mengiyakan. Masa' mau tak ajakin tinju? Heu.
p.s: sebenarnya saya mau pasang foto "You-Know-Who-Siapa-Yang-Sedang-Kita-Bicarakan" diakhir tulisan ini, seperti biasa. Tapi, ya gitu deh, gak usah ya? Penting? Gak juga sih. Ya udah..
So Much Time
You can tell that she's been crying
From the stains on her pillow case last night
She wonders why he got no warning
She wonders all the time
Well maybe in his dreams she'll make it right
She finally pulls herself together
And tries to face her life
But the thought of her cripples her inside
She wonders if he thinks about her
Or if he feels alright
These thoughts don't seem to leave her mind
At least she's still got so much
Time on her hands
Time to get back on her feet again
Time left to stand
Time to let go of her feelings
Problems in her life get clearer
As she finds some peace of mind
It gets a little easier with time
No she doesn't have all the answers
But she figures that's alright
Cause some things in life you just can't find
All she wanted to find
Was a heart to match her own
When he left her behind
He killed the boy she thought she'd known
Time on her hands
Time to get back on her feet again
Time left to stand
Time to let go of her feelings
Tuesday, February 18, 2014
Sesi Curhat
Monday, February 17, 2014
#SajakPendek: Lelahlah..Sedihlah..Gelisahlah..
Sedihlah..
Gelisahlah..
Kadang hati butuh merasa..
Jangan terlalu lama, atau mereka akan selamanya disana
Jalan ini memang panjang..
Kejenuhan kadang menjadi teman perjalanan.
Jalan ini memang melelahkan..
Kelelahan kadang menjadi kawan seperjuangan.
Mungkin kau butuh sedikit melihat ke belakang.
Sejenak membalikkan ragamu, menoleh..
Lihat sudah sejauh mana kau berjalan.
Lihat sudah berapa langkah kau lewati.
Ada setapak jalan perjuangan..
Sudah kau lewati dengan terseok-seok namun teguh.
Telah jauh dirimu yang lampau itu..
Dan kau tinggalkan ia dibelakang sana.
Lelahlah..
Sedihlah..
Gundahlah..
Tapi..
Ingat lagi mengapa kau memulai.
Teruntuk dirimu yang imannya mulai lelah..
Saturday, February 15, 2014
My Corner of Thoughts
Tulisan Sore Ini
Friday, February 14, 2014
#SajakPendek : Diam-diam
Entah akan berapa lama lagi aku kuat.
Sembunyi di pojok nirwanaku sendiri.
Menahan kaki ini untuk tidak berlari menujumu.
Seandainya aku cukup berani,
Untuk merusak jalan cerita ini sedikit.
Curang melewati banyak halaman buku kehidupan ini.
Demi kepuasan rasa penasaranku untuk sebuah akhir.
Seandainya aku tidak tahu,
Sedari awal manusia bukan miliknya sendiri.
Diri ini, hati ini, rasa ini. Kau.
Bahwa aku tidak pernah benar-benar memiliki.
Mungkin sudah kubiarkan saja akar rindu ini ,
Tumbuh merambat menujumu..
Bukannya malah menginjaknya hingga mati.
Seandainya aku tidak tahu..
Tuesday, February 11, 2014
#6 Intermezzo (Eps. Going Hangout Alone)
Sebenarnya, walaupun saya sekarang lagi ada di sebuah restoran cepat saji, di sebuah mall, tapi tidak banyak yang bisa saya observasi buat dijadikan bahan tulisan sekarang. So, i guess this will be all about my thoughts, about random things.
Sebenarnya tidak enak juga sih kalau mesti jalan sendiri kayak gini. Tapi, the best part of going hangout alone is when i can focus on observing people to make a short writing. Saya senang menulis dengan situasi dan kondisi seperti ini. Karena bisa bikin saya fokus memikirkan segala hal apa yang saya ingin tulis saat itu. Karena biasanya keinginan saya untuk menulis muncul tiba-tiba disaat saya juga sedang mengerjakan sesuatu. Jadi disaat seperti inilah yang menjadi waktu yang tepat untuk mengeluarkan semua isi kepala saya.
Kayaknya saya harus akhiri sementara dulu tulisan ini. Waktu maghrib sudah tiba. Sebaiknya saya bergegas sebelum musholla mall ini penuh. Kapan-kapan kita sambung lagi. Hehe.. :))
Salam Intermezzo \(^^)/
Monday, February 10, 2014
#ODOA 1
Kemarin sore saya melihat segerombolan anak kecil sedang bermain hujan. Mereka tertawa.
Setiap hari, saya selalu melihat para rekan kerja tertawa. Di kantor. Tidak lebih supaya suasana tidak kaku, dan tidak bikin ngantuk. Mereka pun tertawa.
Di cerita lain, saat sedang berkumpul lagi dengan teman-teman, sahabat, agenda "tertawa bersama" tidak pernah terlewat. Ada saja sesuatu yang membuat kita semua tertawa. Lalu, kami tertawa juga.
Jangankan orang lain, saya dan keluarga juga senang bercanda. Kami membicarakan ini-itu. Lalu, kami tertawa.
Semua orang senang tertawa. Tidak ada yang salah dengan itu, selama tidak berlebihan.Tapi, mari kita bertanya pada diri masing-masing. Mari kita renungkan sejenak pertanyaan ini :
"....Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (Surah Al-An'am: 32)
(Hari ini, saya tertampar dengan ayat ini. Dan pertanyaan itu muncul di benak saya gara-gara satu ayat itu. Masya Allah..)
Wallahu a'lam bish-shawab..
#DialogAbsurd 1
Saya lagi nonton tv sama bapak. Acaranya On the Spot, lagi bahas tentang hewan. Kebetulan acaranya lagi menayangkan orang-orang sibuk berenang di tengah lautan, bareng ikan Hiu Paus. Mungkin sejenis Hiu, tapi blasteran Paus juga.
Saya : Pah, itu ikannya gigit gak sih? Gede banget.
Bapak : Gak kok, soalnya itu kan Hiu Paus.
Saya : Ah masa' sih? Gede gitu gak gigit. Itu kan jenis ikan Hiu juga.
Bapak : Gak gigit pokoknya. Abis ikan Hiu nya tidak jahat..
Saya : Ooh jadi itu Hiu baik?
Bapak : iya itu Hiu baik. Dan....... *sejenak diam*. Bijaksana.
Saya : oooooh.. *ikutan diem juga*
Gak tau, kita tadi lagi bicarain Hiu Paus beneran atau Hiu Paus dunia dongeng.
Friday, February 7, 2014
Ta'aruf Bukan Pacaran Islami
Monday, February 3, 2014
Curahan Seorang Hamba
Dengan namaMu ku awali doa ini..
Doa dari seorang hamba..
Hanya seorang hamba yang sangat kecil dimuka bumi ini..
Dan merasa sesak akan pekatnya dosa hasil kelakuannya sendiri..
Izinkan aku untuk mengeluh padaMu detik ini..
Orang bisa saja melihatku kuat
Dan aku pantang menyerah didepan mereka.
Tapi, aku tetaplah manusiaMu..
Nyatanya aku ini sangat lemah, jika didepanMu..
Aku merasa gelisah, Tuhan
Entah dosa apa lagi yang akan kubuat esok hari
Aku tidak tahu apakah semua amalku cukup menghapus dosaku..
Atau malah sebaliknya..
Padahal seiring detikMu terus bertambah, detikku terus berkurang..
Aku merasa lelah, Tuhan.
Rasanya perjalanan ini sungguh teramat jauh..
Harus berapa lama lagi aku jalani peranku dalam skenarioMu?
Tidak muluk doaku kali ini..
Tapi..
Tuhan, selama Engkau masih beri aku hidup..
Jangan biarkan aku menyerah di jalanMu..
Itu saja.
Saturday, February 1, 2014
Baik dan Berilmu
Friday, January 31, 2014
Tentang Hijrah
Bisikan syaithan inilah yang mengibar-ngibarkan nafsu dalam diri sehingga menghalang kita untuk berbuat kebaikan. Hanya ini penghalang kita untuk tetap berada dijalan lurus.
Sunday, January 26, 2014
Surat Cinta Untuk Seorang Ayah
Aku selalu mengira kau terlalu mengekangku dengan berbagai aturan yang selalu tidak aku suka..
Masa muda yang menggoda selalu membuatku ingin bebas..
Tapi, kita memang selalu tidak senama jika bicara tentang kebebasan..
Semua kau lakukan hanya untuk melindungiku dari dunia sebenarnya..
Teruntuk seorang ayah..
Satu dua pendapat kita berlawanan..
Tidak ada ayah yang sempurna..
Tapi, seorang ayah hanya ingin mencintai dengan sempurna..
Selalu mau yang terbaik untuk anak-anaknya..
Hanya saja aku terlalu egois menerima kasih sayang dari hati besarmu itu..
Teruntuk seorang ayah..
Maafkan aku karena pernah sejenak aku melupakan cintamu..
Bodohnya aku karena mencari cinta diluar sana..
Dungunya aku karena mencari cinta dari orang asing..
Yang kutahu semuanya tidak selamanya..
Padahal, cinta sebenar-benarnya cinta sudah ada pada dirimu selama ini..
Teruntuk seorang ayah..
Suatu hari nanti , akan ada lelaki lain dalam hidupku..
Yang akan kau serahkan semua tanggungjawabmu selama ini ,kepadanya..
Lewat ucapan janji yang akan mengguncangkan langit..
Janji yang membuat Arsy-Nya bergetar..
Baktiku memang akan sepenuhnya untuknya kelak..
Tapi, aku akan tetap jadi anak perempuanmu 19 tahun yang lalu..
Aku akan tetap cinta kepadamu, ayah..
Teruntuk seorang ayah..
Surat ini kuakhiri dengan permintaan maafku padamu.
Maaf atas semua kelancanganku..
Maaf atas semua kesalahanku, kekhilafanku..
Maaf atas semua keangkuhan masa mudaku..
Walaupun, dulu kau menerima itu semua dengan perih..
Yang semuanya pasti selalu kau maafkan dan lupakan..
Ucap doa setiap sujudku tidak akan kuakhiri sebelum kusebut namamu, bersama dengan nama ibu..
Terima kasih, ayah..
Saturday, January 18, 2014
Ketika Muslimah Patah Hati..
Jodoh, Pilihan atau Takdir?
Tuesday, January 14, 2014
Memahami Ibadah MAHDHAH dan GHAIRU MAHDHAH (Agar Tidak Mudah Membid'ahkan)
PENDAHULUAN
Apalagi menilai amalan orang !
Menganggap orang lain bid'ah, sesat ?
Apakah kita sudah bisa jadi orang yang benar dalam beribadah ?
Atau hanya karena iri (hasad) lantas memojokkan seseorang ?
Mencari-cari kesalahan dan menyalahkan orang lain ?
Beribadah, hanya diri sendiri dan Allah yang tahu apakah ikhlas atau karena riya ?
Ibadah sendiri secara umum dapat dipahami sebagai wujud penghambaan diri seorang makhluk kepada Sang Khaliq. Penghambaan itu lebih didasari pada perasaan syukur atas semua nikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah padanya serta untuk memperoleh keridhaanNya dengan menjalankan titah-Nya sebagai Rabbul ‘Alamin.
Namun demikian, ada pula yang menjalankan ibadah hanya sebatas usaha untuk menggugurkan kewajiban, tidak lebih dari itu. Misalnya, saat ini banyak umat islam yang tidak berjama'ah ke masjid kecuali shalat jum’at. Bahkan ada pula yang tidak sholat kecuali pada hari raya. Islamnya hanya ada di kartu identitas. Dan ada pula yang beribadah, mendekatkan diri kepada Allah hanya pada saat ibadah ritual saja, setelah itu dia jauh dari ridlo Allah.
II. PERMASALAHAN
1. Apa pengertian ibadah mahdhah dan ghairu mahdah?
2. Bagaimana hakikat ibadah itu?
3. Apa saja syarat-syarat diterimanya ibadah?
Corat-Coret di Hari Maulid Nabi Muhammad
Sunday, January 5, 2014
#HeadShot
Pembuka Tahun 2014
Tuesday, December 31, 2013
Ya Allah, Sayangi Orang Tua Kami..
Sunday, December 22, 2013
Mengapa Wanita Menjadi Penghuni Neraka?
Ibn Arabi Al-Maliki berpendapat bahwa yang menyebabkan wanita menjadi penghuni neraka paling besar adalah:
Bidadari-Bidadari Surga Yang Disegerakan
Ia mutiara terindah dunia
Bunga terharum sepanjang masa
Ada cahaya di wajahnya, Betapa indah pesonanya
Bidadari bermata jeli pun cemburu padanya
Kelak, ia menjadi bidadari surga, Terindah dari yang ada
(Hanan)
Bila Engkau Cantik, Biarlah Itu Karena Hijab..
Tuesday, December 17, 2013
Hujan Sore Ini
Monday, December 16, 2013
Titik Balik
Punya masa-masa kelam, setiap orang juga punya masa titik baliknya sendiri. Berbalik arah. Merubah jalurnya. Lalu, bergerak lagi. Move on bukan berarti harus bergerak maju, tapi bisa saja merubah jalurnya.
Tips Mengantri
Sunday, December 15, 2013
Menulis
#SajakPendek : Seorang Anak
#SajakPendek : Denganmu
Banyak sajak kutata
Tak satupun denganmu berdua
Tapi harus berharap apa
Siapa kau, masih rahasiaNya
Sunday, December 8, 2013
#SajakPendek : Punggung
Saturday, December 7, 2013
Desember Versi Sendiri
#SajakPendek: Mendung
Karena hujan malu kepada bumi
Seperti hati yang pelan-pelan ikhlas
Wednesday, December 4, 2013
Ini Visiku, Apa Visimu?
Hmm..pertanyaan yang lumrah tapi tidak semua orang bisa dapat jawabannya begitu saja. Kalau difikir-fikir lagi, pasti ada banyak sekali hal yang pengen banget kita lakukan dalam hidup. Buat diri sendiri, buat orang tua, buat sesama manusia, yang semuanya itu dilakukan karena satu, Allah. Karena itu bikin semuanya jadi sederhana dan terarah. Gak ngelibet macem-macem.
Sunday, December 1, 2013
December Wish
Friday, November 29, 2013
Zero Mistake
Sajak Jangan Menangis
Maka jangan menangis, Dek
Boleh jadi seseorang itu simpel tidak dapat sinyal
Atau mungkin kehabisan pulsa
Tidak perlu gundah gulana
Berprasangka yang aneh-aneh
Jika mention atau email kita tidak dibalas-balas oleh seseorang
Maka jangan galau sepanjang malam, Dek
Boleh jadi seseorang itu sedang tidak online
Pun kalaupun ternyata dia sudah update sesuatu baru
Sudah asyik ber-hai dengan orang2 lain
Boleh jadi mention kita tidak terbaca, keselip saja
Tidak perlu sesak nungguin tidak bisa tidur
Thursday, November 28, 2013
#SajakPendek : Lari
Waktu seperti merangkak
Padahal aku mau berlari
Sekencang mungkin
Meninggalkan kepenatan jauh dibelakang sana
Membiarkan kebosanan berjalan sendiri
Tanpaku didepannya
Tubuhku panas
Hatiku geram
Waktu masih merangkak
Padahal aku mau berlari
#SajakPendek : "AK"
Tuesday, November 26, 2013
Ngapain Manyun?
Thursday, November 21, 2013
Siang Yang Membosankan
Tuesday, November 12, 2013
Karena Jalannya Salah..
#SajakPendek: Hidup
Sunday, November 10, 2013
Move On Tersulit
Oke..kembali ke persoalan Move on..
Sunday, November 3, 2013
Day 10: Your Bestfriend
Di bangku SD, sahabat saya ada dua orang. Mereka adalah teman sekelas dan teman satu mobil jemputan. Kami bahkan tidak tahu apa itu sahabat....
-
I haven't made my own resolutions for 2019. Tapi, sepertinya resolusiku di tahun 2019 tidaklah muluk. Yang pada intinya, saya ingin 201...
-
"Assalamualaikum, saudariku. Langsung saja, saya ingin menanyakan sesuatu. Sangat sederhana. Ketika seorang muslimah jatuh cinta, apa y...
-
Di bangku SD, sahabat saya ada dua orang. Mereka adalah teman sekelas dan teman satu mobil jemputan. Kami bahkan tidak tahu apa itu sahabat....

















